JurnalPesan Untuk Anak Muda Setelah Pandemi Covid-19 Berakhir

maf lahahJune 22, 2020201

Tak pernah terbayang sebelumnya bahwa kita akan menghadapi situasi sulit seperti saat ini. Situasi yang disebabkan karena mewabahnya corona virus disease (Covid-19) sejak kemunculan awalnya di Wuhan, akhir 2019 lalu. Indonesia sendiri sudah sejak akhir Februari baru digemparkan dengan penemuan kasus pertama dan langsung menyebarluas setelahnya. Hingga 3 bulan lebih berlalu, hari ini 12 Juni 2020 telah ditemukan sebanyak 36.406 kasus positif dengan jumlah 2.048 meninggal dunia dan 13.213 kasus sembuh (Covid1919.go.id).

Mayoritas dari kita sangat kaget dengan kondisi ini. Tetiba semua aktifitas harus dikerjakan di rumah. Anjuran belajar, bekerja, beribadah dan aktifitas lainnya yang harus dikerjakan dari rumah membuat kita harus beradaptasi dengan situasi baru. Bagi masyarakat yang rutinitas ha

riannya banyak dikerjakan di luar rumah, pasti sangat kaget dengan perubahan yang sangat tiba-tiba ini. Aktifitas ekonomi terhambat dan berpengaruh pula pada pendapatan yang didapat.

Anak muda tidak lepas dari bagian masyarakat yang terdampak. Tiba- tiba belajar di sekolah digantikan dengan belajar di rumah, mulai dari tingkat pendidikan paling rendah hingga pendidikan tinggi. Kampus menjadi sepi sunyi dari segala keriuhan aktifitas sivitas akademika yang penuh warna setiap harinya. Banyak mahasiswa yang memilih pulang kampung di tengah ketakutan tertular di tanah rantau. Hampir semua aktifitas berubah menjadi #dirumahaja.

Bukan anak muda namanya kalau ia hanya sekedar merutuki keadaan. Kalau hanya mengeluhkan keadaan, mengkritik pemerintah tanpa ikut hadir dalam sebuah perubahan, itu bukanlah karakter calon pemimpin masa depan. Mengeluh boleh saja, itu wajar sebagai manusia. Tapi jangan sampai terus menerus menghabiskan waktu dengan keluhan tanpa hadir menjadi bagian pemberi solusi.

Kemampuan adaptif di segala kondisi menjadi salah satu karakter pembentukan jiwa kepemimpinan. Pertanyaan pertama, dihabiskan untuk apa waktumu selama #dirumahaja? Kuliah online dengan setumpuk tugas dari dosen memang harus dikerjakan, tapi jangan sampai kita lupa dengan hal lainnya. Keadaan yang penuh kepastian ini memberikan banyak peluang kebaikan yang bisa dikerjakan. Kita bisa melihat banyak anak muda tergerak untuk memberikan sumbangsih mengatasi wabah ini secara berjamaah. Bisa cek contohnya, ada @ilustratorpeduli yang mengkampanyekan corona dengan ilustrasi, gerakan @cukupdarirumah, @kadountukpahlawan, d

an gerakan anak muda daerah @brebesselatanpeduli dalam upaya berkontribusi memberikan sumbangsih di tengah pandemi. Kontribusi dan kolaborasi menjadi kunci, bukan sekedar ajang unjuk diri bikin gerakan sana- sini mumpung ada momen.

Anak muda selalu cekatan dalam menangkap setiap peluang kesempatan yang hadir. Di tengah pandemi, banyak sekali kelas- kelas online yang bisa diikuti dengan gratis. Banyak juga pelatihan yang memberi ruang belajar untuk anak- anak muda di tengah situasi pandemik ini. Bahkan lini bisnis baru juga hadir sebagai alternatif bertahan dalam situasi pandemik ini. Berbagai aktifitas dikerjakan untuk mengisi waktu #dirumahaja. Sesekali hanya rebahan dan bermalas-malasan, it’s okay, we are human.

Kita belu

m bisa memastikan kapan pandemik ini akan berakhir meski pemerintah sudah mulai menggaungkan kehidupan new normal. Kebijakan ini dengan maksud untuk menyelamatkan perekonomian Negara meski grafik Covid-19 di Indonesia belum memandakan adanya penurunan. Kebijakan ini masih terus digodok pemerintah, meski kemarin sempat ramai karena adanya relaksasi Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di beberapa daerah perkotaan.

Balik lagi ke bahasan mengenai anak muda. Kira- kira akan jadi apa setelah pandemi ini berakhir? Atau minimal ketika kehidupan normal baru resmi diterapkan?

Jika kamu sudah beradaptasi dengan kebiasaan baru selama pandemi, jangan hilangkan kebiasaan ini meski C

ovid-19 nantinya akan berakhir. Kebiasaan baik yang dibangun misalnya dengan belajar bisnis, belajar bahasa, belajar desain, membentuk komunitas dan hal- hal positif lainnya jangan hilang ketika situasi sudah berubah. Setiap keadaan pasti mengandung pembelajaran, begitupun dengan adanya wabah Covid-19 ini. Kita belajar untuk mengenal lebih dalam mengenai diri sendiri, mengenal keluarga lebih dekat dan lain sebagainya.

Kehidupan di masa depan pun masih belum bisa kita prediksi bagaimana situasinya. Kemampuan adaptif bisa menjadi solusi kamu menghadapi segala situasi. Hari ini kamu belajar dari wabah Covid-19. Pelajaran selama melewati wabah ini jangan sampai dilupakan begitu saja meski nanti kita memasuki era normal baru dalam ritme kehidupan. Tetaplah jadi anak muda yang adaptif, kreatif, progresif dan solutif. Karena anak muda memiliki kekuatan luar biasa yang tidak dimiliki anak- anak ataupun orang tua. Kekuatan semangat, pantang menyerah, life learner menjadi modal besar untuk memberikan kontribusi penyelesaian suatu masalah.

Hai anak muda, selamat belajar dengan situasi bagaimanapun. Mari belajar dari Covid-19 dan jangan hilangkan kebiasaan baik yang tumbuh ketika kita dihadapkan dengan situasi pandemi. Tetap berbuat baik, wujudkan kebaikan untuk banyak orang. Tidak penting mengenai besar kecilnyakontribusimu, yang terpenting adalah kamu terus bergerak, berjalan, dan berlari menjadi bagian pemberi solusi.

maf lahah

Pemimpin.ID 2019 - 2020