BlogTips Ini Bantu Jaga Produktifitas Tim Kerjamu, Berani Coba?

Tia Muhamad RezaFebruary 17, 2020271
https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2020/02/austin-distel-wD1LRb9OeEo-unsplash-1-1280x960.jpg
Dalam sebuah organisasi kita pasti dihadapkan dengan berbagai macam jenis orang. Tidak jarang perbedaan itu memicu terjadinya konflik dalam sebuah organisasi. Bagaimana meminimalisir agar hal itu tidak terjadi? Tips ini barangkali bisa membantumu. 

 

Memahami karakter atau kepribadian tim kerja kita ternyata efeknya besar, lho. Dengan memahami perbedaan karakter, kita bisa membantu kerja tim menjadi lebih efektif dan efisien. Konflik-konflik teknis yang berasal dari kesalahan komunikasi dapat dicegah dengan mengetahui kepribadian satu sama lain. Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk dapat mengenal kepribadian, salah satunya adalah DISC.

DISC adalah alat ukur kepribadian yang dikemukakan oleh seorang Psikolog asal Amerika Serikat bernama Dr. William Moulton Marston pada awal 1920. DISC dikelompokan berdasarkan pola interaksi manusia satu sama lain seperti ketegasan (assertiveness), komunikasi (communication), kesabaran (patience), dan struktur (structure).

Teori DISC mengelompokan manusia menjadi 4 tipe perilaku, yakni dominance, influence, steadiness dan compliance. Pada dasarnya setiap orang memiliki keempat komponen perilaku tersebut, hanya saja komposisi antarsatu dengan lainnya berbeda. Berikut penjelasan detail terkait DISC:

1. Dominance

“Apa gunanya bermain jika tujuannya bukanlah menang?”

Secara umum tipe ini termotivasi oleh kemenangan, kompetisi, dan kesuksesan. Tipe D mengagungkan kompetensi, hasil yang konkrit dan kebebasan pribadi. Tipe D juga senang dengan tantangan dan cenderung mendominasi ketika berinteraksi. Beberapa sifat yang menggambarkan tipe D adalah pengendali, to the point, berani, berkemauan keras, percaya diri, bertekad, dan cepat.

Ada beberapa hal dasar yang perlu dilakukan ketika berinteraksi dengan tipe D, misalnya jika berbicara langsung saja pada intinya, berbicara dengan singkat dan padat, jika berdiskusi fokuskan solusi, serta hindari membuat generalisasi.

2. Influence

“Siapa pun yang bahagia akan membuat orang lain bahagia juga.”

Secara umum tipe influence termotivasi oleh pengakuan sosial, kegiatan berkelompok, dan hubungan interpersonal. Tipe ini mengagungkan sharing, kebebasan berekspresi, dan individualitas. Seorang I senang sekali bercerita dan berinteraksi dengan banyak orang. Semakin banyak orang yang bekerja bersama sosok I, semakin berenergilah dia. Beberapa sifat yang menggambarkan tipe I adalah kolaboratif, mampu mencairkan suasana, antusias, impulsif, optimis, dan persuasi.

Beberapa hal dasar yang perlu diperhatikan ketika berinteraksi dengan tipe I adalah jika berdiskusi izinkan mereka untuk bertanya dan berbicara lebih banyak, lalu fokuslah pada hal-hal yang positif, hindari memberikan hal-hal yang detail, dan jangan menyela pembicaraan mereka.

3. Steadiness

“Jika tidak ada yang salah, kenapa harus diubah?”

Secara umum tipe ini termotivasi oleh kerjasama, kesempatan menolong, dan penghargaan yang tulus. Sosok steadiness mengagungkan value loyalitas, keamanan, dan menolong sesama. Seorang steadiness adalah orang yang cinta damai, tidak menyenangi konflik. Sifat dasar yang menggambarkan tipe S adalah tenang, sabar, bisa ditebak, stabil, hangat, dan pasif.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berinteraksi dengan tipe S adalah bersikaplah ramah, jadilah sepersonal mungkin, luangkan waktu untuk memberikan karifikasi dan penjelasan, bersikap sopan, dan hindari konfrontatif ataupun agresif.

4. Compliance

“Lebih sedikit waktu yang dibutuhkan untuk melakukan hal yang benar daripada menjelaskan mengapa Anda melakukan kesalahan.”

Secara umum tipe ini termotivasi dengan kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan, menunjukkan expertise, dan kualitas pekerjaan. Value yang dianut oleh orang compliance adalah akurasi dan kualitas. Seorang compliance adalah orang yang senang dengan data dan fakta. Sifat dasar yang menggambarkan tipe C adalah sistematis, objektif, analitis, diplomatis, akurat, waspada, dan pendiam.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berinteraksi dengan tipe C adalah fokus pada fakta dan detail, minimalkan bahasa emosional, sabar, persisten, dan diplomatis.

Secara umum begitulah William Moulton mengelompokan manusia dalam teori DISC. Perlu dipahami bahwa dalam DISC semua tipe kepribadian memiliki nilai yang sama, tidak ada yang lebih baik maupun lebih buruk. DISC tidak menunjukan kualitas pengetahuan dan keterampilan seseorang. Selain digunakan untuk memahami orang lain, pembagian tipe kepribadian ini juga dapat digunakan untuk lebih memahami diri sehingga dapat lebih optimal dan efektif dalam mengembangkan diri.

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.

Deep Space | Jl. Melawai X No.9 Melawai, Kec. Kby. Baru, DKI Jakarta 12160

info@pemimpin.id

Pemimpin.ID 2019