InspirasiSeni Bertahan di Lingkungan

imaji insaniJuly 6, 2020203
https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2020/06/marco-lastella-Xjw8rvZTWfM-unsplash-1280x853.jpg

Sebagai makhluk sosial, kita akan dihadapkan dengan masalah. Ketika kita bekerja dimanapun, bahkan di lingkungan yang se-value dengan kita, tentu akan kita temui konflik. Maka dari itu, open minded merupakan privilege bagi individu tertentu, dantidak semua mampu menyadari ini.

Ada tiga sudut pandang dalam mengatur mindset kita untuk bertahan di lingkungan. Pertama, memberi masukan positif apabila dirasa perlu. Namun jika di awal, jalan untuk kesana ditutup, maka kita jangan asal masuk. Kita harus paham posisi diri dan kondisi saat itu. apabila tidak memungkinkan untuk mengutarakan langsung, bisa dengan memberi saran melalui perantara (orang lain) yang bisa diajak kompromi.

Kedua, kita hidup ibarat pengemudi. Kitalah yang berhak mengendalikan pikiran kita sendiri saat dihadapkan dengan si(apa)pun diluar kendali kita. Kita tidak bisa mengatur perilaku orang lain kepada kita, tapi kita bisa mengatur sikap diri kita sendiri terhadap orang lain.

Ketiga, refleksi diri. Setiap kejadian yang menimpa kita, tidak lain adalah balasan terhadap (dosa) apa yang pernah kita lakukan. Entah itu kejadiannya di hari kemarin atau bahkan bertahun-tahun yang lalu. Entah kejadiannya sama persis atau berbeda, itu kembali ke kesadaran diri masing-masing. Ketika kita memahami bahwa konsep hidup manusia untuk Yang Maha Kuasa, masalah apapun yang dihadapi, kita akan lebih siap untuk mengambil tindakan dan solusi.

imaji insani

Pemimpin.ID 2019 - 2020