ArtikelHeadlinePentingnya Menjadi Disruptive Leader bagi Generasi Milenial dan Generasi Z

Avatar Pemimpin.IDMay 12, 2021320
pexels-sora-shimazaki-5668765

Oleh Berliana Hifmi

 

Pemimpin adalah seseorang yang mempunyai pengaruh besar untuk diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan untuk mencapai tujuan yang diimpikan. Sebagaimana yang kita tahu, untuk menjadi pemimpin, banyak sekali tantangan dalam mengatur suatu kelompok maupun diri sendiri. Tidak hanya memengaruhi dan mengatur, namun juga harus mempunyai inisiatif dan kepekaan yang tinggi dengan sekitarnya. Karakter yang ada pada seorang pemimpin ini memang harus dilatih sejak dini, karena sangat dibutuhkan saat berada dalam usia produktif.

Usia produktif adalah kunci usia puncak produktivitas seseorang dalam berkarya maupun dalam proses menggapai cita-cita. Kisaran umur produktif di mulai sejak umur 15 sampai 64 tahun. Melansir data dari Badan Pusat Statistik tahun 2020, mayoritas generasi yang ada di Indonesia paling banyak pada generasi Z sebanyak 27,94% dan generasi milenial di kisaran 25,87%, yang mana usia orang di generasi ini termasuk dalam usia produktif. Ditambah lagi, pada tahun 2030-2040 ke depan, Indonesia akan mengalami bonus demografi. Artinya, penduduk usia produktif pada tahun itu jauh lebih banyak daripada penduduk usia non produktif. 

Hal ini akan menjadi kesempatan besar bagi penduduk muda untuk memajukan Indonesia dan menggapai cita-cita. Namun, tidak dapat dipungkiri, tingkat persaingan dalam dunia pekerjaan juga semakin tinggi. Maka dari itu, pentingnya mempunyai karakter kepemimpinan yang disruptif sejak dini dapat membantu kita bersaing dan meraih cita-cita yang diimpikan di masa sekarang maupun masa depan.

Perubahan era dari zaman satu ke zaman selanjutnya menjadi tantangan yang harus ditaklukan oleh setiap pemimpin untuk tetap bisa bertahan hidup demi tercapainya visi misi. Sebagaimana yang kita tahu, dari era industri industri 1.0 sampai ke era industri 4.0 ini banyak perubahan-perubahan yang memaksa untuk selalu bisa beradaptasi dan berevolusi. 

Era sekarang dinamakan era ‘disruptif’ karena adanya pergantian dari metode-metode konvensional ke digital dan berbasis teknologi dan data. Bahkan, masa ini tidak lagi sekedar disebut disruptif saja, tapi sudah maju menjadi ‘double disruptive’, karena pengaruh pandemi Covid-19 yang mengubah tatanan masyarakat secara besar-besaran di seluruh dunia. Guru Besar Manajemen Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, pernah mengatakan, “ternyata yang paling berhasil mendorong transformasi digital dalam perusahaan bukanlah CEO (Chief Executive Officer) ataupun CTO (Chief Technology Officer), melainkan si Covid-19”. Jika kita tidak bisa beradaptasi dan evolusi, tentu saja kita akan tergerus zaman atau bahkan kalah di era ini. 

Pastinya, era saat ini menjadi era yang membuat para pemimpin dunia bekerja dan berpikir ekstra keras lagi dalam menggapai tujuan mereka. 

Pemimpin yang disruptif harus mengimbangi sifatnya tersebut dengan inovasi sama disruptifnya, atau inovasi yang mampu menciptakan karya atau pasar baru. Misalnya, saat ini banyak perusahaan yang serentak beralih memproduksi hand sanitizer dan masker karena peka terhadap perubahan yang disebabkan pandemi, ketika mereka sebelumnya belum pernah memproduksinya sama sekali. 

Kita juga bisa belajar dari masa lalu tentang pentingnya kepememimpinan yang disruptif dari perusahaan Nokia. Perusahaan yang diakui BusinessWeek 2007 sebagai “Pendominasi pasar ponsel global yang tidak dapat disangkal” ini malah gulung tikar. Hal ini dikarenakan kurang pekanya Nokia terhadap perkembangan zaman. Nokia gagal berevolusi dan beradaptasi tanpa melakukan inovasi yang disruptif dan akhirnya tertinggal dari kemajuan yang diciptakan perusahaan lain di bidangnya, seperti Samsung dan Apple. 

Pentingnya Leader sebagai pemegang pengaruh ini diharuskan peka dan memiliki inovasi yang disruptif atau yang bisa disebut disruptive leader. Ada 5 karakter yang harus dimiliki, di antaranya:

  • Berani dan Jujur di Setiap Kondisi
    Pemimpin disruptif ketika membuat inovasi akan selalu jujur, berani, dan tidak malu jika inovasi tersebut gagal. Karena prioritasnya adalah mencapai tujuan terbaik untuk menggapai cita-cita.
  • Penuh Rasa Percaya Diri dan Tegas
    Pemimpin disruptif dapat menjelaskan visinya dan mendetailkan misinya dengan penuh percaya diri serta tegas dalam menyukseskan semua rencananya.
  • Mudah Beradaptasi dan Berevolusi
    Era kedepan akan banyak hal-hal baru yang lebih menantang dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi. Disini pentingnya karakter mudah beradaptasi dan membuat inovasi baru.
  • Selalu Belajar Hal Baru
    Pemimpin disruptif mempunyai minat ke banyak topik yang tidak akan pernah terpuaskan. Pemikirannya selalu haus akan wawasan dan inspirasi baru. Selain itu pemimpin disruptif juga selalu berfikir kritis dan senang menerima nasehat membangun dari orang sekitar.
  • Terbiasa dengan Ketidakpastian
    Seiring dengan pergantiannya era, banyak perubahan yang tidak pasti hasilnya. Pemimpin disruptif selalu bisa tenang ketika menghadapi suatu ketidakpastian karena terbiasa keluar dari zona nyaman.

 

Karakter disruptive leader atau pemimpin disruptif sangat penting dimiliki terutama untuk kamu yang termasuk Generasi Milenial dan Generasi Z. Memiliki karakter ini tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri saja dalam bersaing kedepan maupun menggapai cita-cita, namun juga untuk memajukan negara kita tercinta, Indonesia. Sudahkah kamu memiliki karakter diatas?

 

Referensi

Elliot, C. (3 Mei 2019). The 7 Characteristics of Disruptif Leaders. Elevate Corporate Training. https://www.elevatecorporatetraining.com.au/2019/05/03/the-7-characteristics-of-disruptif-leaders/

Kasali, R. (1 Januari 2021). Era Double Disruption. Jawa Pos. p,6. https://www.pressreader.com/indonesia/jawa-pos/20210101/281891595904417

Berita Resmi Statistik. (21 Januari 2021). Hasil Sensus Penduduk 2020. BPS. https://www.bps.go.id/website/images/Hasil-SP2020-ind.jpg 

 

Photo by: Sora Shimazaki

Avatar

Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.