JurnalRaksasa, Manusia, dan Nilai Emas dari Mentoring

Redaksi Pemimpin.IDJuly 16, 2020319
Sumber : Christina – unsplash.com

Kalau kalian buka halaman utama Google Scholar, di bawah kotak search bisa ditemukan kata-kata “standing on the shoulders of giants”. Maksudnya apa? Dan kenapa Google Scholar memilih untuk menampilkan kalimat itu?

Ternyata, kutipan tersebut berasal dari Isaac Newton, fisikawan yang memperkenalkan hukum gravitasi. Kutipan lengkap Newton adalah “If I have seen further than others, it is by standing upon the shoulders of giants”. 

Ungkapan tersebut sering dikutip dalam percakapan ilmiah dan dapat diartikan sebagai apresiasi terhadap berbagai penemuan ilmuwan lain yang berperan dalam pencapaian ilmiah Newton.

Tidak heran mengapa Google Scholar, sebuah layanan yang menyediakan karya-karya ilmiah agar dapat diakses masyarakat umum, menjunjung tinggi pesan yang dibawa Newton.

Kutipan ini sudah lama disebarluaskan dan biasa digunakan untuk menyadarkan individu bahwa pencapaian yang mereka raih bukan hanya hasil kerja keras sendiri tetapi juga berkat kontribusi orang-orang yang menyumbang pengetahuan, nasihat, waktu, dan usaha bagi mereka.

Tanpa kalian sadari, kalian akan selalu bekerja bersama orang lain, tidak peduli apakah target yang ingin kalian capai itu bersifat pribadi (misalnya, memperbaiki rutinitas sehari-hari), maupun kolektif (misalnya, bekerja di proyek bersama teman-teman). Hubungan kalian dengan orang lain bisa memiliki banyak bentuk: kolega atau pengawas, teman atau guru, mentee atau mentor.

Apakah kalian kenal dengan kedua istilah terakhir itu? Mentor dan mentee adalah dua hal yang berpegangan tangan dan dapat dijelaskan dengan konsep mentoring

Di bawah kegiatan mentoring, seorang mentor — yang biasanya, tetapi tidak selalu, lebih senior — memberi bimbingan, pelajaran, dan dukungan bagi sebuah mentee dalam perjalanannya untuk mencapai sebuah tujuan. Mentoring memiliki banyak bentuk: bisa disengaja maupun tidak disengaja, formal maupun informal. 

Apapun bentuknya, mentoring yang baik dilakukan secara sukarela dan mengedepankan hubungan yang positif dan otentik antara mentor dan mentee yang bersangkutan. 

Mentor berperan sebagai figur yang dapat mendorong dan memotivasi mentee untuk memenuhi potensi mereka. Sebaliknya, mentee secara ideal juga berperan aktif dalam hubungan ini, dan mengambil inisiatif untuk belajar dari mentor.

Mentoring sudah seringkali dibahas dalam konteks pendidikan maupun profesional, dari atas ke bawah, dari awal sampai akhir, tak kenal lelah. Mengapa begitu? Karena mentoring memang memiliki banyak manfaat bagi individu yang sedang berkembang. Dan individu yang sedang berkembang adalah kita semua, karena kita tidak akan pernah berhenti belajar dan berkembang.

Mentor merupakan seseorang yang kalian bisa percaya. Karena menjalin hubungan yang positif merupakan hal yang penting dalam mentoring, mentor dan mentee bisa mengenal satu sama lain lebih mendalam. Maka, seorang mentor akan mampu melihat potensi diri kalian yang mungkin tidak terlihat oleh diri sendiri.

Kalau kalian belum yakin dengan ide mentoring, merasa tidak memerlukan seorang mentor, dan bisa belajar di tempat lain saja, apakah yakin bisa mendapatkan manfaat mentoring di tempat lain? Belum tentu.

Dengan seorang mentor, yang kalian dapatkan bukan hanya pengetahuan konvensional, tetapi skill yang diperlukan di kehidupan nyata juga. Mentor dan mentee bisa saling bertukar cerita, mulai dari pengalaman kesuksesan sampai kegagalan, sehingga kalian bisa mendapatkan pelajaran yang lebih personal dan relatable.

Kalau kamu orang yang sangat berinisiatif dan memiliki banyak ide, seorang mentor bisa memfasilitasi ide-ide tersebut. Mereka juga dapat memberikan kamu kritik dan umpan balik yang cenderung lebih konstruktif dan cocok untuk diri kalian karena seorang mentor sudah mengenali pengalaman, kemampuan, dan kapasitasmu.

Sumber : Priscilla du Preez – unsplash.com

Selain untuk mentee, mentoring juga memiliki manfaat bagi seorang mentor. Di TED Talk-nya, Shirley Liu menyampaikan kalau mentoring adalah “two-way healing process”, dalam arti kedua pihak dalam kegiatan mentoring bisa mengambil keuntungan darinya.

Dengan mempertanggungjawabkan diri untuk menjadi mentor bagi seorang mentee, kalian juga bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar. Kalian akan terdorong untuk bertindak lebih bijak dan hati-hati, karena mentee akan melihat kalian sebagai pembimbing yang bisa membantu mereka berkembang.

Dengan menjadi mentor, kalian juga akan belajar tentang diri sendiri. Ide, nasihat, dan pengalaman yang kalian sumbang kepada mentee, akan kalian refleksikan secara sengaja maupun tidak sengaja. Ini adalah kesempatan untuk melakukan introspeksi dan evaluasi diri. Hasilnya, kamu bisa menjadi lebih sadar terhadap kapasitas diri sendiri dalam berkontribusi terhadap lingkungan sekitar.

Sekarang, kita kembali lagi ke kutipan Isaac Newton: Standing on the shoulders of giants. Apakah kamu manusia yang berdiri di atas bahu raksasa, atau kamu raksasanya? Refleksikan pertanyaan ini, dan ingat bahwa tidak ada jawaban yang salah. 

Kamu bisa menjadi manusia, yang memiliki keinginan untuk berkembang dan mencapai kehebatan. Kamu juga bisa menjadi raksasa, yang percaya terhadap bakat dan keterampilan diri dan ingin membagikannya dengan orang lain.

Atau… kamu bisa jadi dua-duanya. Karena sebenarnya kita semua memiliki hal yang membuat kita menjadi raksasa, dan hal lain yang membuat kita manusia.

Pertanyaannya adalah: Apakah sisi raksasamu berani untuk membantu orang lain? Dan apakah sisi manusia kamu berani untuk berkembang?

Redaksi Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.

Lokasi

Deep Space

Jl. Melawai X No.9 Melawai, Kec. Kby. Baru, DKI Jakarta 12160

Rumah Wijaya

Jl. Wijaya V, No. 6, Melawai, Kby. Baru, DKI Jakarta 12160

Pemimpin.ID 2019 - 2020