HeadlineLeadership ReviewOrganisasi yang Inovatif dan Berkembang: Hindari Konformitas!

Avatar Pemimpin.IDMarch 16, 2021339
pexels-stas-knop-1626481

ABSTRAK | Organisasi yang inovatif dan berkembang adalah organisasi yang menciptakan iklim keleluasaan dan keberanian dalam memberikan ide dan pendapat, tetapi tak jarang kondisi itu dihalangi oleh konformitas.

Dalam sebuah organisasi atau komunitas, tidak jarang ketika Anda punya pendapat berbeda atau ingin mengkritik pendapat yang sudah disepakati, Anda tidak berani atau merasa “tidak enakan” karena melihat suara mayoritas yang sudah sepakat dengan pendapat tersebut. Akhirnya, Anda cenderung mengiyakan pendapat tersebut walau Anda tahu ada pendapat yang lebih baik. Kondisi tersebut secara tidak langsung membuat Anda terjebak dalam konformitas. 

 

Apa Definisi Konformitas?

Secara definisi konformitas adalah upaya yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilakunya sesuai dengan suara atau kebiasaan mayoritas yang ada dalam komunitas tersebut. Konformitas biasanya terjadi karena inginnya seseorang untuk diakui, menyesuaikan dengan kelompok atau suara mayoritas, dan ingin menjadi benar karena mengikuti suara terbanyak.

Selain terjadi dalam diskusi atau rapat yang sudah disebutkan di atas, konformitas juga bisa terjadi dalam bentuk kebiasaan. Contoh konformitas dalam kegiatan adalah ketika Anda memilih memakai baju rapi dimasukan celana karena melihat mayoritas orang di lingkungan Anda memakai baju seperti itu, padahal tidak aturan yang mewajibkannya. Tingkah laku mayoritas tersebut membuat Anda menganggap bahwa untuk bisa diterima dalam lingkungan, Anda harus mengikuti apa yang mereka lakukan.

 

Apa Dampak Konformitas?

Konformitas memang memiliki dampak baik bagi seseorang agar menyesuaikan dan dapat lebih diterima terlebih dulu dalam lingkungan organisasinya. Akan tetapi, konformitas juga memiliki dampak buruk, baik untuk organisasi maupun untuk individu yang ada di organisasi tersebut, seperti:

Dampak Buruk Buat Organisasi

Dalam sebuah organisasi, dampak buruk konformitas ialah menghambat inovasi dan ide dalam organisasi karena anggota cenderung menyepakati hal-hal yang telah menjadi suara mayoritas. Salah satu kunci organisasi yang sukses, kreatif, dan berkembang ialah organisasi yang memupuk keberagaman ide dan pendapat sehingga anggota menjadi lebih inisiatif dan tidak takut untuk mengeluarkan pendapat.

Dampak Buruk Buat Diri Sendiri

Konformitas menyebabkan diri Anda menjadi orang yang takut untuk berpendapat. Anda jadi sering untuk mengiyakan segala sesuatu dan mencoba memaklumi keadaan sehingga Anda tidak tertarik lagi untuk berpendapat ke depannya. Kondisi ini membuat Anda jadi malas untuk mengasah kemampuan berpikir kritis. Selanjutnya, konformitas menjadikan Anda sering  mengikuti arus suara dan perilaku orang kebanyakan sehingga membuat Anda kehilangan jati diri. Anda tidak bisa membedakan mana diri Anda sebenarnya dan mana yang hasil dari konformitas terhadap lingkungan.

 

Cara Menghindari Konformitas

Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menghindari konformitas dalam organisasi, seperti:

  1. Berani berpendapat. Beranikanlah diri untuk berpendapat ketika Anda dalam sebuah rapat atau diskusi. Melatih rasa berani berpendapat inilah yang membuat Anda percaya diri untuk menyatakan apa yang Anda pikirkan.
  2. Jangan takut beda. Ketika berada dalam organisasi, Anda tidak harus dituntut menjadi orang yang sama seperti kebanyakan. Anda harus mengikuti kata hati untuk menjadi diri sendiri karena Andalah yang paling bertanggung jawab atas diri Anda sendiri. 
  3. Tumbuhkan iklim semangat berpendapat. Ketika Anda menjadi seorang pemimpin, Anda harus bisa menumbuhkan iklim semangat berpendapat dalam organisasi Anda. Ada banyak cara untuk menghadirkan iklim tersebut, seperti mewajibkan anggota untuk mengeluarkan pendapat ketika rapat, mengapresiasi setiap pendapat yang keluar dari anggota, dan tidak terlalu menekan untuk harus berpikir sama.

Selain itu, Pemimpin Indonesia berkesempatan untuk mewawancarai Amarendra Zufar Nibroos (Presiden BEM Fakultas Psikologi UNPAD) atau yang biasa dipanggil Anib terkait efek buruk dari konformitas di organisasi. Menurut Anib ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh Pemimpin untuk meminimalisir dampak buruk tersebut, seperti:

  1. Berikan apresiasi. Ada baiknya memberikan apresiasi kepada setiap ide yang muncul agar bisa memacu semangat anggota untuk berani menyampaikan idenya meski berbeda dari pendapat anggota lain.
  2. Komunikasi asertif. Ketika ada yang berpendapat dan dirasa kurang cocok dan relevan dengan kondisi, sampaikan penolakan dengan baik dan hati-hati agar yang berpendapat tidak merasa langsung tertolak dan sakit hati.
  3. Asah pemikiran kritis. Coba picu sikap kritis anggota ketika berpendapat. Latih agar pendapat yang dilempar adalah pendapat murni hasil analisis lapangan, bukan sekadar ikut-ikutan saja.
  4. Berikan feedback. Jangan lupa untuk memberikan feedback bagi setiap ide dan pendapat dengan komunikasi yang asertif setelah dieksekusi.

Menurut pendapat dari Rob Goffe, profesor perilaku organisasi di London Business School, konformitas bisa berujung pada organisasi yang tidak mendukung ekspresi diri, keberagaman, dan keterlibatan anggota. Maka untuk itu, Anda harus menghindari konformitas dalam organisasi Anda. 

Mulailah dari diri sendiri dengan berani berpendapat dan jangan takut untuk menjadi beda. Sebagai pemimpin, ajaklah organisasi Anda untuk mulai menghargai setiap pendapat yang ada dan tumbuhkan iklim berinovasi dan berkembang dengan cara dan bakat mereka masing-masing. 

 

Referensi

Gaudreau, S. (2017). 4 ways to find deep health & avoid conformity. Stephgaudreau. https://www.stephgaudreau.com/4-ways-to-find-deep-health/.

Liu, R. (2019). How to avoid groupthink & conformity. Lifeclub. https://lifeclub.org/idea/groupthink-conformity.

Mayhew, R. (2011). Example of conformity in the workplace. Chron. https://smallbusiness.chron.com/dressy-business-attire-26036.html.

Mcleod, S. (2016). What is conformity. Simply Psychology. https://www.simplypsychology.org/conformity.html#:~:text=Conformity%20is%20a%20type%20of,fit%20in%20with%20a%20group.&text=Conformity%20can%20also%20be%20simply,%2C%20teasing%2C%20criticism%2C%20etc.

Mirchevski, B. (2019). Conformity, the oog, the bad, and the ugly. Medium. https://medium.com/the-logician/conformity-the-good-the-bad-and-the-ugly-81ffcc2e466b#:~:text=Conformity%20creates%20a%20change%20in,obliged%20to%20follow%20society’s%20norms.

Moseley, S. (2021). 8 simple steps to identify and avoid groupthink in meetings. Highfive. https://highfive.com/blog/8-steps-to-avoid-groupthink

Yakowics, W. (2015). Why you need to avoid conformity in your opinion. Inc. https://docs.google.com/document/d/171mveudKGI8J_OaovMTx742Ru4vSgzGR0lINjJ6gVyM/edit#.

 

Avatar

Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.