InspirasiSuksma Ratri Dobrak Stigma yang Nyaris Lumpuhkan Harapan

Redaksi Pemimpin.IDDecember 4, 201913
https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2019/12/Stigma-1280x854.jpg

Tidak ada satu orang pun yang ingin diberi stigma dalam dirinya. Ini karena stigma selalu dikaitkan dengan penilaian negatif. Manusia mana yang senang diberi cap ‘negatif’ dalam hidupnya? Kebayang kah bagaimana perasaan ODHA yang selalu menerima stigma?

Hari AIDS sedunia mau tidak mau kembali memanggil ingatan kita tentang stigma yang diberikan kepada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Tidak sedikit orang yang memilih untuk menjaga jarak dengan ODHA hanya karena mereka takut tertular virus HIV.

Padahal, virus HIV pada umumnya disebabkan oleh perilaku seks yang tidak aman, penggunaan jarum suntik secara bergantian atau bentuk kontak lainnya yang melibatkan cairan tubuh. Jadi, sebenarnya tidak ada yang perlu ditakuti dalam pergaulan bersama Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Ketakutan itu akhirnya membentuk stigma negatif di masyarakat. Stigma yang sebenarnya merugikan para pengidap HIV/AIDS.

Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), stigma diartikan sebagai ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya. Dengan kata lain, penilaian negatif itu terbentuk karena lingkungan. Artinya, orang yang mendapat stigma sebetulnya bisa memilih apakah ingin merespons positif atau negatif terhadap penilaian yang diberikan olehnya.

Sayangnya, pemahaman itu belum dimiliki oleh banyak orang, termasuk mereka yang sudah divonis mengidap HIV/AIDS dan mendapat perilaku diskriminatif dari lingkungan sekitarnya. Mereka lupa, bahwa stigma adalah penilaian yang datang dari luar dan sebenarnya sangat bisa untuk kita kendalikan.

Stigma itu pada akhirnya membuat para pengidap HIV cenderung untuk menutup diri dan berusaha menyembunyikan kondisi dia sebenarnya. Ada rasa takut, khawatir, dan cemas kalau lingkungan sekitarnya tahu bahwa dia terjangkit virus HIV kemudian menjauhinya karena takut tertular.

Namun, stigma negatif tersebut tidak mampu meruntuhkan semangat hidup Suksma Ratri. Kisahnya untuk berdamai dengan kondisinya yang mengidap HIV/AIDS tampaknya bisa menjadi contoh bagi kita untuk melawan respons negatif dari luar.

Suksma Ratri tertular virus HIV dari mantan suaminya yang dulu adalah seorang pencandu narkoba. Menariknya, kesadaran itu tak lantas membuat dia menutupi identitas diri yang sesungguhnya

Justru dengan keterbukaannya itu, Suksma punya kesempatan untuk meluruskan pemahaman banyak orang tentang stigma buruk yang mereka buat untuk menciptakan jarak dengan pengidap HIV/AIDS. Ada satu pernyataan Suksma yang menunjukkan bahwa dia adalah sosok yang berani melawan arus.

“Stigma lingkungan bukanlah hambatan yang menghalangi gerak langkah seorang penderita HIV, namun stigma terhadap diri sendirilah yang menjadi perjuangan sesungguhnya.”

Cara Suksma menyikapi respon diskriminatif dari luar sangat merepresentasikan mental tangguh seorang pemimpin. Setidaknya, perempuan yang sudah dikaruniai buah hati ini mampu memimpin dirinya sendiri dari segala sesuatu yang ingin merubuhkannya.

Suksma Ratri/ Sumber Foto : DetikHealth

Terhadap setiap bentuk diskriminatif yang datang padanya justru semakin menguatkan jiwanya untuk terus produktif dan berkarya. Atas kegigihannya itu, perempuan asal Bandung ini, pada tahun 2008 pernah terpilih menjadi pembicara utama pada pembukaan Sidang Istimewa PBB ketika membahas HIV/AIDS.

Beberapa pemberitaan juga menyebut bahwa Suksma adalah perempuan Asia dengan status HIV positif pertama yang memperoleh kesempatan untuk berpidato di mimbar PBB.

“Saya tidak akan membiarkan virus ini, stigma dan diskriminasi membunuh saya. Saya akan mengubah semua itu menjadi hal-hal yang menguatkan saya dalam melangkah dan menjalani kehidupan”

Mental tangguh seperti yang dicontohkan oleh Suksma tampaknya perlu dimiliki bukan hanya bagi ODHA, tetapi oleh semua orang yang rentan rapuh saat menerima energi negatif dari luar. Ini juga bagian dari melatih jiwa kepemimpinan kita untuk tangguh menerima risiko dan bersikap bijaksana dalam situasi apapun.

Redaksi Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.

Deep Space | Jl. Melawai X No.9 Melawai, Kec. Kby. Baru, DKI Jakarta 12160

info@pemimpin.id

Pemimpin.ID 2019