Ensiklopedia PemimpinHeadlineThe Lean Startup: Panduan bagi Pemimpin yang Ingin Menaklukkan Ketidakpastian

Redaksi Pemimpin.IDFebruary 20, 202138
pexels-luis-del-río-15286

Oleh: Nurul Aulia (Volunteer Research and Development Pemimpin.id)

Apa Itu The Lean Startup?

Metodologi The Lean Startup adalah metode mengelola dan membangun startup dengan bereksperimen, menguji, dan iterasi saat mengembangkan produk berdasarkan temuan dari tes dan umpan balik. Metode manajemen dan pengembangan produk ini dirancang untuk memberikan produk kepada pelanggan dengan kecepatan yang lebih cepat, dan berfokus pada fitur produk yang telah divalidasi pada berbagai tahap dalam siklus pengembangan produk. Pengusaha Eric Ries pertama kali memperkenalkan metode ini dalam sebuah buku yang ia tulis pada tahun 2008, yang berjudul “The Lean Startup: How Today’s Entrepreneurs Use Continuous Innovation to Create Radically Successful Business”.

Definisi Startup

Meski terkesan kental dengan istilah bisnis, startup tidak harus selalu bermakna demikian. Menurut Ries, startup bisa dipahami sebagai, “Sebuah institusi manusia yang ditujukan untuk menyediakan produk atau jasa di bawah kondisi ketidakpastian yang ekstrem.” Melalui definisi ini, organisasi nonprofit, komunitas sosial, hingga sektor pemerintahan pun dapat dikategorikan sebagai sebuah startup asal memenuhi syarat berikut:

  • Berupa lembaga yang dioperasikan manusia
  • Menyediakan produk atau jasa
  • Berada di tengah kondisi yang tidak stabil (volatile, uncertain, changing, dan ambiguous [VUCA])

 

Tujuan The Lean Startup

Tujuan penggunaan metode ini adalah untuk menyingkirkan praktik yang boros selama tahap awal perusahaan sehingga memberikan kemungkinan lebih tinggi bagi startup untuk sukses dalam jangka panjang. Startup dapat meraih kesuksesan tanpa memerlukan dana dalam jumlah besar dan rencana bisnis yang komprehensif. 

Agar proses lean startup berhasil, startup yang menggunakannya perlu fokus untuk mendapatkan umpan balik pelanggan pada produk awal. Umpan balik ini akan membantu Anda melakukan perubahan dan iterasi pada produk yang akan memungkinkannya untuk ditingkatkan dari waktu ke waktu sesuai dengan keinginan pelanggan. Metode lean startup ditujukan untuk memanfaatkan sumber daya secara efisien melalui proses belajar secepat-cepatnya.

Tiga Prinsip Utama Metode The Lean Startup

Pertama, daripada terlibat dalam perencanaan dan penelitian selama berbulan-bulan, pemimpin harus menganggap bahwa semua gagasan yang mereka miliki pada awal pembentukan startup adalah serangkaian hipotesis yang belum teruji. Jadi, alih-alih menulis rencana bisnis yang rumit, hipotesis tersebut perlu diringkas dalam kerangka yang disebut kanvas model bisnis (business model canvas). Pada dasarnya, ini adalah diagram tentang bagaimana perusahaan menciptakan nilai jual untuk dirinya sendiri dan pelanggannya.

Kedua, the lean startup mendatangi pelanggan secara langsung untuk menguji hipotesis mereka. Mereka meminta umpan balik kepada calon pengguna, pembeli, dan mitra tentang semua elemen model bisnis, termasuk fitur produk, harga, saluran distribusi, dan strategi akuisisi pelanggan yang terjangkau. Penekanannya adalah pada kegesitan dan kecepatan: Usaha baru dengan cepat menguji produk minimum yang layak (minimum viable product) dan segera mendapatkan umpan balik pelanggan. Kemudian, dengan menggunakan masukan pelanggan untuk merevisi asumsi mereka, mereka memulai siklus lagi, menguji penawaran yang didesain ulang dan membuat penyesuaian (iterasi) atau mengubah haluan (pivot) jika idenya yang tidak berhasil. 

Ketiga, lean startup mempraktikkan agile development, yang berasal dari industri perangkat lunak. Agile development bekerja seiring dengan pengembangan pelanggan. Tidak seperti siklus pengembangan produk sepanjang tahun pada umumnya yang mengandaikan pengetahuan tentang masalah pelanggan dan kebutuhan produk, agile development menghindari terbuangnya waktu dan sumber daya dengan mengembangkan produk secara berulang dan bertahap. Ini adalah proses ketika perusahaan rintisan menciptakan produk minimum yang layak untuk diuji.

 

Metode The Lean Startup (build-measure-learn)

Build-measure-learn adalah proses pembuatan suatu produk yang dianjurkan dalam the lean startup. Build berarti membuat produknya secara konkret dari gagasan yang abstrak. Measure berarti mengevaluasi keberhasilan produk dalam memberi nilai tambah bagi pengguna. Learn berarti mengambil pembelajaran dari evaluasi yang ada tentang produk tersebut.

 

Dalam melakukan proses build-measure-learn, startup harus bersedia menampilkan produk mereka ke dunia sebelum “selesai”. Tidak hanya itu, mereka pun perlu berbesar hati menerima umpan balik dan menerapkannya. Tujuan dari build-measure-learn bukan untuk membangun produk akhir atau bahkan membangun prototipe produk, tetapi untuk memaksimalkan pembelajaran.

 

Perbedaan The Lean Startup dan Startup Tradisional

The Lean Startup

  • Memungkinkan Anda mengembangkan produk berdasarkan keinginan pasar
  • Menggunakan metode yang telah tervalidasi menentukan minat pelanggan
  • Berfokus pada metrik seperti popularitas produk dan nilai pelanggan seumur hidup
  • Mulai dengan produk yang layak minimum untuk menilai reaksi yang dimiliki pelanggan terhadap produk
  • Eksperimen lebih disukai daripada berpegang pada rencana yang ketat

 

Startup Tradisional 

  • Diawali dengan pembuatan rencana bisnis yang digunakan sebagai struktur kaku untuk beberapa tahun mendatang
  • Melibatkan pembuatan produk secara rahasia sehingga hanya karyawan dan investor yang tahu tentang produk
  • Rencana bisnis hanya digunakan untuk mendapatkan pendanaan investor yang mau membiayai

 

References

Blank, S. (2013, May). Why the lean start-up changes everything. Harvard Business Review. https://hbr.org/2013/05/why-the-lean-start-up-changes-everything

Hartman, K. (2013). A summary of the book: The lean startup how today’s entrepreneurs use continuous innovation to create radically successful businesses (p. ). http://www.kimhartman.se/wp-content/uploads/2013/10/the-lean-startup-summary.pdf

McGowan, E. (2017). What is lean startup methodology and how can it help? Startups.com. https://www.startups.com/library/expert-advice/lean-startup-methodology-can-help

What is the lean startup methodology? (2020). University Lab Partners. https://www.universitylabpartners.org/blog/what-is-lean-startup-methodology

 

Photo by: Luis Del Rio

Redaksi Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.