HeadlineLeadership ReviewTakut Berbicara di Depan Umum? Ketahui 10 Tips Public Speaking Berikut Ini!

Avatar Pemimpin.IDJune 18, 2021222
pexels-icsa-1708936

ABSTRAK | Banyak yang merasa ketakutan ketika hendak berbicara di depan umum, bisa jadi karena mereka tidak mengetahui apa saja yang seharusnya dipersiapkan sebelum berbicara. Setelah melakukan survei kepada 50 responden, Pemimpin.id menemukan salah satu penyebab orang takut berbicara di depan umum yaitu takut dinilai atau dihakimi oleh orang lain. Untuk mengatasi hal tersebut, tulisan ini merangkum tips-tips yang bisa kamu terapkan secara langsung supaya public speakingmu sukses. 

Bicara di hadapan banyak orang memang tak jarang menjadi momok tersendiri. Di sisi lain, kemampuan public speaking akan selalu dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Misalnya, saat melakukan presentasi di kelas, memimpin rapat organisasi, maupun saat berdiskusi dengan teman sekelompok. 

Terkait kemampuan public speaking, Pemimpin.id telah melakukan survei kepada 50 responden tentang apa yang menyebabkan mereka takut untuk berbicara di depan umum. Ditemukan hasil bahwa ternyata sebanyak 32% responden merasa takut dinilai atau dihakimi orang lain. 24% menjawab karena tidak siap dengan materi yang akan disampaikan, 18% karena minder kepada orang lain yang lebih hebat, 18% berikutnya karena tidak percaya diri dengan penampilan, dan 8% sisanya mengatakan bahwa mereka memiliki trauma pengalaman buruk. Selain itu, melalui salah satu keterangannya, responden menyampaikan “Takut banyak kesalahan dalam berbicara karena terlalu gugup.” Jadi, gugup dan takut salah ketika berbicara masih menjadi penyebab sebagian orang takut berbicara di depan umum. 

Walaupun demikian, kamu tidak perlu khawatir, Harvard Division of Continuing Education (2020), sebuah platform pendidikan dari Harvard, memberikan 10 tips yang bisa kamu gunakan agar dapat sukses berbicara di depan umum. 

 

10 Tips Sukses Public Speaking
  1. Persiapan dan latihan untuk mengatasi gugup
    Perasaan cemas dan gugup itu wajar, setiap orang pasti mengalaminya. Kamu hanya butuh persiapan, latihan, dan latihan lebih lagi untuk mengatasi itu, tidak ada cara lain. Rekamlah saat kamu latihan berbicara, dan jika perlu carilah teman untuk memberikan masukan.
  2. Pahami siapa audiensmu
    Ketika sedang berbicara, gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka. Jika rata-rata mahasiswa, kamu bisa memakai bahasa yang tinggi. Sebaliknya, jika masyarakat awam, jangan gunakan bahasa yang terlalu rumit karena akan menyulitkan audiens untuk memahami maksudmu.
  3. Tuliskan poin-poin penting dalam kertas
    Menulis topik, tujuan, ide utama, dan sub-ide di kertas dengan ringkas akan memudahkanmu menyampaikan pesan secara terstruktur dan rapi.
  4. Perhatikan respon audiens
    Perhatikan respon mereka untuk mengetahui apakah mereka menikmati atau justru jenuh. Dengan mengetahui respon audiens, kamu dapat mengatur cara penyampaian supaya lebih bisa diterima.
  5. Jadilah dirimu sendiri
    Audiens akan lebih percaya dengan seseorang yang berbicara dengan gaya bahasa dan karakternya sendiri. Jadi, gunakan saja cara yang membuatmu nyaman dan sesuai dengan karaktermu.
  6. Gunakan humor, cerita, dan bahasa yang sederhana
    Masukkan cerita-cerita lucu dalam presentasimu. Tidak perlu pusing mencarinya, kamu bisa menceritakan pengalaman unikmu sendiri. Humor akan membuatmu lebih terlihat natural.
  7. Jangan membaca
    Berbicara di depan umum sambil membaca hanya akan membuat audiens bosan, kecuali di forum-forum tertentu seperti pidato resmi kenegaraan.  Biasakan cukup memahami poin-poin pesanmu saja, lalu sampaikan tanpa membaca teks.
  8. Gunakan komunikasi nonverbal
    Perhatikan tangan, mimik wajah, senyum, gerak kaki, dan pandangan matamu. Maksimalkan penggunakan aspek-aspek tersebut guna menguatkan pesan yang kamu sampaikan.
  9. Curi perhatian di awal dan berikan kesimpulan di akhir yang menarik
    Pembicaraan yang dimulai dengan “Di kesempatan kali ini saya akan menyampaikan pesan tentang topik X” cenderung tidak menarik bagi banyak orang. Maka dari itu, gunakan permulaan yang menarik, misalnya dengan kutipan tokoh. Di akhir, simpulkan poin utamamu secara ringkas.
  10. Jangan terlalu cepat dan lama
    Atur intonasi bicaramu, jangan terlalu cepat. Atur juga durasi bicaramu, karena jika terlalu lama akan membuat audiens sulit mengingat pesan yang kamu sampaikan.

 

Perasaan cemas dan gugup itu wajar, setiap orang pasti mengalaminya. Kamu hanya butuh persiapan, latihan, dan latihan lebih lagi untuk mengatasi itu, tidak ada cara lain. 

 

Ketahui Juga Apa Tujuan Komunikasi

 

Selain kesepuluh tips tersebut, ada satu tips lain yang sangat penting yaitu dengan memahami tujuan komunikasi. Dengan mengetahui tujuan tersebut, kamu dapat menyesuaikan apa dan bagaimana seharusnya menyampaikan sebuah pesan di depan umum. Berikut ini tiga tujuan komunikasi menurut Saylor (2016) yang wajib kamu ketahui: 

  1. Memberikan informasi
    Karakteristik paling penting dari topik informatif ini hanya sebatas memberikan pengetahuan saja, tidak sampai pada mendorong orang untuk bertindak sesuatu. Ketika pembicara telah memulai mendorong orang untuk bertindak sesuatu dengan pengetahuannya, maka dia tidak lagi sedang memberi informasi, namun membujuk atau mempersuasi.

    Terdapat enam tipe topik informatif yaitu:

    1. Objek: Menginformasikan terkait dengan benda, barang, dan fungsinya. Misalnya, smartphone. 
    2. Orang: Fokus ke biografi orang-orang tertentu. Misalnya, biografi Ir. Soekarno.
    3. Aktivitas: Menyampaikan tentang suatu kejadian. Misalnya, bercerita tentang perang dunia kedua.
    4. Konsep: Menjelaskan tentang konsep, teori, atau definisi. Misalnya, tentang teori komunikasi yang dikaitkan dengan studi sosiologi atau ekonomi. 
    5. Proses: Menjelaskan tentang langkah-langkah. Misalnya, bagaimana cara menulis artikel, menerbitkan jurnal, dll.
    6. Isu: Memaparkan tentang isu atau persoalan yang sedang ada. Target dari jenis ini adalah menyeimbangkan pendapat dari dua sisi. Misalnya, isu penanganan sampah di Jakarta.

  1. Untuk membujuk
    Tujuan kedua dalam komunikasi yang perlu kamu ketahui adalah untuk membujuk. Istilah yang lain yaitu persuasi. Persuasi ini memiliki tujuan membujuk audiens untuk bertindak atau action sesuai arahan dari pembicara. Kunci utama kesuksesan persuasi adalah si pembicara itu sendiri, sehingga ia harus mampu mengartikulasikan pesan dengan sebaik mungkin. Kita bisa mengukur dan mengobservasi apakah bujukan kita berhasil atau tidak, misalnya saat sedang menggalang donasi, kita bisa mengukur apakah bujukan kita kepada audiens untuk berdonasi berhasil atau tidak dengan cara menghitung berapa dana yang terkumpul.

  2. Untuk menjamu
    Tujuan terakhir komunikasi adalah untuk menjamu. Berbeda dengan tujuan informatif dan persuasi yang mengutamakan hasil, menjamu lebih menekankan kenyamanan dari audiens. Jadi, bisa saja di dalamnya mengandung informasi sekaligus ajakan, hanya saja tujuan utamanya bagaimana supaya audiens merasa nyaman, terhibur, atau senang. Contohnya, stand up comedy, bercerita tentang masa lalu, dan sebagainya. 

Setelah memahami ketiga tujuan komunikasi tersebut, kamu akan paham bagaimana seharusnya cara menyampaikan pesan di depan umum. Misalnya, kamu diminta presentasi hasil penelitian di depan kelas maka prioritas yang harus kamu lakukan adalah mengelola pesan seinformatif mungkin, tidak ada kewajiban buatmu untuk membujuk atau menambah cerita lucu. Ini akan membuatmu menjadi lebih percaya diri saat public speaking. 

Ketakutan berbicara di depan umum memang sangat beragam. Hasil survei Pemimpin.id menunjukkan bahwa ketakutan yang umum dirasakan adalah takut dinilai atau dihakimi oleh orang lain sehingga ini menyebabkan kegugupan saat berbicara di depan umum. Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk memahami apa yang harus dipersiapkan sebelum mulai menyampaikan pesan di depan umum. Pastikan kamu benar-benar memahami tips dan tujuan komunikasi supaya public speakingmu lancar ya, Pemimpin Muda!

 

 

Referensi

North, M. (2020). 10 Tips for Improving Your Public Speaking Skill. Professional Development Harvard. https://professional.dce.harvard.edu/blog/10-tips-for-improving-your-public-speaking-skills/

Saylor. (2016). Stand Up, Speak Out: The Practice and Ethics of Public Speaking. University of Minnesota Libraries Publishing https://saylordotorg.github.io/text_stand-up-speak-out-the-practice-and-ethics-of-public-speaking/s09-01-general-purposes-of-speaking.html

Photo by: ICSA

Avatar

Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.