Acara PemimpinPemimpin.id Adakan Webinar Menyambut 2021

https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2021/01/ytb-asn-1-1280x720.png

Pemimpin.id menjadikan momen pergantian tahun 2021 sebagai kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi satu tahun yang akan datang melalui kegiatan rutinnya, yaitu Teras Belajar. Hingga kini, Teras Belajar sendiri sudah diadakan sebanyak 4 kali. Dengan mengangkat tema Hack Yourself, Unleash Your Potential! pada Teras Belajar yang kelima ini, Pemimpin.id berharap agar kita, sebagai pemimpin diri kita sendiri, bisa mempersiapkan dan memberdayakan diri sendiri dengan segala potensi yang dimiliki untuk mencapai tujuan terbesar pada tahun 2021.

Teras Belajar sendiri merupakan sebuah program ruang diskusi virtual yang diinisiasi oleh Pemimpin Indonesia (Pemimpin.id) dalam rangka memberikan wadah untuk berbagai elemen masyarakat dan tokoh Indonesia untuk bisa berbagi dan berdiskusi bersama membahas suatu isu atau topik yang relevan dengan apa yang sedang terjadi saat ini.

Mungkin beberapa bertanya, mengapa diberi nama teras? Seperti kita ketahui bersama, teras biasa digunakan sebagai tempat untuk diskusi, dari topik yang ringan hingga berat. Namun, suasananya tetap santai, bahkan sambil makan gorengan sekalipun.

Teras Belajar kali ini mengundang Manik Marganamahendra (Caretaker @tata.muda) dan Nurul Andriani (Head of Talent Acquisition Paragon Technology and Innovation) sebagai narasumber, serta Dharmaji Suradika (CEO Pemimpin.id) selaku moderator.

Diskusi yang berlangsung kurang lebih 2 jam itu disambut dengan antusiasme peserta yang tinggi, dibuktikan dari jumlah pendaftar yang mencapai 1.472 orang. Saking membludaknya, kapasitas Zoom yang terbatas pun memaksa beberapa peserta mengikuti dari live streaming YouTube Pemimpin.id. 

Nurul menyampaikan bahwa cara untuk mengenali potensi diri salah satunya adalah refleksi diri. Ini bisa dilakukan dengan menuliskan hal-hal yang membuat kita senang dan hal-hal yang mahir kita lakukan. Selain itu, kita juga bisa bertanya kepada teman dekat kita untuk meminta penilaian mengenai diri kita. Terakhir, tools psikologi, seperti MBTI ataupun DISC pun dapat dimanfaatkan. 

Penting bagi seseorang mengetahui potensi diri agar dapat mengetahui mana sisi yang harus dikembangkan dan mengukur kapasitas diri dalam menerima delegasi tugas. Satu yang perlu dicatat, ketika kita sudah mengetahui kelemahan kita, jangan terima mentah-mentah ketidakmampuan tersebut. Kita harus belajar dan memutarbalikkan ketidakmampuan tadi  menjadi sebuah kemampuan yang dapat bermanfaat. Namun, jika dirasa belum bisa mengetahui kelemahan kita, cobalah gali sebanyak-banyaknya dan tetap melihat apa yang sekiranya dibutuhkan oleh pasar agar kita bisa mengikuti perkembangan zaman yang serba cepat sekarang ini.

Saat ditanya terkait pandangannya tentang karakter anak muda Indonesia saat ini, Manik menjawab bahwa sebenarnya Indonesia memiliki potensi menjadi negara yang kuat dan besar karena keberagamannya. Namun, yang masih menjadi kendala adalah kurangnya kesadaran akan potensi yang dimiliki masing-masing individu dan dan kemauan untuk bekerja secara kolektif. Padahal, era sekarang merupakan eranya “avengers” bukan “superman” lagi, tambahnya.

Kemewahan yang dimiliki oleh anak muda adalah idealismenya, tambah Manik. Sifat itu cenderung membuat anak muda berani dalam menyatakan pendapat menurut pandangan mereka karena masih murni tanpa keberpihakan pada kepentingan manapun. 

Paparan Manik disepakati Aji, sambil mengibaratkan pemuda sebagai air yang menggenang di sungai. Air tersebut tidak akan memiliki manfaat apabila hanya dibiarkan menggenang. Justru, jika diberi sedikit lubang, genangan air jadi bermanfaat bagi banyak orang, misalnya untuk menggerakkan turbin. 

Terakhir dari Manik, tidak masalah apabila kita menjadi followers dari seseorang, tapi sadarlah bahwa kita juga merupakan seseorang yang memiliki followers. Maka dapat dikatakan bahwa kita juga merupakan influencer baik untuk diri sendiri maupun followers kita. Kuncinya adalah bagaimana kita bisa dapat menciptakan karya, bukan tentang apa jabatan kita. Apa yang berhasil kita capai sampai akhirnya kita dapat menginspirasi orang lain? Leadership isn’t about title, but action.

Setelah sesi sharing selesai, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Ada beberapa pertanyaan yang cukup menarik, di antaranya, bagaimana menjadi seorang pemimpin bagi anak muda yang terkadang sering diragukan karena alasan kurang pengalaman? Nurul menyarankan bahwa justru kita harus bisa membuktikan bahwa kita bisa memimpin. Caranya adalah dengan menunjukkan prestasi dari kinerja dan potensi yang dimiliki. Selain itu, kolaborasi juga menjadi kemampuan yang penting untuk menghasilkan hal yang luar biasa. Serupa dengan Nurul, Manik menyampaikan kuncinya adalah meyakini bahwa you’re valid dan lakukan dengan konsisten. 

“Fokus dengan pencapaian diri sendiri dan berhenti mendengarkan apa yang disampaikan orang lain,” menurut Aji. “Tetap berkarya dan jangan menghabiskan energi kita untuk orang yang menghina kita, tapi gunakan karya untuk beneficiaries kita.”

Pertanyaan lainnya, “Bagaimana cara menjadi pribadi yang inovatif?” Baik Nurul dan Manik sepakat menjawab bahwa inovasi bukan hanya sekedar menciptakan sesuatu yang baru. Inovasi bisa berarti merekonstruksi yang sudah ada dan menambahkan value baru ke dalamnya. Saran yang dapat dilakukan adalah turunlah ke lapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya, banyak membaca dan belajar dari berbagai sumber, diskusikan dengan orang lain, tapi jangan lupa juga luangkan waktu untuk berpikir sendiri terkait value yang akan diciptakan. 

Aji pun menutup sharing session dengan sebuah pesan: kelak kita semua akan menjadi tua, jangan sampai saat momen itu datang, kita melihat diri kita dengan penuh penyesalan. 

Acara ditutup dengan informasi mengenai lowongan berkarier di Paragon, lomba menulis mengenai “Innovation Mindset Challenge” yang diadakan oleh Paragon Technology and Innovation, serta pembagian merchandise.

Tidak sempat menyaksikan Teras Belajar kemarin? Tenang, Teras Belajar akan kembali lagi pada tanggal 28 Januari 2021 dengan judul “Walk the Talk, Mulai Realisasikan Rencanamu!”. Informasi lebih lanjut kunjungi Instagram @pemimpin.indonesia.

 

Tonton ulang webinarnya di:

Avatar

Redaksi Pemimpin.ID