ArtikelTipe-Tipe Kepemimpinan untuk Menyeimbangkan Produktivitas dan Motivasi Anggota Tim (Managerial Grid Leadership Model)

Pemimpin.IDFebruary 12, 2021146
pexels-pixabay-278890

Oleh: Shania Aulia (Intern di Research Team Pemimpin ID)

 

Apa Itu Model Kepemimpinan Managerial Grid?

Ini adalah salah satu teori untuk menentukan gaya kepemimpinan seseorang. Teori ini berfokus pada dua aspek penilaian, yaitu tingkat produktivitas (kepedulian terhadap tugas) dan motivasi tim (kepedulian terhadap hubungan dengan tim).

 

Sejarah singkat

Dalam penelitiannya, Robert Blake dan Jane Mouton mencoba mengembangkan Teori X dan Y milik Douglas McGregor dengan menggunakan variabel utama kepedulian pada orang dan fokus terhadap hasil. Mereka menemukan bahwa model perilaku manajemen seorang pemimpin bervariasi berdasarkan dua hal: perhatiannya pada orang dan perhatiannya pada hasil. Berikut penjelasan singkatnya:

  1. Perhatian pada Orang

Variabel ini merupakan perilaku pemimpin dalam mempertimbangkan kebutuhan anggota tim, kepentingan mereka, dan bidang pengembangan pribadi ketika memutuskan cara terbaik untuk menyelesaikan tugas. 

  1. Perhatian pada Hasil

Variabel ini merupakan perilaku pemimpin dalam menekankan target yang konkret, efisiensi organisasi, dan produktivitas yang tinggi ketika memutuskan cara terbaik untuk menyelesaikan tugas. 

 

Tipe Kepemimpinan dalam Managerial Grid

Sumber: ubm.ac.id

 

Melalui variabel “perhatian pada orang” dan “perhatian pada hasil”, Blake dan Mouton mendefinisikan lima gaya kepemimpinan sebagai berikut:

 

  • Impoverished Management (Tidak Perhatian pada Orang dan Hasil)

Pemimpin dengan gaya ini memiliki perhatian yang rendah terhadap tim dan tugas. Terdapat pro kontra mengenai gaya ini, ada yang menganggap bahwa dengan gaya ini pemimpin ingin mengajarkan tim mereka untuk mandiri dan meningkatkan produksi dengan membiarkan tim bereksplorasi dengan tidak ikut campur dalam pemecahan masalah meskipun berdampak pada produksi sementara waktu. Maka dari itu, gaya ini dinilai cukup baik apabila hanya dilakukan dalam jangka waktu yang pendek.

 

Namun, di sisi lain ada yang beranggapan bahwa gaya ini merupakan gaya yang paling tidak efektif karena pemimpin dengan gaya ini dinilai hanya peduli dengan diri mereka sendiri dan takut untuk membuat kesalahan.

 

  • Country Club Management (Tidak Perhatian pada Hasil, tapi Perhatian pada Orang)

Pemimpin dengan gaya ini memiliki perhatian tinggi pada tim dan biasanya keterlibatan yang dekat dengan banyak anggota, tetapi memiliki perhatian yang rendah terhadap tugas yang ada. Gaya ini biasanya umum digunakan para pemimpin yang takut mengecewakan orang, dan/atau yang takut ditolak dan tidak disukai.

 

Gaya ini dinilai memiliki kelebihan, yaitu dapat menciptakan suasana kerja yang nyaman dan bersahabat di dalam tim. Sebaliknya, kedekatan yang diciptakan seringkali menjadikan tim lupa diri dan menyepelekan tugas yang ada. Maka, tak jarang target malah tidak tercapai.

 

  • Middle of the Road (Setengah-Setengah dalam Perhatian pada Hasil dan Orang)

Kepemimpinan dengan gaya ini pada dasarnya tidak memiliki kompromi yang efektif antara variabel orang dan hasil. Besarnya perhatian yang diberikan untuk hasil dan orang dipaksakan harus selalu sama, sehingga terkadang pemimpin menemui kesulitan untuk menyamaratakan antara keduanya.

 

Pemimpin yang mengadopsi pendekatan perilaku ini mencoba untuk memenuhi kebutuhan tugas dan pengikut mereka sampai batas tertentu, tetapi tidak melakukannya dengan keyakinan, keterampilan, atau wawasan, sehingga hal tersebut berpengaruh pada tingkat keefektifannya.

 

Pada dasarnya, kepemimpinan dianggap membutuhkan tingkat otoritas alami dan ketegasan yang baik, sehingga pemimpin dengan gaya ini diharapkan dapat melakukan perbaikan agar performa yang dihasilkan tidak hanya rata-rata.

 

  • Authority-Compliance Management (Tidak Perhatian pada Orang, tapi Perhatian pada Hasil)

Pemimpin dengan gaya ini lebih berfokus pada tugas dan hasil dibandingkan dengan kepedulian terhadap tim. Gaya ini sering disebut juga dengan otokratis. Bahkan pada kasus tertentu dianggap sebagai gaya diktator karena sering kali mencoba mengancam melalui hukuman, seperti dipecat atau potong gaji.

 

Pemimpin yang menggunakan gaya ini, biasanya berusaha untuk mengontrol dan mendominasi orang lain untuk menyelesaikan sesuai yang diharapkan. Selain itu, ia juga berpandangan bahwa staf harus bersyukur bisa dipekerjakan dan dibayar. 

 

Gaya ini bisa dianggap efektif jika dilakukan dalam jangka waktu yang pendek terutama ketika perusahaan berada di posisi yang krisis. Harapannya, tim akan lebih bersemangat untuk keluar dari masa krisis itu. Namun, bisa jadi bumerang ketika banyak anggota tim yang akhirnya memutuskan pergi.

 

  • Team Management (Peduli Orang dan Produktivitas)

Pemimpin dengan gaya ini memiliki keterlibatan yang tinggi dalam tim dan dapat melakukan komunikasi yang terorganisasi dengan baik, sehingga tujuan sering tercapai dengan baik. Blake dan Mouton melihat ini sebagai pendekatan perilaku yang ideal.

 

Para pemimpin yang berperilaku seperti ini dinilai berhasil memadukan perhatian untuk orang dan tujuan organisasi. Pendekatan yang dilakukan biasanya menggunakan pendekatan kerja tim kolaboratif dan banyak konsultasi agar tercipta motivasi tim yang tinggi untuk mencapai tujuan organisasi. Gaya ini biasanya membutuhkan pengikut/kelompok yang matang dan terampil untuk tingkat keterlibatan yang tinggi. 

 

Gaya ini dinilai sulit digunakan, dan mungkin tidak disarankan saat mengarahkan orang yang tidak berpengalaman untuk memberikan hasil yang menantang dan penting di area baru atau asing.

 

Keuntungan dan Kekurangan 

Keuntungan

  • Dapat membantu para pemimpin memahami gaya kepemimpinan alami mereka melalui dua dimensi yang ada.
  • Dapat membantu pemimpin dalam pembuatan rencana pengelolaan tim dengan mengembangkan gaya kepemimpinan anggotanya menjadi lebih sesuai dan terarah.

 

Kekurangan 

  • Modelnya terlalu sederhana. Ada banyak aspek manajemen dan kepemimpinan yang tidak disertakan dalam model.
  • Metode ini dianggap pada dasarnya mengabaikan signifikansi kendala internal dan eksternal, konteks, keadaan, dan situasi.

 

Penerapan metode ini biasanya untuk menganalisis atau melatih seorang manajer, khususnya mengenai keterampilan hubungan, seperti: menangani kritik, inisiatif, pengambilan keputusan, resolusi konflik, advokasi (mengungkapkan pendapat, ide), penyelidikan (pencarian informasi) dan ketahanan (bereaksi terhadap masalah atau kegagalan).

 

Referensi

 

Blake and Mouton’s Managerial Grid. (2018). Blake and Mouton’s Managerial Grid. http://bossforworld.blogspot.com/2018/12/blake-and-moutons-managerial-grid.html

Chapman, A. (2018). Behavioural leadership/managerial grid: Blake and Mouton – businessballs.com. Businessballs.com. https://www.businessballs.com/leadership-models/behavioural-leadership-managerial-grid-blake-and-mouton/

Clayton, M. (2017, May 16). Robert Blake & Jane Mouton: Managerial Grid – management pocketbooks. Management Pocketbooks. https://www.pocketbook.co.uk/blog/2017/05/16/robert-blake-jane-mouton-managerial-grid/

Eersel, F. M. van. (n.d.). ALL about Blake and Mouton’s Managerial Grid – 12 manage. Www.12manage.com. Retrieved January 8, 2021, from https://www.12manage.com/methods_blake_mouton_managerial_grid.html

Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.