HeadlineLeadership ReviewUsia 25 Tahun Idealnya Bagaimana?

Avatar Pemimpin.IDJune 17, 2021161
pexels-alexandr-podvalny-1172253

Fauziah SPR

 

ABSTRAK. Semakin bertambah usia, semakin bertambah pula tuntutan yang ada. Tuntutan bisa datang darimana saja. Dari keluarga, kerabat terdekat, hingga orang yang tidak kita kenal di media sosial. Sebagai seorang pemimpin, kita perlu kritis dalam menyikapi tuntutan-tuntutan tersebut.

 

Beberapa waktu yang lalu, netizen sempat dihebohkan dengan postingan tentang apa saja yang idealnya dimiliki oleh orang usia 25 tahun. Katanya, usia 25 tahun harus sudah punya tabungan 100 juta, gaji minimal 8 juta, kendaraan pribadi, dan cicilan rumah yang bersisa 20% lagi. Sebagai seorang pemimpin, bagaimana seharusnya kita bersikap ya?

 

Tuntutan Usia dari Masa ke Masa

Tuntutan sosial selalu ada sejak dulu. Hanya saja, tuntutan itu berbeda setiap masanya. Coach Alinne, CEO Better&Co menjelaskan bahwa pada masa krisis moneter 1998 dulu, orang-orang sedang sangat kesulitan secara ekonomi. Sehingga, jangankan terpikir memiliki kendaraan pribadi, saat itu tuntutan yang ada adalah minimal ekonomi keluarga dapat stabil terlebih dahulu.

Di samping itu, pemuda usia 20an pada tahun 1998 juga dituntut untuk menjunjung tinggi idealisme anti KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme). Hal ini sejalan dengan apa yang para mahasiswa gaung-gaungkan saat mendemo pemerintah. Jangan sampai, para pemuda di masa itu menjilat ludah sendiri.

Seiring berjalannya waktu, tuntutan-tuntutan itu kini mulai berubah. Indonesia tidak lagi mengalami krisis moneter. Saat ini yang ada justru tren berbisnis di kalangan muda, sehingga sebenarnya masuk akal tuntutan di media sosial berbunyi seperti itu.

 

Tuntutan Ideal Seorang Pemimpin

Namun, Coach Alinne berpendapat bahwa tuntutan yang sempat viral itu terlalu self-centered. Tuntutan itu  hanya berbicara tentang diri kita. Apa yang sudah kita punya, berapa materi yang seharusnya kita miliki, semuanya berbicara tentang kita, kita, dan kita.

Sebagai seorang pemimpin, mimpi kita seharusnya tidak sependek dan se-materialistik itu. Alih-alih berapa materi yang dimiliki, seharusnya kita bertanya sudah seberapa besar dampak baik yang kita berikan kepada masyarakat? 

Menilik jejak pemimpin terdahulu, Ki Hajar Dewantara sudah bisa membangun partai politik beraliran nasionalisme pertama di Indonesia, Indische Partij. Mohammad Hatta sudah ditunjuk menjadi ketua organisasi Perhimpunan Indonesia. Lalu Kartini mendirikan sekolah gratis bagi anak perempuan. Pencapaian-pencapaian pemimpin terdahulu ini membuat tuntutan materialistik yang ramai di sosial media menjadi terlihat sangat rendah.

 

Jangan tanya berapa materi yang sudah dimiliki di usia 25 tahun, tapi tanyakan sudah sejauh mana kontribusi kita bagi masyarakat?

 

Cara Menghadapi Tuntutan Usia

Di samping itu, Coach Alinne memberikan beberapa saran bagi kita dalam menghadapi tuntutan usia yang ada.

 

  1. Tentukan Tujuan Hidup
    Memiliki tujuan dan goals yang jelas membuat kita lebih bisa menahan diri dari terseret tren yang muncul. Jika tujuan hidup sudah jelas, kita bisa memfilter setiap tuntutan yang diberikan pada kita. Mana yang memang sejalan dan mana yang tidak. Jika memang kita tidak punya tujuan berbisnis jual beli saham, maka kita tidak akan merasa wajib mengikuti tren yang sedang naik daun ini.

  2. Berani
    Kita tidak bisa hanya berhenti setelah memiliki tujuan hidup. Lebih dari itu, kita perlu berani mewujudkannya. Para pemimpin hebat tidak lahir dari jalan-jalan yang mulus. Pahlawan kemerdekaan harus dipenjara, disiksa, dan dibuang ke tempat terpencil untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaannya. Pebisnis sukses pun harus berani mengambil resiko besar. Keberanian menjadi sesuatu yang mahal untuk dimiliki, apalagi bagi anak muda.

Tuntutan usia akan selalu ada dan selalu bertambah seiring dengan bertambahnya usia. Patokan penting keberhasilan bagi seorang pemimpin bukan dari materi yang dimiliki, namun dari kontribusi yang diberikan. Dalam menghadapi tuntutan usia dari lingkungan sosial, kita perlu memiliki tujuan hidup agar kritis dan dapat memfilter mana yang memang sejalan dengan tujuan hidup dan mana yang bukan. Mana yang perlu kita penuhi dan mana yang sebaiknya kita abaikan.

 

 

Photo by: Alexandr

Avatar

Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.