ArtikelSiapa Bilang Pemimpin Tidak Perlu Humor?

Raditia YokeFebruary 13, 2021201
https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2021/02/franco-antonio-giovanella-kSfv9njQVc8-unsplash-1280x853.jpg

Kepemimpinan tidak selalu identik dengan hal yang kaku, tegang, tegas, kasar, atau bahkan kurang senyum. Humor juga dapat menjadi salah satu aspek penting dalam kepemimpinan.

Humor dalam kepemimpinan itu sangat penting dan tidak bisa lagi diremehkan perannya.

Menjadi orang yang bisa melucu itu tidak mudah, sepakat? Alih-alih hendak melucu, malah garing. Menguasai komunikasi interpersonal saja butuh waktu yang tidak sebentar, ini ditambah harus bisa dibumbui dengan humor. Ibarat mau menurunkan berat badan saja susah, ini malah harus disuruh membentuk perut yang six-pack. Tapi bukan berarti tidak bisa, bukan?

Kemudian, siapa bilang pemimpin harus menjadi sosok yang serius dan kaku? Ternyata dengan sosok karakter pemimpin yang seperti itu cenderung akan terlihat kurang memiliki kredibilitas dan tidak natural. Lalu bagaimana seharusnya peran humor dalam kepemimpinan?

Definisi Humor

Sebelum membahas mengenai pentingnya humor saat memimpin, kita akan mulai terlebih dahulu dari definisi humor secara sederhana supaya tercipta kesepahaman, baru kemudian kita akan mengaitkannya dengan kepemimpinan.

Sering kita temui pertanyaan seperti, “Apakah humor selalu identik dengan tertawa?” Penjelasannya, humor adalah segala sesuatu yang menyebabkan hiburan. Definisi sederhana ini berasal dari berbagai jenis sumber, baik website, jurnal, maupun wikipedia.

Lebih jauh, apapun yang menenangkan tubuh, melonggarkan pernafasan, menciptakan senyum, atau menyebabkan kebahagiaan bisa disebut sebagai humor. Jadi, humor tidak selalu mendatangkan tawa. Tawa hanya bagian dari salah satu efeknya saja, namun tidak berarti jika tidak dapat menciptakan tawa maka tidak humoris. Tidak.

Lalu, ada satu kalimat yang menarik dari Dale Carnegie berkaitan dengan kesenangan, penulis buku How to Win Friends and Influence People, ia mengatakan bahwa:

“People rarely succeed unless they have fun in what they are doing.” (humorthatworks.com, 2020)

Orang jarang berhasil jika mereka tidak menjadikan aktivitasnya sebagai kesenangan bagi dirinya. Ini menunjukkan jika kesenangan dan kebahagiaan dalam aktivitas itu sangat penting. Maka dari itu, pentingnya humor adalah untuk menciptakan rasa nyaman, senang, dan bahagia di setiap aktivitas.

Menerapkan Humor dalam Kepemimpinan

Selanjutnya, lalu apa hubungannya humor dengan kepemimpinan? Berikut adalah poin-poin penting humor yang perlu diperhatikan dalam kepemimpinan:

Pertama, autentik 

Pemimpin dengan humor itu bukan berarti merendahkan dirinya, apalagi tidak profesional. Justru, pemimpin dengan humor itu menunjukkan keaslian dirinya yang dapat membuat partner kerjanya semakin respect. Ia akan semakin approachable dan trusted, ini artinya akan memudahkan dirinya sebagai pemimpin dalam memimpin tim karena ia akan lebih mudah dalam mengajak timnya untuk mencapai goals yang sudah ditetapkan.

Kedua, pelepas stres

Seperti definisinya, humor dapat melepaskan stres, bukan hanya bagi pemimpin, tapi juga bagi timnya, hasilnya kerja tim akan semakin produktif. Budaya humor ini dapat diciptakan setiap sebelum memulai rapat, bisa dengan bercerita kisah nyata yang baru saja dialami ataupun memuji teman yang terlihat berbeda dari biasanya.

Humor ini bisa diawali oleh siapapun dalam tim, tapi peran pemimpin dalam menciptakan suasana awal yang cair dengan humor sangatlah penting. Humor dalam konteks ini dapat menghancurkan tembok yang kaku dalam lingkaran pembicaraan dan hubungan.

Ketiga, humor sehat

Tidak perlu kata kasar atau tajam ketika sedang berusaha membangun humor dalam tim. Humor yang sehat bukanlah humor yang menyerang seseorang dengan kata tajam, apalagi kasar sehingga menciptakan tawa. Bagi seorang pemimpin, humor yang harus dibawa adalah humor sehat: menceritakan kisah nyata, tidak menyakiti, menjaga perasaan, dan berpikir terbuka.

Berbeda dengan seorang komedian atau anak muda yang sedang nongkrong kemudian berbincang di pinggir jalan dengan kawan-kawannya, di situ bentuk humor apapun yang menciptakan gelak tawa pasti akan diterima karena kulturnya sudah cocok. Hanya saja, bagi pemimpin dalam sebuah tim, perlu strategi khusus ketika hendak melempar humor.

Keempat, berasal dari diri sendiri

Misalnya, menertawakan kejadian yang tidak diharapkan pada kehidupan diri sendiri. Semua orang pasti dapat melakukannya. Siapapun. Humor tidak hanya untuk orang dengan kepribadian ekstrovert, namun juga introvert, hanya saja memang perlu berlatih saja. Tidak perlu malu, tidak perlu bersedih, dan jadikan kejadian yang tidak diharapkan tersebut sebagai topik pembicaraan yang ringan. Ketika sedang kumpul dengan tim, cerita tersebut dapat sambil disampaikan guna mencairkan suasana sehingga akan tercipta team-building yang bagus. Hal ini tidak akan mengurangi kewibawaan seorang pemimpin, justru menunjukkan keaslian sebagai manusia.

Budayakan Senyuman Supaya Nyaman 🙂

Kepemimpinan tidak selalu identik dengan hal yang kaku, tegang, tegas, kasar, atau bahkan kurang senyum. Humor juga menjadi salah satu aspek penting dalam kepemimpinan. Tanpa ada karakter pemimpin humor, tim cenderung tidak lebih produktif. Hubungan yang terjalin antar individu menjadi sangat kaku dan tidak cair.

Hal ini akan berefek kepada performa tim secara keseluruhan bahkan juga dapat berdampak negatif dalam jangka panjang. Terkadang, sebagai seorang pemimpin yang berperan memang ingin terlihat serius supaya disegani, hanya saja berdasarkan penelitian, hal ini justru akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Tambah ironisnya justru malah akan dianggap kurang serius oleh orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu, humor dalam kepemimpinan itu sangat penting dan tidak bisa lagi diremehkan perannya.

Referensi 

Humorthatworks.com, 2020. “The Missing Skill To Work Productivity”. https://www.humorthatworks.com/benefits/the-power-of-humor/ diakses pada 19 Januari 2021

Raditia Yoke