JurnalRegulasi Diri & Problem Solving

https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2020/08/campaign-creators-kQ4tBklJI-unsplash-1280x853.jpg

Kita sudah mempelajari tentang complex problem solving, maka kita seharusnya memahami bahwa proses tersebut melibatkan regulasi diri (self-regulation). Pada dasarnya, regulasi diri merupakan kemampuan mengendalikan perilaku, emosi, dan pikiran seseorang dalam usaha mencapai sebuah tujuan. Namun, bagaimana hal tersebut berhubungan dengan pemecahan masalah? 

Penelitian Howard et al. (2001) membuktikan bahwa tiga komponen dari regulasi diri metakognitif (metacognitive self-regulation) penting dalam problem solving. Metakognisi sendiri didefinisikan oleh American Psychological Association sebagai “kesadaran akan proses kognisi diri sendiri”. 

Maka, regulasi diri metakognitif melibatkan kesadaran akan, dan kemampuan untuk mengontrol, proses berpikir diri sendiri. Ketiga komponen yang berhubungan dengan probblem solving adalah pengetahuan mengenai kognisi diri sendiri yang berkaitan dengan: proses regulasi pikiran, kemampuan untuk berpikir objektif, dan strategi yang digunakan untuk memahami suatu masalah.

Kemudian, Heidi Ashton, seorang pendidik, menjelaskan mengenai bentuk regulasi diri yang lain, yaitu self-regulated learning. Ternyata, pembelajaran yang melibatkan regulasi diri tersebut memiliki banyak kesamaan dengan proses problem solving, khususnya dengan framework I.D.E.A.L. problem solving.

I.D.E.A.L. problem solving terdiri dari lima langkah. Berikut penjelasan mengenai masing-masing langkah (menurut Bransford & Stein, 1984) serta keterkaitannya dengan proses self-regulated learning:

  1. Identify problems and opportunities
    Tahap pertama adalah mengidentifikasi masalah, dan memandangnya sebagai opportunities atau kesempatan untuk melakukan tindakan yang kreatif. Ketika masalah diperlakukan sebagai kesempatan dibandingkan beban, solusi yang ditemukan cenderung merupakan ide yang belum terpikirkan sebelumnya.

    Demikian pula, tahap pertama dalam self-regulated learning menurut Ashton adalah menganalisa tugas yang harus dilakukan. Melihat dari kedua proses ini, jelas bahwa dalam proses belajar maupun pencarian solusi, kita harus benar-benar memahami apa masalah yang harus ditaklukkan. Dengan melakukan ini, kita bisa mengetahui dengan sepenuhnya apa tujuan akhir kita.

  2. Define goals
    Tahap berikutnya adalah untuk mendefinisikan goals atau tujuan yang ingin dicapai. Hal ini berbeda dengan menentukan metode atau langkah-langkah selanjutnya. Mendefinisikan goals berarti mengetahui secara objektif apa saja yang harus diperbaiki dari sebuah masalah. Misalnya, kamu berhadapan dengan ujian besar minggu depan. Goals yang kamu tentukan adalah untuk mempelajari 7 bab dari buku pelajaran. Berhubungan dengan penjelasan ini, tahap kedua dari self-regulated learning adalah untuk menetapkan learning goals. Goals mampu membantu menentukan apa yang ingin dicapai dengan menggunakan strategi.

  3. Explore possible strategies
    Yang bisa dilakukan dalam penentuan strategi adalah menganalisa ulang goals yang sudah ditentukan dan memilih strategi yang dapat membantu pencapaian goals tersebut. Dalam pembelajaran, kita biasanya akan memilih strategi yang sesuai dengan subjek atau mata pelajaran yang kita pelajari. Dalam complex problem solving, kita juga harus menentukan strategi yang selaras dengan masalah yang dihadapi. Setiap masalah kompleks memiliki karakteristik masing-masing, sehingga menuntut solusi yang berbeda-beda.
  4. Anticipate outcomes and Act
    Kamu sudah memahami masalah, goals, dan strategi; apa yang dilakukan selanjutnya? Ya bertindak, dong? Tunggu dulu! Sebelumnya, kamu harus bisa mengantisipasi hasil akhir dari strategi yang sudah kamu rancang tadi. Hal ini bisa kamu lakukan melalui trial run atau masa percobaan, membuat prototipe, atau membayangkan skenario masa depan. Setelah kamu lakukan itu, kamu bisa memiliki gambaran apa yang akan terjadi jika kamu menjalankan strategi yang terpilih. Apabila sudah yakin, kamu bisa melaksanakannya. Jika belum, kamu bisa kembali ke tahap sebelumnya dan merancang strategi yang lebih baik.

  5. Look back and Learn
    Seiring dengan menerapkan strategi pemecahan masalah tadi, kamu sebaiknya mengevaluasi strategi tersebut dan belajar dari pengalamanmu ini. Bransford dan Stein mengatakan bahwa walaupun tahapan ini jelas akan memberikan manfaat untuk masa yang akan datang, tidak banyak orang yang melakukannya.

    Misalnya, setelah mendapatkan hasil ujian, siswa cenderung hanya bereaksi terhadap nilai yang didapatkan tetapi tidak berusaha untuk mengubah cara belajarnya. Kata Ashton, “jika kamu memilih strategi yang salah, renungkan strategi tersebut serta lingkungan kamu, kemudian sesuaikan dengan situasi yang sedang dihadapi, agar dapat melihat kesalahannya dengan jelas dan memahami apa yang dapat kamu pelajari darinya”.

Dari penjelasan di atas, kita bisa mempelajari bahwa pendekatan problem solving yang baik adalah yang melibatkan proses regulasi diri. Oleh karena itu, kita harus ingat bahwa serumit apapun masalah yang dihadapi, hal paling dasar yang bisa kita lakukan adalah memahami pikiran, emosi, dan perilaku kita. Dengan itu, kita akan lebih mudah mengeksekusi langkah-langkah berikutnya.

Referensi

APA Dictionary of Psychology (n.d.). Metacognition. https://dictionary.apa.org/metacognition

TEDx Talks (2017, December 20). Motivation, self-regulation, and learning how to learn | Heidi Ashton | TEDxYouthLBIS [Video file]. https://www.youtube.com/watch?v=A64J2eEZ4Os&t=269s  

Bransford, J. D., & Stein, B. S. (1993). The IDEAL problem solver (2nd edition). USA.

Cuncic, A. (2020, January 20). How to practice self-regulation. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/how-you-can-practice-self-regulation-4163536

Howard, B. C., McGee, S., Shia, R., & Hong, N. S. (2001). The Influence of Metacognitive Self-Regulation and Ability Levels on Problem Solving.

Redaksi Pemimpin.ID

Lokasi

Deep Space

Jl. Melawai X No.9 Melawai, Kec. Kby. Baru, DKI Jakarta 12160

Rumah Wijaya

Jl. Wijaya V, No. 6, Melawai, Kby. Baru, DKI Jakarta 12160

Pemimpin.ID 2019 - 2020