JurnalPeran Feedback bagi Kreativitas

https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2020/08/pexels-polina-zimmerman-3782235-1280x853.jpg

Kita sudah membahas tentang peran positif dari keberadaan struktur atau standar dalam sebuah organisasi bagi kreativitas individu. Untuk menekankan poinnya kembali, kreativitas bisa memperoleh manfaat dari adanya batasan-batasan. Struktur seharusnya tidak dipandang sebagai kendala terhadap kreativitas, melainkan sebagai fondasi baginya. Selain standar dalam organisasi, umpan balik (feedback) dan kritik juga bisa berperan dalam memajukan kreativitas. Namun, sikap kita terhadap umpan balik, baik dalam memberi maupun menerima, tidak boleh semena-mena.

Proses bekerja yang melibatkan kreativitas tidak akan terlepas dari pendapat, umpan balik, dan kritik dari orang lain. Jika efektif, umpan balik dapat memperkaya autentisitas sebuah ide atau karya kreatif, dan bahkan menambahkan manfaatnya bagi masyarakat. Namun, isu yang krusial untuk dipertimbangkan dalam hal ini adalah bagaimana bentuk umpan balik yang dapat dengan efektif memfasilitasi kreativitas anggota tim? Isu tersebut dapat dibagi menjadi dua: penerimaan dan pemberian umpan balik.

Dalam penelitiannya, Sijbom et al. (2017) menyebutkan istilah feedback source variety, yaitu perolehan umpan balik dari berbagai sumber dan sudut pandang. Semakin beragam sudut pandang umpan balik yang diterima, kreativitas individu akan semakin diuntungkan karena dengan mengintegrasikan sudut pandang yang berbeda akan muncul perspektif baru.

Oleh karena itu, sebaiknya kita bersikap terbuka terhadap umpan balik. Penelitian Harrison dan Dossinger (2017) menekankan bahwa bagaimana kita meminta umpan balik dapat mempengaruhi ruang lingkup dan jenis umpan balik yang kita terima. Seringkali, kita menghalangi diri sendiri untuk menerima umpan balik secara terbuka, misalnya membatasi rekan kerja untuk mengkritik pekerjaan kita atau sebaliknya, memamerkan karya kita untuk mendapatkan pujian. Namun, pendekatan seperti ini dapat membatasi potensi karya kreatif yang dapat kita hasilkan, sebab tidak ada banyak ruang bagi ide-ide baru untuk muncul.

Namun, bagaimana caranya untuk menanamkan sikap terbuka tersebut ke dalam pikiran anggota tim kamu? Penemu IDEO, David dan Tom Kelley, menceritakan pendekatan yang baik dalam meyakinkan tim untuk melibatkan kreativitas dalam pekerjaan dan menghargainya. Salah satu metode mereka adalah menerapkan crowdsourcing dari hari pertama. Crowdsourcing melibatkan mengundang anggota untuk berinovasi, dan memberi informasi atau masukan. David dan Tom mengatakan bahwa kamu juga bisa membuat kontrak sosial dengan tim sejak awal, yang menyatakan bahwa ide-ide yang digunakan dalam organisasi akan datang dari mereka juga. “I may be the founder, but that doesn’t mean I have to have all the ideas”, ujar Tom.

Kemudian, Sijbom et al. (2017) juga mengatakan satu hal penting dalam praktik pemberian umpan balik di dalam organisasi. Apabila sebuah organisasi mendorong anggotanya untuk secara aktif mencari umpan balik, organisasi harus memfasilitasi individu agar mereka dapat secara efektif memproses umpan balik yang diterima. Dalam kata lain, pemimpin atau manajer harus menyediakan waktu dan sumber daya yang cukup bagi anggota untuk merefleksikan beragam umpan balik yang diterima, serta untuk mengintegrasikan hasil umpan balik tersebut ke dalam pekerjaan sehari-hari mereka.

Kita sudah membahas cara mengundang umpan balik dengan baik, sekarang kita akan membahas cara penyampaiannya. Penyampaian umpan balik bukan hal yang mudah dilakukan, terutama bagi supervisor, yang harus benar-benar memerhatikan bagaimana umpan balik yang mereka berikan akan diterima oleh anggotanya.

Yeun Joon Kim dari University of Toronto dan Junha Kim dari Ohio State University menemukan bahwa kritik dari supervisor atau rekan kerja akan lebih sulit diterima individu dan bahkan menghalangi kreativitasnya, dibandingkan dengan kritik yang datang dari anggota di peringkat yang lebih rendah.

Maka, berdasarkan hasilnya, Yeun Joon Kim memberikan saran bagi para pemimpin dan supervisor: “Ketahuilah bahwa umpan balik negatif kamu dapat merusak kreativitas anggota tim kamu.” 

Sebaiknya, supervisor membatasi umpan balik khusus yang berhubungan dengan cakupan pekerjaan. Dalam kata lain, hanya diskusikan hal yang berkaitan dengan perilaku mereka dalam mengerjakan tugas, bukan aspek diri mereka secara umum. Supervisor juga sebaiknya bersikap baik dan penuh perhatian. Apabila kamu ingin menyampaikan umpan balik yang negatif, lakukan dengan cermat, sensitif, dan sebaiknya secara pribadi.

Menurut Harvard Business Review, bagi pemimpin, manajer, atau supervisor, memberikan umpan balik terhadap pekerjaan kreatif anggotanya berarti mengesampingkan keinginan untuk memegang dan mempertahankan kontrol. Supervisor sebaiknya memandang umpan balik yang mereka berikan sebagai alternatif potensial yang dapat dicoba oleh anggota tim, bukan sebagai jalur yang paling tepat dan harus mereka ambil.

Untuk mengakhiri, kita kembali pada David dan Tom Kelley. Mereka mengatakan bahwa budaya inovasi itu seperti karaoke. “Bayangkan ruang karaoke itu sebagai metafora untuk organisasi kamu,” kata Tom. Semua anggota akan mendapat kesempatan untuk bernyanyi, dan mereka bersedia karena semua orang akan melakukannya. 

Ketakutan besar yang menahan orang-orang dari bertindak kreatif adalah ketakutan untuk dinilai. Tetapi, di ruang karaoke, tidak ada satu orang yang akan mengkritik nyanyian kamu, dan kalau kamu gagal, tidak masalah! Sebagai pemimpin, kamu berkewajiban untuk membangun ruang karaoke tersebut dalam organisasimu. Karena ketika anggotamu memiliki kepercayaan diri terhadap kreativitasnya dan bersemangat untuk mendapatkan umpan balik, maka mereka akan lebih mampu menghasilkan ide-ide yang dapat memajukan organisasi. 

Referensi

Buchanan, L. (2013, October). Why creativity is like karaoke. Inc. https://www.inc.com/magazine/201310/leigh-buchanan/why-creativity-is-like-karaoke.html

Harrison, S. (2017, November 13). How to give and receive feedback about creative work. Harvard Business Review. https://hbr.org/2017/11/how-to-give-and-receive-feedback-about-creative-work

TED-Ed. (2017, June 13). The power of creative constraints – Brandon Rodriguez [Video file]. https://www.youtube.com/watch?v=v5FL9VTBZzQ

Universiteit van Amsterdam (UVA). (2017, September 27). Seeking feedback not always sufficient for stimulating creativity. ScienceDaily. Retrieved August 5, 2020 from www.sciencedaily.com/releases/2017/09/170927100931.htm 

University of Toronto, Rotman School of Management. (2019, April 4). To keep the creative juices flowing, employees should be receptive to criticism. ScienceDaily. Retrieved August 5, 2020 from www.sciencedaily.com/releases/2019/04/190404132534.htm

Redaksi Pemimpin.ID

Lokasi

Deep Space

Jl. Melawai X No.9 Melawai, Kec. Kby. Baru, DKI Jakarta 12160

Rumah Wijaya

Jl. Wijaya V, No. 6, Melawai, Kby. Baru, DKI Jakarta 12160

Pemimpin.ID 2019 - 2020