Ensiklopedia PemimpinCara Memimpin Divisi dalam Organisasi dengan Baik (Teori Strategi Kontingensi Hickson)

pexels-sebastian-voortman-411207

Oleh: Shania Aulia (Intern di Research Team Pemimpin ID) 

 

Apa itu Teori Strategi Kontingensi Hickson?

Menurut Hickson, “Organisasi dapat digambarkan sebagai wadah dari kumpulan departemen atau fungsi yang sejalan untuk mengatasi ketidakpastian.” Istilah kontingensi didefinisikan sebagai sekelompok tugas yang dibutuhkan oleh suatu departemen yang dipengaruhi oleh tugas departemen lain.

 

Teori Strategi Kontingensi Hickson mencoba menganalisis keterkaitan antar sub unit dalam sebuah organisasi dan menyediakan indikator kekuatan dari setiap sub unit tersebut. Melalui analisis kekuatan sub unit ini, seorang pemimpin dapat mengambil keputusan yang strategis di dalam organisasi.

 

Sejarah Singkat

Teori ini ditulis oleh D.J. Hickson pada tahun 1971. Konsep Hickson didasarkan pada pandangan politik dari kemungkinan strategis, yaitu fitur tawar-menawar dan negosiasi dari seorang pemimpin atau sub unit yang menunjukkan kekuatan besar atau ketergantungan sub unit lain dalam suatu organisasi. Hickson mendefinisikan kekuatan sebagai variabel terikat dalam organisasi dengan mendistribusikannya melalui semua sub unit dan departemen.

 

Karakteristik

Teori ini sangat mempercayai bahwa kekuatan seorang pemimpin terletak pada kemampuannya dalam menyelesaikan masalah. Penyelesaian masalah tersebut bisa dibantu dengan kepemilikan hubungan baik dengan departemen maupun individu lain di dalam organisasi. Hickson menilai bahwa teori Great Man kurang tepat karena menurutnya kemampuan seorang pemimpin dinilai efektif bila mampu menyelesaikan masalah yang ada dengan baik bukan hanya dengan kepemilikan karisma semata ataupun sifat kepemimpinan sejak lahir. 

 

Teori ini menyampaikan bahwa adanya hubungan antara kekuatan (power) sub unit dengan beberapa faktor yang berbeda seperti sentralitas, ketidakpastian, dan substitusi sebagai faktor-faktor yang mendefinisikan kekuatan sebuah sub unit. Keempatnya dijelaskan sebagai berikut:

  • Kekuatan subunit (Sub-unit power)

Dalam suatu organisasi, kekuatan sub unit memiliki 3 elemen, yaitu domain, bobot, dan ruang lingkup. Domain mencakup jumlah sub unit lain yang terpengaruh berdasarkan masalah, sedangkan ruang lingkup adalah rentang keputusan yang dipengaruhi oleh masalah, dan bobot adalah tingkat pengaruh sub unit pada masalah.

  • Ketidakpastian (Uncertainty and managing or coping uncertainty)

Setiap organisasi pasti berjalan dalam lingkungan yang tidak pasti. Suatu ketidakpastian dapat menjadi peluang organisasi untuk mengembangkan keunggulan kompetitif yang dimiliki, tapi terkadang hanya sub unit tertentu yang dapat menghadapi dan memberikan solusi atas ketidakpastian tersebut. Misalnya, sub unit yang dapat memprediksi masa depan yang akurat dapat menggunakan langkah-langkah pencegahan, seperti pengembangan produk untuk mencegah penurunan pangsa pasar, sehingga sanggup mempertahankan kekuasaannya dan sub unit lain pun akan bergantung kepada mereka. 

  • Sentralitas

Dalam sistem organisasi, terdapat peran, departemen atau sub unit, dan tugas yang berbeda. Sentralitas suatu sub unit tergantung pada sejauh mana tugasnya terkait dengan sistem organisasi atau dengan sub unit lainnya. Dinyatakan bahwa sub unit menjadi sentral dalam sistem jika aktivitasnya terhubung dengan aktivitas lain yang berbeda dan juga disebut sebagai alur kerja pervasiveness. Sub unit apa pun yang menjadi pusat alur kerja organisasi memainkan peran penting. Oleh karena menjadi pusat dari sistem dan memiliki banyak tanggung jawab, kegagalan sub unit yang bersangkutan dapat memengaruhi seluruh organisasi.

 

Misalnya, sub unit produksi dalam suatu organisasi memainkan peran sentral karena bertanggung jawab atas operasi manufaktur yang mencakup aktivitas unik dan kompleks. Dalam keadaan darurat dalam kerusakan manufaktur, manajer produksi dapat mengelola berbagai hal dengan baik dan menangani serikat pekerja secara efektif.

 

  • Substitusi

Ini mengacu pada kemampuan organisasi mendapatkan alternatif lain untuk menggantikan keterampilan sub unit yang dibutuhkan dalam pekerjaan utama.  Sub unit atau seseorang dengan kekuatan yang tinggi dapat menjadi pemenang alternatif ketika ia memiliki kemampuan yang sekiranya lebih baik dibanding dengan alternatif lain meskipun tidak sesuai dengan pekerjaan utama sekalipun.

 

Contohnya, sub unit produksi memiliki keahlian teknis yang tidak dapat digantikan oleh sub unit lain, sehingga sub unit produksi ini bisa dianggap mempunyai kekuatan yang lebih di antara sub unit yang lain.

 

Pro dan Kontra 

Pro

  • Pemimpin yang menerapkan strategi ini mempercayai bahwa kemampuan utama yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah penyelesaian suatu masalah meskipun tidak memiliki karisma sekalipun. 
  • Dengan kemampuannya dalam memecahkan masalah yang baik, seorang pemimpin dipercaya dapat memberikan peran sentral yang dimiliki dijalankan dengan baik dan efektif. 
  • Teori ini dianggap memiliki orientasi pada penyelesaian tugas dan masalah dengan baik karena dengan kemampuan tersebut dapat mempengaruhi kekuasaan pada suatu sub unit.

 

Kontra

  • Teori ini mendapatkan kritik mengenai pemaknaan dari kemampuan atau keberhasilan penyelesaian suatu masalah itu sendiri. 
  • Pendefinisian kekuatan suatu sub unit dengan besarnya permasalahan yang dihadapi dinilai masih subjektif dan tidak ada pengukuran yang pasti. 
  • Pengaruh stres tidak dipertimbangkan dalam keterampilan pemecahan masalah seorang pemimpin. 
  • Teori ini dianggap menciptakan ketidakpastian karena lebih banyak ketergantungan antar sub unit daripada kemampuan pemecahan masalah.

 

Akibat poin-poin di atas, teori ini mengalami kegagalan dalam aspek rasionalitas dan efisiensi.

 

Contoh

Suatu perusahaan yang terdiri dari beberapa sub unit sedang melakukan sebuah perencanaan untuk sistem perusahaan mereka. Dalam hal ini tim IT dianggap sebagai kekuatan sub unit karena dianggap yang paling mengerti, adapun hal-hal yang dilakukan tim IT di antaranya

  1. Mengatasi Ketidakpastian: 
  • Departemen IT meminimalkan ketidakpastian masalah dengan memberikan informasi yang relevan dan cepat tentang data mentah ke berbagai sub unit atau departemen dari suatu organisasi di seluruh wilayah. 
  • Tersedia berbagai sistem informasi dan perangkat lunak terkait IT yang mengekstrak informasi berguna dari data yang tersedia. Ini sangat berguna dalam pengambilan keputusan strategis, mengidentifikasi peluang dan ancaman bisnis dan yang tidak mungkin dilakukan secara manual. 
  • Sub unit IT ini dapat mengontrol, memanipulasi, dan memproses informasi berkualitas tinggi dan dengan demikian membantu mengurangi ketidakpastian aktivitas sub unit lainnya. Dengan cara ini kekuatan sub unit IT meningkat.
  1. Non-Substitusi: 
  • Solusi IT yang kompleks dan lebih canggih memerlukan keahlian tingkat tinggi untuk mengelola dan menerapkannya. Kekuatan departemen IT meningkat karena sub unit lain tidak dapat menggantikan keahlian yang dibutuhkan dengan sumber daya yang tersedia. 
  • Keterampilan IT tingkat lanjut diperlukan untuk menangani sistem IT yang lebih unik dan canggih dan keterampilan ini sulit didapat. Jadi peningkatan kompleksitas IT dalam suatu organisasi menuntut lebih banyak keandalan pada sub unit IT.
  1. Sentralitas Alur Kerja
  • Ketergantungan organisasi telah ditingkatkan pada sub unit IT untuk mengelola alur kerja dan komunikasi efektif di antara mereka. Sistem IT yang berbeda, misalnya Sistem ERP, dapat mengelola informasi sub unit lain secara terpusat seperti SDM, pemasaran, penjualan, pembelian, produksi, manajemen hubungan pelanggan, dll. Demikian pula, mudah untuk berkomunikasi dan mengelola alur kerja yang disalurkan di berbagai area melalui sistem e-mail. Ini membuat peran sub unit IT menjadi sangat sentral.

Referensi

 

Hickson, D. J., Hinings, C. R., Lee, C. A., Schneck, R. E., & Pennings, J. M. (1971). A strategic contingencies’ theory of intraorganizational power. Administrative Science Quarterly, 16(2), 216. https://doi.org/10.2307/2391831

Strategic contingencies theory. (n.d.). Www.Leadership-Central.com. https://www.leadership-central.com/strategic-contingencies-theory.html

Strategic contingency theory. (n.d.). Studious Guy. Retrieved January 10, 2021, from https://studiousguy.com/strategic-contingency-theory/#:~:text=of%20the%20theory-

 

Photo by: Sebastian Voortman

Redaksi Pemimpin.ID