JurnalTips Ini Bantu Jaga Produktifitas Tim Kerjamu, Berani Coba?

Tia Muhamad RezaFebruary 17, 20201009
https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2020/02/austin-distel-wD1LRb9OeEo-unsplash-1-1280x960.jpg
Dalam sebuah organisasi kita pasti dihadapkan dengan berbagai macam jenis orang. Tidak jarang perbedaan itu memicu terjadinya konflik dalam sebuah organisasi. Bagaimana meminimalisir agar hal itu tidak terjadi? Tips ini barangkali bisa membantumu. 

 

Memahami karakter atau kepribadian tim kerja kita ternyata efeknya besar, lho. Dengan memahami perbedaan karakter, kita bisa membantu kerja tim menjadi lebih efektif dan efisien. Konflik-konflik teknis yang berasal dari kesalahan komunikasi dapat dicegah dengan mengetahui kepribadian satu sama lain. Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk dapat mengenal kepribadian, salah satunya adalah DISC.

DISC adalah sebuah model yang dikemukakakn oleh seorang psikolog fisiologis asal Amerika Serikat bernama Dr. William Moulton Marston pada 1928. Dr. William memaparkan model ini dalam bukunya yang berjudul Emotions of Normal People. Dalam bukunya ini Dr. William hanya memaparkan modelnya saja, tidak membuat instrumen assessment. Instrumen assessment dikembangkan oleh orang lain berdasarkan model yang dibuatnya. Hal tersebut menyebabkan instrumen assessment yang muncul dari DISC dapat berbeda antara satu dan lainnya.

Tes DISC pada umumnya menghasilkan dua style, yakni adapted style dan natural style. Kedua style ini muncul dari dari jawaban kamu atas pertanyaan yang paling sesuai dengan kamu (most) dan paling tidak sesuai dengan kamu (least).

Lalu apa itu adapted style dan natural style?

1. Adapted Style

Adapted style ini mewakili diri kamu saat memakai topeng. Artinya style ini muncul saat kamu berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan. Style inilah yang berusaha kamu tunjukan kepada orang lain dengan penuh kesadaran. Karena dilakukan dengan penuh kesadaran, kamu memerlukan banyak energi (baterai) untuk tetap berada dalam adapted style ini. Orang-orang yang belum/tidak kenal dekat dengan kamu akan sering menebak dengan karakter adapted style kamu.

Style ini dihasilkan dari pertanyaan yang paling sesuai dengan kamu (most). Interpretasi angkanya adalah semakin tinggi angka most di satu tipe, maka itulah adapted style kamu. 

Style ini menunjukan kondisi diri seseorang yang dibentuk oleh lingkungan pekerjaan, lingkungan tempat tinggal, kondisi pergaulan, dan faktor lingkungan lainnya. Style ini terbentuk karena secara naluriah manusia adalah makhluk yang senantiasa beradaptasi untuk bertahan hidup (survival), sehingga manusia terus menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Style ini mudah berubah seiring dengan berjalannya waktu, terutama ketika kamu berpindah ke lingkungan yang jauh berbeda. Jika kamu melakukan test DISC lagi satu tahun kemudian, kemungkinan adapted style kamu akan berubah.

2. Natural Style

Natural style ini menujukan reaksi reflek kamu. Artinya secara natural kamu akan memunculkan style ini, bahkan tanpa memerlukan energi. Ini merupakan diri kamu yang natural, kamu yang apa adanya. Karakter yang kamu bawa sejak kecil, sehingga kemungkinan berubahnya cukup kecil.

Style ini dihasilkan dari pertanyaan yang dianggap paling tidak sesuai dengan kamu (least). Menurut penelitian manusia cenderung memungkiri dirinya, sehingga semakin tidak memilih least pada salah satu tipe artinya semakin tinggi kecenderungannya atas tipe tersebut. Interpretasi angkanya pun berkebalikan dengan interpretasi angka pada adapted style. Semakin kecil angka least di satu tipe, maka itulah natural style kamu.

Style ini bisa muncul tanpa kamu sadari, bahkan ketika kamu kehabisan energi (kelelahan) atau sedang dalam tekanan. Itulah kenapa orang yang sudah kenal dekat dengan kamu akan lebih tahu kondisi natural style kamu dibandingkan dengan orang yang belum/tidak dekat denganmu. Ini juga yang menjadi alasan kenapa orang berkata bahwa karakter asli pasangan akan muncul setelah menikah.

Idealnya kedua style ini tidak memiliki perbedaan yang besar, karena semakin besar perbedaan antara adapted dan natural style akan membuat semakin banyak energi yang dihabiskan untuk beradaptasi. Jika hal ini berlangsung secara terus menerus dalam jangka panjang dapat menimbulkan stres, tertekan, dan tidak bahagia.


 

Secara umum DISC dikelompokan berdasarkan pola interaksi manusia satu sama lain seperti ketegasan (assertiveness), komunikasi (communication), kesabaran (patience), dan struktur (structure). Teori DISC mengelompokan manusia menjadi 4 tipe perilaku, yakni dominance, influence, steadiness dan compliance. Pada dasarnya setiap orang memiliki keempat komponen perilaku tersebut, hanya saja komposisi antarsatu dengan lainnya berbeda. Berikut penjelasan detail terkait DISC:

1. Dominance

“Apa gunanya bermain jika tujuannya bukanlah menang?”

Secara umum tipe ini termotivasi oleh kemenangan, kompetisi, dan kesuksesan. Tipe D mengagungkan kompetensi, hasil yang konkrit dan kebebasan pribadi. Tipe D juga senang dengan tantangan dan cenderung mendominasi ketika berinteraksi. Beberapa sifat yang menggambarkan tipe D adalah pengendali, to the point, berani, berkemauan keras, percaya diri, bertekad, dan cepat.

Ada beberapa hal dasar yang perlu dilakukan ketika berinteraksi dengan tipe D, misalnya jika berbicara langsung saja pada intinya, berbicara dengan singkat dan padat, jika berdiskusi fokuskan solusi, serta hindari membuat generalisasi.

2. Influence

“Siapa pun yang bahagia akan membuat orang lain bahagia juga.”

Secara umum tipe influence termotivasi oleh pengakuan sosial, kegiatan berkelompok, dan hubungan interpersonal. Tipe ini mengagungkan sharing, kebebasan berekspresi, dan individualitas. Seorang I senang sekali bercerita dan berinteraksi dengan banyak orang. Semakin banyak orang yang bekerja bersama sosok I, semakin berenergilah dia. Beberapa sifat yang menggambarkan tipe I adalah kolaboratif, mampu mencairkan suasana, antusias, impulsif, optimis, dan persuasi.

Beberapa hal dasar yang perlu diperhatikan ketika berinteraksi dengan tipe I adalah jika berdiskusi izinkan mereka untuk bertanya dan berbicara lebih banyak, lalu fokuslah pada hal-hal yang positif, hindari memberikan hal-hal yang detail, dan jangan menyela pembicaraan mereka.

3. Steadiness

“Jika tidak ada yang salah, kenapa harus diubah?”

Secara umum tipe ini termotivasi oleh kerjasama, kesempatan menolong, dan penghargaan yang tulus. Sosok steadiness mengagungkan value loyalitas, keamanan, dan menolong sesama. Seorang steadiness adalah orang yang cinta damai, tidak menyenangi konflik. Sifat dasar yang menggambarkan tipe S adalah tenang, sabar, bisa ditebak, stabil, hangat, dan pasif.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berinteraksi dengan tipe S adalah bersikaplah ramah, jadilah sepersonal mungkin, luangkan waktu untuk memberikan karifikasi dan penjelasan, bersikap sopan, dan hindari konfrontatif ataupun agresif.

4. Compliance

“Lebih sedikit waktu yang dibutuhkan untuk melakukan hal yang benar daripada menjelaskan mengapa kamu melakukan kesalahan.”

Secara umum tipe ini termotivasi dengan kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan, menunjukkan expertise, dan kualitas pekerjaan. Value yang dianut oleh orang compliance adalah akurasi dan kualitas. Seorang compliance adalah orang yang senang dengan data dan fakta. Sifat dasar yang menggambarkan tipe C adalah sistematis, objektif, analitis, diplomatis, akurat, waspada, dan pendiam.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berinteraksi dengan tipe C adalah fokus pada fakta dan detail, minimalkan bahasa emosional, sabar, persisten, dan diplomatis.

Secara umum begitulah William Moulton mengelompokan manusia dalam teori DISC. Perlu dipahami bahwa dalam DISC semua tipe kepribadian memiliki nilai yang sama, tidak ada yang lebih baik maupun lebih buruk. DISC tidak menunjukan kualitas pengetahuan dan keterampilan seseorang. Selain digunakan untuk memahami orang lain, pembagian tipe kepribadian ini juga dapat digunakan untuk lebih memahami diri sehingga dapat lebih optimal dan efektif dalam mengembangkan diri.

Pranala
•Everything DISC A Wiley Brand. (2015). DISC Overview. www.discprofile.com/what-is-disc/overview/
•Shin, E. (2017). The DISC Codes. Jakarta: Ace Learnings

Pemimpin.ID 2019 - 2020