Acara PemimpinRealisasikan Mimpimu, Jangan Hanya Sekedar Bicara!

https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2021/02/Yotube-Cover-2-1280x720.png

Pemimpin.id kembali membuka terasnya setelah kemarin (16/01) membahas cara membuat sebuah perencanaan. Kali ini Pemimpin.id mengajak untuk konsisten dalam merealisasikan dari perencanaan yang telah dibuat. Semangat ini coba ditularkan melalui program Teras Belajar via webinar.

Webinar tersebut mengundang Siti Octrina yang akrab dipanggil Riri (President Indonesia Mengglobal 2020) dan Fellexandro Ruby (Penulis buku You Do You dan Podcaster Thirty Days of Lunch) sebagai narasumber. Dharmaji Suradika (CEO Pemimpin.id) memandu percakapan santai malam itu selaku moderator. Mereka saling bertukar pikiran di hadapan 607 orang yang bergabung sebagai audiens, baik melalui Zoom maupun live streaming YouTube.

Ruby berpendapat, daripada Walk the Talk ia lebih suka Talk the Walk karena hal tersebut yang selama ini dilakukannya. Ketika memiliki mimpi atau perencanaan, ia selalu berusaha merealisasikannya dulu baru berkoar-koar di media sosialnya. Menurutnya, kepuasan yang didapatkan akan jauh lebih besar dibandingkan ketika kita sudah bercerita ke orang-orang dulu.

“Jika memiliki sebuah ide atau perencanaan, mulai buatlah langkah-langkah kecil yang bisa kamu lakukan untuk mencapai tujuan tersebut,” ujar Ruby. Hal tersebut juga dilakukan dalam proses pembuatan bukunya. Ia mengaku bahwa menulis konten buku hanya menghabiskan waktu satu bulan, tetapi mempersiapkan bahannya, mulai dari kickstarter, interview, dan mengumpulkan data pendukung, membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Fakta menarik: buku ini sengaja dibuat sebagai kado ulang tahunnya pada tahun 2020.

Ruby berpesan, “Sekarang kita di zaman yang bisa lakuin apapun hanya di sebuah gawai yang biasa kita genggam. Jadi manfaatkan dengan baik. Jangan mengecilkan atau takut dengan mimpimu, selagi mimpi itu disatukan dengan keahlianmu itu bisa jadi suatu hal yang besar.”

Sepakat dengan Ruby, Riri menambahkan bahwa perencanaan itu hukumnya wajib dan dibutuhkan sebuah komitmen untuk melakukannya serta evaluasi dari apa yang telah dilakukan. Rencana yang baik, menurut Riri, perlu mempertimbangkan banyak variabel, seperti usia, gender, privilese, hingga etnis.

Proses pencapaian mimpi atau tujuan itu tidak mungkin instan, sehingga nikmati prosesnya termasuk kegagalan yang ada dan jangan pernah membandingkan diri dengan orang lain. Setiap orang memiliki keunikan, jadi fokus dengan apa yang ingin dicapai diri sendiri. Jika ingin membandingkan, bandingkanlah dengan diri yang sebelumnya. Tidak usah membandingkan dengan orang lain. Begitu saran Riri. 

Ketika ditanya mengenai bagaimana cara bangkit dari kegagalan dan kehilangan motivasi, keduanya memiliki jawaban yang cukup berbeda. Ruby berpendapat bahwa motivasi yang sesungguhnya harus berasal dari dalam diri. Jika ternyata motivasi yang mendorong kita berasal dari faktor eksternal, kita perlu mencari gantinya dari dorongan internal diri sendiri. Di sisi lain, Riri condong untuk menerima kegagalan tersebut, tenangkan diri, dan segera move on, tapi tidak perlu buru-buru dalam melakukannya. Namun, keduanya sepakat bahwa ketika kita berani mengambil langkah pertama, langkah kedua dan seterusnya akan mengikuti.

Sesi sharing malam itu ditutup dengan kata penutup dari kedua narasumber. Keduanya sepakat bahwa yang terpenting ketika hendak memulai adalah jangan membandingkan diri dengan orang lain, sabar, dan berhenti bersikap perfeksionis. Hal yang terpenting adalah lakukan hal-hal kecil sesuai dengan perencanaan, sambil tetap beradaptasi dengan lingkungan tak terduga. 

Tonton Ulang Teras Belajar 6 Sekarang!

Avatar

Redaksi Pemimpin.ID