ArtikelHeadlineResep Agar Tak Menjadi ASN Biasa Saja

Avatar Pemimpin.IDMay 5, 2021159
pexels-ruslan-burlaka-140945

oleh Bustomi

 

Siapa yang tidak mengenal profesi Aparatur Sipil Negara (ASN)? Saya, yakin hampir semua rakyat Indonesia mengetahui istilah pekerjaan ini. 

Menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara Pasal 1 Ayat 1, Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN didefinisikan sebagai profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. 

Sebagai profesi, ASN selalu menjadi primadona masyarakat. Hal ini terbukti dari peningkatan jumlah pendaftar setiap tahunnya ketika rekrutmen ASN dibuka. Misal, pada tahun 2019, dengan formasi atau kuota 150.135, jumlah pendaftar mencapai 4.197.218.
Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) per Juni 2020, jumlah ASN mencapai 4.121.176 dengan komposisi sebanyak 77% berada pada instansi daerah dan 23% berada pada instansi pusat. 

Jumlah ASN yang banyak merupakan suatu keuntungan tersendiri bagi pemerintah, mengingat ASN merupakan komponen utama dalam penggerak pemerintahan. Namun, seringkali kualitas ASN masih sering dipertanyakan, terutama dalam segi profesionalitas.

Penelitian yang dilakukan oleh UI-CSGAR (Center For Study of Governance and Administrative Reform) pada tahun 2019 dengan judul Indeks Persepsi Masyarakat tentang Profesionalitas dan Rebranding ASN Tahun 2019 menyimpulkan bahwa profesionalitas ASN dinilai masih berada pada kategori sedang. Peningkatan profesionalitas ASN masih sangat diperlukan.

 

Jangan Jadi ASN Biasa Saja

Fakta diatas tentunya tidak bisa dikesampingkan. ASN di Indonesia masih memiliki kualitas yang masih harus dikembangkan. Selain itu sebagai pelayan publik, persepsi terhadap ASN juga masih negatif. 

Untuk menjadi ASN yang profesional dan mampu mengubah persepsi profesional maupun positif dari publik, ASN harus punya kemampuan di atas rata-rata. Artinya, jangan menjadi ASN yang biasa saja yang kemudian terjebak pada rutinitas harian tanpa punya keinginan yang visioner dan kemampuan yang inovatif.

 

Resep Agar Tak Jadi ASN Biasa Saja dengan 7 Bahan Utama

Melalui tulisan ini, saya akan bagikan resep agar tak menjadi ASN biasa saja. Tentunya sama sama kita pahami, bahwa resep yang ada sebisa mungkin diterapkan penuh jangan setengah-setengah karena hal tersebut dapat mempengaruhi proses akhir. Bayangkan saja, bila resep membuat 1 porsi sayur asam memerlukan garam, tapi tidak kita masukkan, rasanya pasti akan hambar atau tak sedap.

 

Resep yang saya bagikan bukan resep ‘rahasia’ yang dalam artian dapat diterapkan oleh kalangan tertentu. Resep ini dapat diterapkan oleh seluruh ASN di Indonesia baik yang ditempatkan di daerah maupun pusat, berusia ‘matang’ maupun usia muda.

Berikut adalah resep untuk menjadi ASN di atas rata-rata:

  1. Problem Solving dan Critical Thinking
    Pemecahan masalah (problem solving) dan berpikir kritis (critical thinking) merupakan kemampuan yang benar benar harus dimiliki oleh setiap orang apapun profesinya termasuk ASN. Dengan kemampuan tersebut, ASN dapat menangkap dengan jelas masalah yang dihadapi dan akan memberikan solusi yang sesuai.
  2. Komunikasi
    Setiap ASN harus punya kemampuan komunikasi yang bagus. Sebagai pelayan publik, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, kemampuan komunikasi menjadi hal yang krusial.
  3. Persuasi
    Kemampuan untuk mempengaruhi atau menjadi orang yang persuasif menjadi salah satu hal yang harus dimiliki oleh pelayan publik. Kita paham bahwa setiap masyarakat yang ada mempunyai ragam karakter yang terkadang menjadi tantangan dalam melaksanakan tujuan kita.
  4. Menghormati Hierarki
    Hierarki bukanlah hal yang asing dalam tubuh birokrasi Indonesia. Setiap ASN di setiap tingkat harus menghormati adanya hierarki, yang tentunya mempunyai kewenangan tersendiri. ASN yang baik akan memahami hal ini sebagai bahan pertimbangan dalam  menggerakkan perubahan agar kondisi internal lembaga tercipta kondusif.
  5. Resiliensi
    Resiliensi dapat diartikan sebagai ketangguhan, ketahanan, kelenturan atau fleksibilitas seseorang dalam menghadapi satu masalah, atau singkatnya tahan banting. Setiap ASN harus bisa tahan banting terutama dalam hal perubahan, mengingat ASN adalah ujung tombak pemerintah.
  6. Kolaboratif
    “Sendiri kita bisa melakukan hal kecil, bersama kita bisa melakukan banyak hal,” ujar Helen Keller. Sudah jelas bahwa kolaborasi merupakan hal yang penting terutama di zaman ini. Sekarang bukan saatnya lagi untuk berkompetisi, tapi berkolaborasi.
  7. Leadership
    Untuk melengkapi resep agar tak menjadi ASN biasa saja, kemampuan leadership atau kepemimpinan bagi ASN juga tak bisa dikesampingkan. Dengan jiwa kepemimpinan, ASN tentunya akan menjadi lebih arif.

Mari kita masak dengan bumbu yang pas. Mari kita terapkan resep dengan 7 bumbu ini agar tak menjadi ASN bisa saja. Tulisan ini rasanya juga cocok dibaca bagi yang belum menjadi ASN yang mungkin sebentar lagi akan menjadi ASN. Karena semua akan menjadi ASN pada waktunya, hehe..

 

Referensi :

Daniel Higginbotham. (2021). 7 Skill for a Successful Career in Public Services. [online] Available at: https://www.prospects.ac.uk/jobs-and-work-experience/job-sectors/public-services-and-administration/7-skills-for-a-successful-career-in-public-services/ [Accessed 17 Apr.2021]

Lilian Gunawan. (2017). Resilience – Tahan Banting. [online] Available at: https://patahtumbuh.com/id/resilience-tahan-banting/ [Accessed 17 Apr. 2021]

Team-All Things Talent. (2019). A Comprehensive Guide To Collaboration At The Workplace. [online] Available at:  https://allthingstalent.org/2019/09/11/collaboration-at-the-workplace/ [Accessed 17 Apr. 2021]

 

Photo by: Ruslan Burlaka

Avatar

Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.