Ensiklopedia PemimpinTipe-Tipe Gaya Komunikasi bagi Pemimpin

Avatar Pemimpin.IDFebruary 10, 2021299
pexels-tirachard-kumtanom-601170

Oleh : Shania Aulia (Intern di Research Team Pemimpin ID)

 

Komunikasi menjadi faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi. Tanpa adanya komunikasi yang baik, organisasi tidak akan bisa mencapai tujuan bersamanya. Namun, beberapa orang orang terkadang merasa kesulitan mengimbangi gaya komunikasi dari pemimpin mereka. 

 

Berdasarkan kuesioner mengenai gaya komunikasi milik Solomon Marcus pada tahun 1987 yang dikutip dari jurnal Comparative Study Regarding Communication Styles of The Students, terdapat empat gaya komunikasi, yaitu

 

  • Asertif (Assertive)

Gaya komunikasi asertif menitikberatkan pada keberanian pemimpin dalam menyatakan pendapat dan perasaannya dengan jelas dan tegas. Pemimpin dengan gaya ini berani dalam menyuarakan hak dan kebutuhannya tanpa melanggar hak orang lain. Mereka dapat menghargai diri sendiri, waktu, dan kebutuhan mereka dari segi emosional, spiritual, dan fisik karena tidak mudah terbawa arus diskusi atau percakapan maupun suara mayoritas. Meski demikian, mereka tetap membuat orang lain merasa nyaman, sehingga dapat dengan mudah memfasilitasi diskusi yang produktif. 

 

  • Pasif (Passive)

Pemimpin dengan gaya ini akan dinilai kurang menonjol karena cenderung pendiam, sering menjadi yes man dan sulit melakukan penolakan. Mereka termasuk orang yang mudah bergaul meski tidak intens, sehingga membuat mereka tidak menyadari kemunculan sebuah permasalahan di sekitar mereka.

 

Selain itu, biasanya pemimpin dengan gaya ini tidak bisa tegas dengan dirinya karena tidak bisa mengungkapkan perasaan kepada orang lain. Tidak mudah juga bagi orang lain atau anggota tim memahami mereka. Alhasil terkadang pemimpin ini merasa kelelahan akibat selalu mengiyakan, termasuk dalam beban kerja.

 

  • Agresif (Aggressive)

Berkebalikan dengan pasif, gaya komunikasi ini dianggap lebih berani karena sering mengungkapkan pikiran dan perasaan mereka bahkan cenderung mendominasi percakapan dan seringkali mengorbankan orang lain untuk menjadi bahan pembicaraan mereka. Bahkan ekstremnya, pemimpin dengan gaya ini biasa bereaksi sebelum berpikir, hal tersebut dapat berdampak pada tingkat hubungan dan produktivitas dalam jangka panjang, serta keefektifan interpersonal mereka dengan anggota tim.

 

Orang dengan gaya komunikasi seperti ini dianggap cukup baik untuk menjadi pemimpin. Namun, mereka tetap harus belajar untuk bersikap tenang mereka dalam menanggapi segala sesuatu. Terkadang sifatnya yang terkesan menuntut juga membuat pemimpin kesulitan mendapatkan respect dari anggotanya karena mereka cenderung takut dengan apa yang akan disampaikan pemimpinnya. 

 

  • Pasif-Agresif (Passive Aggressive)

Seseorang dengan gaya kepemimpinan ini tampak pasif di permukaan, tetapi seringkali memiliki motivasi yang lebih agresif dalam mendorong tindakan mereka. Meskipun kata-katanya mungkin terdengar menyenangkan, tindakan mereka tidak selalu sejalan dengan apa yang mereka katakan. Pemimpin pasif-agresif dapat menjadi manipulatif secara diam-diam untuk mengubah situasi supaya menguntungkan mereka.

 

Contoh Kalimat yang Dilontarkan oleh Masing-Masing Gaya Komunikasi

  • Asertif
  • “Saya merasa cara ini adalah cara terbaik, tetapi saya benar-benar ingin mendengar pendapat Anda tentang itu.”
  • “Saya 100% bertanggung jawab atas keputusan yang saya ambil, begitu juga dengan kalian.”
  • Pasif
  • “Saya hanya ingin menjaga perdamaian.”
  • “Saya enggan untuk memicu konflik.”
  • Agresif
  • “Saya benar dan kamu salah.”
  • “Karena saya yang bilang gitu”
  • “Saya berhak …”
  • Pasif-Agresif
  • “Baik, terserah.”
  • Setelah mengatakan sesuatu yang kasar, sarkastik, atau merusak, ia akan berkata,  “Saya hanya bercanda.”

 

Sebagai Pemimpin, Bagaimana Cara Menghadapi Anggota dengan Gaya Komunikasinya Masing-Masing?

  • Asertif

Jika Anda memiliki rekan yang tegas di tim Anda, minta mereka untuk membagikan ide, tempatkan mereka pada posisi kepemimpinan, dan minta bantuan mereka untuk menangani rekan lain yang memiliki gaya komunikasi pasif, pasif-agresif, dan bahkan agresif.

 

  • Pasif
  1. Lakukan pendekatan langsung. Mulailah percakapan satu lawan satu, karena interaksi pribadi seringkali lebih nyaman bagi komunikator pasif daripada pengaturan kelompok.
  2. Mintalah ide dan pendapat secara tajam. Berikan banyak waktu bagi mereka untuk memikirkan tanggapan mereka.
  3. Gunakan bahasa luas yang mendorong tanggapan yang lebih mendalam. Hindari menanyakan pertanyaan ya atau tidak. Tetap sabar dengan keheningan yang lama karena individu pasif sering kali meluangkan waktu untuk memikirkan tanggapan.

 

  • Agresif
  1. Bersikaplah tenang dan tegas. Cobalah untuk tidak membiarkan sifat komunikator yang agresif mengintimidasi. Fokuskan percakapan Anda pada pendekatan yang dapat ditindaklanjuti untuk masalah tersebut.
  2. Jaga agar percakapan tetap profesional. Jauhkan percakapan dari masalah atau emosi pribadi.
  3. Ketahui kapan harus pergi. Jauhi situasi jika komunikator agresif menjadi terlalu menuntut atau Anda tidak lagi membuat kemajuan positif.

 

  • Pasif-Agresif
  1. Buat permintaan yang jelas. Cobalah untuk tidak memberikan ruang untuk salah tafsir atau kebingungan.
  2. Hadapi perilaku negatif. Jika Anda melihat rekan kerja pasif-agresif meremehkan pekerjaan Anda atau bertindak tidak profesional, coba ajak mereka bicara tentang pengamatan Anda. Pertimbangkan untuk mengulang di manajer jika percakapan Anda tidak menghasilkan perubahan.
  3. Minta tanggapan mereka. Mintalah umpan balik mereka secara langsung dalam situasi 1: 1 untuk mencoba memperoleh komunikasi, ide, dan umpan balik yang jujur.

 

Referensi :

4 Communication Styles in the Workplace | Indeed.com. (2020). Www.indeed.com. https://www.indeed.com/career-advice/career-development/communication-styles

Christian, L. (2019, August 22). Understanding the 4 communication styles: What’s yours? SoulSalt. https://soulsalt.com/communication-style/

Pânişoară, G., Sandu, C., Pânişoară, I.-O., & Duţă, N. (2015). Comparative study regarding communication styles of the students. Procedia – Social and Behavioral Sciences, 186, 202–208. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.04.066

Whitney. (2019, April 9). 4 types of communication styles | communication at work. Info Graphic World. https://infographicworld.com/communication-styles-workplace/

 

Photo by: Tirachard K

Avatar

Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.