HeadlineLeadership ReviewTips Membuat Keputusan yang Efektif dan Konsisten

Avatar Pemimpin.IDMay 8, 2021441
43213214

ABSTRAK | Setiap orang pasti akan selalu membuat keputusan, mulai dari keputusan yang sederhana hingga keputusan yang dapat berdampak besar bagi dirinya. Namun, seringkali kita menemui keputusan yang diambil kurang efektif serta tidak menyelesaikan permasalahan yang ada. Apalagi bagi pemimpin, membuat keputusan bagi tim atau proyek adalah keniscayaan yang wajib diusahakan supaya menjadi keputusan yang terbaik. Oleh karena itu, artikel ini akan membawa Anda mengetahui empat prinsip yang wajib dilakukan supaya dapat membuat keputusan yang efektif dan konsisten untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. 

Setiap hari manusia selalu membuat berbagai macam jenis keputusan, entah keputusan dengan skala kecil atau besar. Studi dari Cornell University menunjukkan bahwa setidaknya rata-rata manusia membuat keputusan sekitar 35.000 kali setiap harinya secara sadar. Keputusan tersebut mulai dari sesederhana ingin memakai pakaian apa pagi ini hingga keputusan strategis seperti menentukan kriteria sponsor bagi perusahaan kita. 

Dalam organisasi, Anda sebagai pemimpin memiliki tugas dalam menentukan yang terbaik. Hanya saja, saat keinginan memilih yang terbaik seringkali dihadapkan dengan serangkaian pilihan yang memiliki berbagai risikonya sendiri. 

Berhubungan dengan topik pengambilan keputusan ini, Pemimpin.id telah mewawancarai Ety Isworo, SH., MH sebagai Anggota DPRD Kota Surakarta Komisi II. 

Menurut Ety, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tidak akan “plin-plan” dalam mengambil keputusan. Tepat sasaran akan selalu menjadi target paling utama. Apapun caranya pemimpin wajib selalu memperjuangkan hal tersebut. Jangan sampai pemimpin terus-menerus terjebak dalam membuat keputusan yang kurang tepat. 

Apa Contoh Keputusan yang Kurang Tepat?

Sumber gambar: unsplash.com

 

Misalnya Anda adalah seorang pemimpin di suatu daerah yang sedang dilanda bencana banjir, tentu Anda sebagai pemimpin memiliki tujuan agar banjir tersebut segera reda dan tidak memakan banyak korban jiwa. Anggap saja keputusan pertama Anda adalah mengirimkan bantuan berupa uang dan selimut untuk korban jiwa yang sedang mengungsi tanpa menilik apakah hal tersebut benar-benar sesuai dengan apa yang dibutuhkan. 

Alhasil, setelah berjalan beberapa hari ternyata didapatkan data bahwa uang dan selimut bukanlah yang sebenarnya dibutuhkan, melainkan makanan instan dan obat-obatan. Dengan kata lain, keputusan di awal tersebut adalah keputusan yang kurang tepat dan tidak konsisten dalam menyelesaikan bencana tersebut. Lalu bagaimana cara supaya keputusan yang diambil bisa tepat dan dapat konsisten menangani masalah yang terjadi? 

Empat Prinsip Penting bagi Pemimpin dalam Membuat Keputusan

Association fot Talent Development (ATD) telah melakukan studi selama tiga tahun tentang cara efektif membuat keputusan dan lebih dari 20.000 pemimpin telah berpartisipasi dalam studi tersebut, hasil menunjukkan bahwa terdapat empat prinsip yang bisa digunakan oleh pemimpin dalam membuat keputusan. Berikut ini adalah empat prinsip yang dapat dipakai oleh pemimpin agar dapat mengambil keputusan yang tepat dan konsisten dalam menangani permasalahan yang ada:

Identifikasi Permasalahan yang Ada

Pemimpin yang efektif tidak akan terburu-buru dalam membuat keputusan, ia akan mampu mengetahui apa saja permasalahan mendasarnya. Apa yang melatarbelakangi adanya permasalahan tersebut? Apa dampak yang dapat ditimbulkan? Apa saja yang dibutuhkan untuk memerbaiki permasalahan itu? Selanjutnya, cobalah untuk menyimpulkan jawaban-jawaban tersebut secara sederhana sebagai pertimbangan sebelum mengambil keputusan yang tepat.

Ety menambahkan bahwa selain mengidentifikasi permasalahan, Anda sebagai pemimpin juga wajib mengidentifikasi apa tujuan Anda. Jika sudah memiliki tujuan yang jelas, seharusnya otomatis Anda paham bahwa apapun keputusan yang diambil harus mempertimbangkan apa saja permasalahannya kemudian pakailah sebagai bahan untuk menyusun solusi guna mencapai tujuan Anda. 

Pikirkan Kemungkinan Dampak Negatif 

Pemimpin harus memertimbangkan potensi-potensi negatif yang dapat terjadi apabila sebuah keputusan hendak diambil. Ajaklah tim untuk memikirkan kemungkinan buruk dan gagalnya sebuah keputusan. Ety menegaskan bahwa dengan melibatkan tim ini supaya keputusan yang diambil pemimpin bukan merupakan sekadar keputusan atas arogansi belaka, namun keputusan hasil dari proses partisipatif dan demokratis. Dengan ini, kemungkinan-kemungkinan negatif akan dapat segera teridentifikasi dan menghasilkan keputusan yang terbaik.

Tidak Usah Khawatir dengan Pivot

Di dunia bisnis, pivot berarti sebuah aktivitas pengembangan bisnis dengan mengubah model bisnis namun tetap konsisten berpegang terhadap visi perusahaan atau bisnis. Perubahan model atau keputusan ini adalah hal yang wajar, jadi tidak perlu khawatir. Pemimpin beserta tim yang sukses pasti sadar bahwa untuk menghadapi kondisi yang terus berubah akan selalu membutuhkan keputusan yang terus berubah yang dibarengi dengan pertimbangan yang matang. 

Buat Alternatif 

Simulasi yang dilakukan oleh ATD menunjukkan jika pemimpin dan tim yang sukses adalah yang selalu mampu memertimbangkan sudut pandang alternatif. Pemimpin yang efektif akan mempertimbangkan setiap kondisi dan masalah dari berbagai macam perspektif. Oleh karena itu, selalu berdiskusi dan bersosialisasi dengan pihak-pihak terkait menjadi sangat penting untuk mendapatkan perspektif-perspektif yang berbeda. Apalagi di konteks pemerintahan, Ety menyampaikan bahwa proses diskusi dan sosialisasi ini jelas menjadi kunci ketika hendak membuat sebuah keputusan. 

Misalnya ketika pembentukan rancangan peraturan daerah (raperda), pemerintah tidak asal membentuk begitu saja, pasti pembentukannya sudah melalui proses public hearing, diskusi, dan sosialisasi yang panjang agar nantinya dapat meminimalisir aksi protes dan demo. Oleh karena itu, supaya dapat membuat keputusan yang benar dan konsisten harus melibatkan masyarakatnya sehingga masyarakat tidak kaget dan banyak yang dapat menerima keputusannya.

Apalagi di konteks pemerintahan, proses diskusi dan sosialisasi ini jelas menjadi kunci ketika hendak membuat sebuah keputusan. 

Ety Iswara, SH., MH

Sederhananya, pedoman bagi pemimpin dalam membuat keputusan adalah mengidentifikasikan apa saja permasalahannya, kemudian pastikan libatkan tim untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang terjadi, lalu cari perspektif dari pihak-pihak yang terkait. Sesudah itu, ambil keputusan dengan bijak dan tidak perlu khawatir jika keputusan harus berubah sesuai dengan kondisi yang berubah pula. Dengan demikian, diharapkan keputusan yang diambil akan benar-benar efektif dan konsisten dalam menyelesaikan persoalan yang ada.

 

Referensi

UNC-TV. (2018) How Many Daily Decisions Do We Make? UNC-TV Science. http://science.unctv.org/content/reportersblog/choices#:~:text=We%20make%20thousands%20of%20choices%20every%20day&text=And%20as%20your%20level%20of,remotely%20conscious%20decisions%20each%20day

Confer, M. (2019) 4 Key Components of Effective Decision Making for Leaders. ATD BLOG. https://www.td.org/insights/4-key-components-of-effective-decision-making-for-leaders

Photo by: Unsplash.com

Avatar

Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.