Ensiklopedia PemimpinTeori Kepemimpinan Great Man, Pemimpin hebat itu dilahirkan?

https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2021/01/sam-moqadam-HYDUXzWSF5I-unsplash-1280x853.jpg

Oleh: Nurul Aulia (Volunteer Research and Development Team Pemimpin ID)

Benarkah pemimpin hebat itu dilahirkan? Benarkah kalau kita tidak terlahir dari keluarga pemimpin artinya kita bukanlah pemimpin?

Mungkin kalian sudah tidak asing dengan asumsi seperti ini, karena asumsi seperti ini ternyata memang ada teorinya yaitu teori kepemimpinan great man.

Apa Itu Great Man Theory?

Great Man Theory adalah aliran kepemimpinan yang percaya bahwa pemimpin hebat dilahirkan, bukan dibuat. Asumsinya, akan ada orang-orang yang lahir ke dunia dengan memiliki karakteristik dan sifat tertentu, dan hal tersebut tidak ditemukan pada semua orang. Teori ini percaya bahwa para pemimpin terkemuka sepanjang sejarah dilahirkan untuk memimpin dan pantas melakukannya karena kemampuan dan bakat alami mereka.

Sejarah Kemunculan Great Man Theory

Teori ini diperkenalkan oleh para pendukung sejarawan Thomas Carlyle, dan populer selama abad ke-19. Mitologi di balik beberapa pemimpin dunia yang paling terkenal, seperti Abraham Lincoln, Julius Caesar, Mahatma Gandhi, dan Alexander Agung, turut berkontribusi pada gagasan bahwa pemimpin besar dilahirkan dan bukan dibuat.  Literatur abad ini, termasuk Frederick Adam dalam buku Woods The Influence of Monarchs: Steps in a New Science of History and Many Like It, menganalisis pengaruh penguasa utama terutama di dunia Barat dan menyatakan bahwa Great Man Theory adalah salah satu teori yang berkembang pesat.

Dua Asumsi Dasar Great Man Theory

Orang-orang yang mendukung teori ini percaya bahwa orang-orang yang termasuk dalam Great Man ini sering berasal dari penguasa aristokrat. Ini karena orang-orang dari status sosial yang lebih tinggi memiliki lebih banyak kesempatan untuk berlatih dan mencapai peran kepemimpinan, sehingga muncul gagasan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang melekat.

Terdapat 2 asumsi dasar yang membangun teori ini, yakni

  • Pemimpin hebat dilahirkan dengan memiliki sifat tertentu yang memungkinkan mereka untuk bangkit dan memimpin.
  • Para pemimpin yang hebat dapat muncul ketika dunia dalam keadaan sangat membutuhkan.

 

Argumen yang Melawan Great Man Theory

Herbert Spencer, seorang filsuf, sosiolog, ahli biologi, dan ahli teori politik terkemuka dari era Victoria, menyatakan bahwa Great Man Theory tidak ilmiah. Salah satu masalah utama dalam teori ini adalah, bahwa tidak semua orang yang memiliki apa yang disebut kualitas kepemimpinan alami benar-benar menjadi pemimpin yang hebat. Jika kepemimpinan hanyalah kualitas bawaan, semua orang yang memiliki sifat-sifat pemimpin akhirnya akan menemukan diri mereka dalam peran kepemimpinan, tapi ternyata tidak begitu.

Pandangan pemimpin yang efektif telah berubah secara nyata dari waktu ke waktu. Great Man Theory tidak bisa lagi ditemukan karena tidak ada pemimpin karismatik tunggal yang menggunakan kekuatannya sendiri untuk memimpin orang lain. Kepemimpinan adalah proses yang kompleks dan membutuhkan kerja sama individu dan lingkungan, sehingga pemimpin yang hebat dibentuk oleh waktu karena sifat-sifat yang diperlukan untuk memimpin dipelajari dan diasah.

 

Referensi

Villanovau (2019). The great man theory. Villanovau.com. https://www.villanovau.com/resources/leadership/great-man-theory/ Diakses pada 18 Desember 2020

Harter, N. (2003). Between great men and leadership: william james on the importance of individuals. Journal of Leadership Education, 2(1), 3–12. https://journalofleadershiped.org/wp-content/uploads/2019/02/2_1_Harter.pdf Diakses pada 18 Desember 2020

Hunt, T., & Fedynich, L. (2018). Leadership: past, present, and future: an evolution of an idea. Journal of Arts and Humanities (JAH), 08(02). https://doi.org/10.18533/journal.v8i2.1582 Diakses pada 18 Desember 2020

Kendra Cherry. (2011). How does the “great man” theory of leadership hold up? (A. Morin, Ed.). Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/the-great-man-theory-of-leadership-2795311#citation-1 Diakses pada 18 Desember 2020

Spector, B. A. (2015). Carlyle, freud, and the great man theory more fully considered. Leadership, 12(2), 250–260. https://doi.org/10.1177/1742715015571392 Diakses pada 18 Desember 2020

Team, A. (2019). Module 2: great man theory. IMSA Leadership Education and Development. https://digitalcommons.imsa.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1013&context=core Diakses pada 18 Desember 2020

Avatar

Redaksi Pemimpin.ID