ArtikelServant Leadership: ASN sebagai pemimpin yang melayani masyarakat

https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2021/01/ytb-asn-1280x720.png

Setelah sukses dengan program ASN Academy Batch 1-nya di tahun 2020 lalu, Pemimpin.id kembali menyelenggarakan program tersebut pada awal tahun ini. ASN Academy sendiri merupakan program pengembangan kapasitas yang dipersembahkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) terpilih untuk menjadi seorang agen perubahan. Tujuan utama diadakannya program ini adalah membentuk ASN yang berdaya dengan memperkuat keterampilan kunci, mengasah jiwa kepemimpinan, dan menyinergikan kekuatan jejaring ASN di Indonesia. 

Adapun rangkaian kegiatan yang akan dilakukan di antaranya adalah pelatihan, diskusi, talkshow, mentoring, penugasan, dan final project sebagai penutupnya. Rangkaian ASN Academy dibuka dengan Stadium General berbentuk talkshow yang telah dilaksanakan pada tanggal 16 Januari 2021 dengan topik Servant Leadership. Topik ini membahas pentingnya mempraktikkan servant leadership agar peserta dapat memahami peran mereka di dalam instansi. Harapannya, peserta dapat memberikan dampak nyata melalui lembaga masing-masing.

Acara Stadium General ini menghadirkan Erry Riyana Hardjapamekas (Steering Committee Rumah Mentor Indonesia) dan Yanuar Nugroho (Penasihat Senior Center for Innovation Policy and Governance dan Deputi II Kepala Staf Presiden di Kantor Staf Presiden periode 2015-2019) selaku narasumber. Sebanyak 343 partisipan mengikuti acara tersebut dengan antusiasme yang tinggi untuk mendengar dan belajar.

Servant leadership, menurut Erry, merupakan kepemimpinan yang diterapkan pada diri seseorang utamanya ASN dalam mengutamakan mutu pelayanan publik. Beliau menilai bahwa keberhasilan Indonesia Emas di tahun 2045 nanti dapat tercipta apabila kita dapat membangun SDM yang ada secara lebih dinamis, produktif, dan efektif. Salah satu yang utama ialah melalui ASN. Beliau juga menilai bahwa Undang-Undang terkait ASN kini sudah cukup baik, sehingga ASN muda sebaiknya harus memanfaatkannya. Caranya, sambung beliau, bisa dengan menggunakan kemudahan teknologi dan digitalisasi yang ada dengan maksimal, serta berpikiran terbuka bahkan out of the box dalam hal melayani masyarakat. 

Beliau menilai sekarang ini sudah bukan zamannya untuk mempersulit masyarakat atau suatu lembaga untuk mendapatkan pelayanan dari lembaga lain. Ketika segala persyaratan sudah terpenuhi, pelayan masyarakat harus dapat melayani sebagaimana mestinya. Seringkali orang takut untuk mengambil keputusan di dalam birokrasi, tetapi selama proses, kebijakan, dan manfaat yang diberikan sudah benar, maka jalankan saja sebagaimana seharusnya. Yanuar menambahkan, kepastian hukum itu tidak sama dengan menakut-nakuti.

Yanuar juga menambahkan bahwa era sekarang ini bukan lagi berbicara tentang aku, kamu, dia, mereka. Sekarang hanya ada kita. Kita harus saling berkoordinasi antarlembaga dengan baik untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi rakyat, tambahnya. Caranya dengan sama-sama proaktif, terbuka antar lembaga, serta menjaga koordinasi dengan baik, tapi tetap memperhatikan etika yang sopan dan santun.

Serupa dengan Erry, Yanuar menambahkan bahwa menjadi servant leader bukan momen untuk memanfaatkan semua fasilitas yang diberikan pemerintah, melainkan momen untuk berkontribusi dalam melayani masyarakat. Melalui ASN, rakyat bukan hanya soal angka, tapi juga tentang keinginan, cita-cita, sekaligus kekhawatiran. Namun, karena itulah ASN ada untuk membantu menghadirkan negara bagi rakyat. Ketika ditanya terkait tantangan, beliau menjawab tidak akan ada habisnya kalau berbicara mengenai hal tersebut, yang ada hanyalah bagaimana mencari jawaban atas tantangan yang ada. Cobalah berpikir jalan keluar lain yang sekiranya tidak terlalu keluar dari pakem atau kebiasaan yang ada, tapi substansi yang ingin disampaikan dapat tersampaikan dan dijalankan dengan baik.

Beliau menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi harapan dan cita-cita jika kualitas dari ASN yang ada masih seperti saat ini. Selain mementingkan faktor kesehatan dan pendidikan, Indonesia membutuhkan adanya reformasi birokrasi. Butuh adanya kesadaran penuh untuk menjawab mengapa ingin menjadi seorang abdi negara. ASN yang baik bukan hanya orang yang memanfaatkan perjalanan dinas untuk menambah pemasukan, melainkan yang siap melayani dan mengerti kebutuhan dari pekerjaan dari lembaga tersebut. Selain itu, butuh adanya suatu sistem yang dapat mengintegrasikan banyak hal. Beliau juga menyarankan bagi ASN muda untuk bisa melanjutkan pendidikan sarjana mereka menuju magister bahkan doktor melalui beasiswa LPDP.

Yanuar memberikan closing statement-nya untuk memperbarui dan meyakinkan semangat peserta sebagai ASN. “Rakyat butuh Anda, kami butuh Anda. Maka semangatlah untuk menjadi ASN yang melayani,” pungkasnya.

Erry turut menutup acara ini dengan sebuah pesan, “Perubahan sedang terjadi saat ini sangatlah cepat, sehingga cobalah ikut dan cermati. Mengeluarkan gagasan tidak salah, tapi tetap dengan etika yang benar. Jangan menyerah dan tetap semangat. Harapan kita bergantung pada Anda, teruslah belajar dan bekerja dengan baik. Bekerjalah dengan integritas.”

Kedua pembicara lantas undur diri dan dikembalikan ke MC. Setelahnya, acara malam itu dirampungkan dengan pembagian merchandise bagi para peserta yang aktif bertanya.

 

Tonton ulang di youtube:

Avatar

Redaksi Pemimpin.ID