JurnalPentingnya Koordinasi di Abad Ke-21

Redaksi Pemimpin.IDJuly 25, 202066
Sumber : Nick Fewings – Unsplash.com

Pada tahun 2016, World Economic Forum (WEF) mengatakan bahwa dunia modern akan berubah dengan pesat dalam waktu yang singkat. Sekarang, kita sudah berada di tahun 2020 di tengah pandemi global. Perkembangan dalam berbagai industri, mulai dari pendidikan sampai teknologi, telah mengubah cara kita bekerja dan berinteraksi sejak 4 tahun yang lalu. Tetapi, walaupun dunia akan terus bergerak ke arah yang sulit kita bayangkan, kita jangan sampai tertinggal.

Maka, WEF merilis laporan The Future of Jobs yang menjabarkan 10 keterampilan yang penting bagi individu di lingkungan kerja tahun 2020. Berdasarkan laporan tersebut, “secara keseluruhan, keterampilan sosial akan lebih banyak diminati di industri tahun 2020 daripada keterampilan teknis (narrow technical skills), seperti pemrograman dan pengoperasian peralatan. Intinya, keterampilan teknis butuh dilengkapi dengan keterampilan sosial dan kolaborasi yang kuat.

Oleh karena itu, salah satu dari 10 keterampilan yang dibutuhkan sekarang adalah kemampuan berkoordinasi dengan orang lain (coordinating with others). 

Kata kuncinya adalah koordinasi, dan kata ini harus kamu simpan di benak dan jangan tertukar dengan kooperasi. Kooperasi berarti penggabungan usaha atau tindakan untuk mencapai target. Tetapi, koordinasi adalah kemampuan berbagai elemen untuk berfungsi secara bersamaan.

Dalam kata lain, koordinasi adalah pengorganisasian yang teratur dan menyatu dari usaha berbagai individu dalam rangka pemenuhan tujuan bersama.

Sebuah tim atau kelompok perlu meminimalkan perbedaan anggota, namun tetap memastikan bahwa keahlian dan pengetahuan masing-masing dimanfaatkan dengan baik. Keseluruhan anggota sebaiknya memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan dan budaya tim, agar koordinasi bisa dicapai dengan lebih mudah (Loxley, 1997 dalam Mickan & Rodger, 2000).

Dalam membicarakan tim yang efektif dalam bekerja, Amy Edmondson, profesor di Harvard Business School, menyebutkan pekerja rumah sakit. Secara spesifik, mereka harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan tim yang berbeda untuk mengobati pasien yang berbeda, dalam jam kerja yang panjang. Karena hal-hal tersebut ditambah kepentingan dari usaha mereka, pekerja rumah sakit harus memiliki keterampilan koordinasi yang optimal.

Whitehair et al. (2018) meneliti proses kerjasama yang digunakan oleh tim keperawatan di sebuah rumah sakit. Berdasarkan hasil studi tersebut, tim keperawatan mengedepankan koordinasi antara satu sama lain ketika bekerja.

Misalnya, semua anggota tim dihargai, mulai dari perawat tahun pertama sampai yang sudah berpengalaman. Mereka berupaya untuk saling mendukung satu sama lain secara berkelanjutan. Interaksi yang dilakukan antar individu dilakukan dengan rasa saling menghormati. Mereka juga berupaya untuk melindungi kepentingan orang lain juga merupakan prioritas dalam lingkungan kerja.

Karena mereka memiliki komitmen untuk mencapai tujuan bersama, yaitu untuk mengobati pasien, para perawat juga membudayakan berbagi pengetahuan antara satu sama lain. Pengetahuan dapat berupa pengalaman maupun cara mempelajari keterampilan baru. Mereka memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan tersebut akurat dan dimiliki oleh semua anggota. 

Selain pengalaman terdahulu, para perawat juga memastikan bahwa informasi terbaru dikomunikasikan kepada semua orang secara rutin. Mereka saling meng-update informasi relevan mengenai pasien ataupun tindakan yang direncanakan. 

Sumber : Javier Matheu – Unsplash.com

Mereka memiliki kesadaran bagaimana pekerjaan mereka berhubungan dengan pekerjaan anggota lain. Ini adalah inti dari tercapainya koordinasi.

Sebuah tim yang terkoordinasi dengan baik terdiri dari anggota yang tidak egois. Melainkan, mereka memiliki kapasitas untuk mengesampingkan kepentingan diri dan bersikap reseptif terhadap kebutuhan bersama. 

Masing-masing anggota memahami peran mereka sendiri sekaligus peran anggota lain. Pemahaman ini mampu mendorong dinamika kelompok yang lebih seragam dan berkesinambungan, yang merupakan hal penting ketika sekelompok individu sedang bergerak untuk mencapai tujuan kolektif.

 

Referensi

Mickan, S., & Rodger, S. (2000). Characteristics of effective teams: a literature review. 

Australian Health Review, 23(3), 201-208. doi: 10.1071/AH000201

TED. (2018, June 14). How to turn a group of strangers into a team | Amy Edmondson [Video file]. https://www.youtube.com/watch?v=3boKz0Exros

Whitehair, L., Hurley, J., & Provost, S. (2018). Envisioning successful teamwork: An exploratory 

qualitative study of team processes used by nursing teams in a paediatric hospital unit. Journal of clinical nursing, 27(23-24), 4257-4269. https://doi.org/10.1111/jocn.14558

World Economic Forum. (2016, January). The future of jobs: Employment, skills and workforce strategy for the fourth industrial revolution. In Global challenge insight report. Geneva: World Economic Forum.

Redaksi Pemimpin.ID

Pemimpin.ID 2019 - 2020