HeadlineLeadership ReviewTips Pengambilan Keputusan agar Lebih Berani Ambil Keputusan Besar

Avatar Pemimpin.IDSeptember 5, 2021128
javier-allegue-barros-C7B-ExXpOIE-unsplash

Oleh: Noviana Janet

ABSTRAK │ Setiap hari dalam kehidupan, kita pasti menghadapi masalah dan biasanya kita dituntut untuk mengambil keputusan terkait cara dalam menyelesaikannya. Namun demikian, kita sering ragu dalam pilihan keputusan tersebut. Berurusan dengan keputusan sehari-hari yang tidak pasti dan berisiko sering menyebabkan bias, sehingga memerlukan pengaturan emosional.

 

Seorang pemimpin dalam kesehariannya selalu dihadapkan dengan pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah atau menyusun perencanaan, baik untuk keputusan kecil maupun besar. Berbeda dengan pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari, keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin akan berdampak bagi organisasi dan orang-orang yang dipimpin. Karena dampak yang akan terjadi atas keputusannya, pemimpin mungkin semakin ragu dan akan dengan hati-hati membuat keputusan tersebut. Ketika pemimpin dihadapkan dengan keputusan yang sulit, seperti susunan kementerian kabinet mereka cenderung memikirkan apakah keputusan tersebut adalah keputusan “benar” atau “salah” yang semakin meningkatkan ketakutan dan kecemasan. 

 

Seorang pemimpin dalam kesehariannya selalu dihadapkan dengan pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah atau menyusun perencanaan, baik untuk keputusan kecil maupun besar. Karena dampak yang akan terjadi atas keputusannya, pemimpin mungkin ragu dan akan dengan hati-hati membuat keputusan tersebut.

Tips agar Lebih Berani dalam Mengambil Keputusan

Pemimpin.id telah menyebarkan survei kepada beberapa pemimpin organisasi tentang apa yang mereka lakukan sebelum mereka membuat keputusan. Dan berikut adalah tips pengambilan keputusan agar lebih berani yang telah Pemimpin.id kumpulan:

Luangkan Waktu untuk Berpikir Jernih dan Mengumpulkan Fakta

Berpikir jernih dan logis membutuhkan waktu lebih, kamu tidak bisa melakukannya dengan buru-buru karena mungkin kamu akan kehilangan beberapa fakta ketika kamu melakukannya dengan terburu-buru. Terlebih ketika kamu berada di bawah tekanan “sebagai seorang pemimpin,”  pemikiran cepat akan mengambil alih. Ketika kamu terburu-buru dalam membuat keputusan, kamu akan melompat pada kesimpulan cepat yang cenderung penuh dengan kebiasan dan firasat daripada berpikir dengan hati-hati dan faktual.

Kamu bisa meluangkan waktu untuk berpikir jernih dan mengumpulkan fakta. Sebelum membuat keputusan besar kamu bisa mencoba mengambil waktu tenang untuk menyusun keputusan dengan mengumpulkan fakta yang ada baik secara mandiri maupun diskusi dengan orang lain. Hal itulah yang membuat proses pengambilan keputusan besar dapat mengambil waktu berhari-hari. 

 

Terbuka untuk Semua Kemungkinan

Dalam keadaan terdesak, kita cenderung menggunakan pemikiran cepat kita untuk memilih keputusan. Pemikiran cepat hanya berdasar pada firasat dan dapat menjadi bias, untuk itu perlu untuk kamu mempertimbangkan fakta, informasi, dan opsi di sepanjang jalur pengambilan keputusan. Dengan mempertimbangkan fakta, informasi, dan opsi yang ada kamu dapat dikatakan terbuka pada semua kemungkinan, baik kemungkinan baik maupun buruk.

Terbuka dengan semua kemungkinan dapat dilakukan dengan berdiskusi dengan anggota organisasi yang terlibat dalam masalah atau perencanaan tersebut. Kenyataan di lapangan dan teori seringkali berbeda, jadi pertimbangkan kemungkinan-kemungkinan sampai ke hal yang paling kecil, tetapi selalu dibarengi dengan alternatif lain yang bisa diambil. Hal ini dapat mencegah kamu membuat keputusan yang mungkin baik di awal, tetapi akan meledak dan menjadi bumerang di masa mendatang.

Perjelas Tujuan Kamu

Sebagai pemimpin kamu pasti memiliki beberapa tujuan baik jangka pendek, maupun jangka panjang. Baik tujuan untuk organisasi, maupun untuk diri sendiri. Seringkali, tujuan-tujuan tersebut akan berputar-putar di pikiran ketika sedang mengambil sebuah keputusan dan . Dengan adanya beberapa tujuan ini dapat membuat kamu semakin bingung selama proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, menyikapi hal ini kamu dapat memperjelas tujuan yang ingin dicapai. Misalnya ketika memutuskan lokasi pelaksanaan program kerja organisasi, mendiskusikan kembali tentang tujuan pelaksanaan akan membantu kamu dalam menentukan keputusan. Kamu dapat melakukannya dengan meluangkan waktu untuk melakukan rapat dengan jajaran maupun mentor atau pembimbing organisasi kamu.

Pertimbangkan Kelebihan dan Kekurangan

Setiap pilihan keputusan memiliki kelebihan dan kekurangan untuk dipertimbangkan. Pilihan keputusan tersebut beberapa terlihat jelas kelebihan dan kekurangannya, sementara beberapa yang lain mungkin hanya dapat dilihat melalui analisis fakta yang cermat, pengetahuan baik yang kamu miliki maupun tidak, pengalaman, dan saran dari orang lain yang memang ahli maupun orang terdekat kamu. Oleh karena itu, ada baiknya kamu menyusun dan mencatat kelebihan dan kekurangan dari setiap pilihan sebelum mengambil keputusan.

Bayangkan Konsekuensi dari Tindakan Kamu

Lihatlah ke depan dan pikirkan apa yang akan terjadi bila kamu mengambil sesuatu tindakan. Bayangkan dan gambarkan melalui tulisan atau catatan pribadi kamu konsekuensi yang tergambar dalam pikiran kamu. Pertimbangkan apakah hasil dari keputusan tersebut akan sepadan dengan hal-hal yang kamu lepaskan. Namun, jangan sampai bayangan tersebut justru membuat kamu semakin takut dan cemas untuk melangkah maju. Kamu dapat berbagi gambaran konsekuensi tersebut dengan anggota organisasi yang terlibat, dengan begitu kamu tidak akan terhenti selama proses pengambilan keputusan karena kecemasan yang kamu simpan sendiri.

Dalam mengambil keputusan seringkali kita mengalami kesulitan. Sebagai pemimpin, kamu akan menghadapi masalah dan perencanaan yang mengharuskan kamu untuk membuat keputusan yang terbaik. Berikut adalah tips pengambilan keputusan yang telah Pemimpin.id kumpulkan: Luangkan waktu kamu untuk berpikir jernih dan mengumpulkan fakta, tetap terbuka untuk semua kemungkinan, perjelas tujuan kamu, pertimbangkan kelebihan dan kekurangan, dan bayangkan konsekuensi dari tindakan kamu. Setelah ini, ayo lebih berani mengambil keputusan!

Referensi: 

 

Psychology Today. (2018). 5 Tips for Better Decision Making. [online] Available at: https://www.psychologytoday.com/us/blog/persuasion-bias-and-choice/201806/5-tips-better-decision-making [Accessed 20 Apr. 2021].

Psychology Today. (2021). 6 Tips for Making Difficult Decisions. [online] Available at: https://www.psychologytoday.com/us/blog/being-your-best-self/202103/6-tips-making-difficult-decisions [Accessed 20 Apr. 2021].‌

Baumeister, Roy & Tice, Dianne & Vohs, Kathleen. (2018). The Strength Model of Self-Regulation: Conclusions From the Second Decade of Willpower Research. Perspectives on Psychological Science. 13. 141-145. 10.1177/1745691617716946.

Photo by: Javier Allegue

Avatar

Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.