Ensiklopedia PemimpinHeadlineMengenal Social Style dalam Organisasi untuk Memimpin dengan Lebih Baik

Avatar Pemimpin.IDFebruary 19, 2021448
pexels-aleksandar-pasaric-2498551

Oleh : Shania Aulia (Intern di Research Team Pemimpin ID)

 

Seperti kita pahami bersama bahwa kita selalu berdampingan dengan keragaman. Baik dari segi karakter, wajah, sifat, pemikiran, budaya, dan lain sebagainya. Keragaman tersebut terkadang bisa menjadi sesuatu kekuatan atau malah bumerang tergantung bagaimana kita menyikapinya. Begitu pula di dalam organisasi. Maka penting bagi seorang pemimpin untuk bisa memahami lingkungannya. Salah satu teori yang bisa membantu pemimpin untuk berkomunikasi adalah social style.

 

Apa Itu Social Style?

Social Style (gaya sosial) merupakan nama instrumen psikometri yang dapat membantu kita lebih memahami orang lain melalui dasar pengambilan keputusan dan kontrol mereka. Model ini menggunakan dua dimensi, yaitu assertiveness dan responsiveness untuk mengidentifikasi empat gaya sosial. Pemahaman terkait social style dapat dapat membantu seseorang mengembangkan hubungan, terutama di tempat kerja.

 

Sejarah Singkat

Pada tahun 1964 Dr. David W. Merrill dan Roger Reid memulai penelitian untuk membuat model yang dapat memprediksi kesuksesan dalam karier penjualan dan manajemen. Mereka menemukan bahwa perilaku dan tindakan orang-orang itu cenderung konsisten. Dr. James W. Taylor lalu menciptakan alat ukur social style di atas fondasi berupa penelitian Merrill dan Reid. 

 

Macam-macam Social Style

  • Driving

Gaya ini memiliki ciri berorientasi pada tugas dan hasil. Selain itu, mereka identik dengan bergerak secara cepat, bersemangat untuk membuat keputusan, mengambil kekuasaan, dan terkadang ingin memegang kendali. Namun, mereka dinilai tidak kooperatif, tidak memiliki toleransi, sehingga dapat mengorbankan hubungan pribadi dalam jangka pendek bahkan panjang. Orang dengan gaya ini hanya perlu didengarkan.

 

Kelebihan:

  • Dapat dianggap menjadi sosok pemimpin organisasi
  • Memiliki fokus pada tugas dan orientasi hasil sehingga selalu memiliki perencanaan yang matang
  • Dapat membuat keputusan dengan cepat

 

Kekurangan: 

  • Sering tidak mau mendengarkan dan mengakomodasi kebutuhan orang lain
  • Bisa jadi tidak sabar dan tidak peka
  • Ketika stres mungkin memegang kendali menjadi terlalu kritis

.

  • Expressive

Seseorang yang memiliki kecenderungan bersedia mengungkapkan perasaannya kepada orang lain dianggap mewakili gaya sosial ini. Mereka dapat bereaksi secara impulsif dan terbuka dalam menunjukkan perasaan positif maupun negatif. Biasanya, orang dengan gaya ini digambarkan sebagai orang yang menarik, banyak bicara, dan argumentatif. Orang dengan gaya ini hanya perlu diingatkan, terutama jika mereka berlebihan dalam berekspresi.

 

Kelebihan:

  • Terkesan ramah dan antusias
  • Dapat bekerja dengan baik dengan orang lain di tempat kerja
  • Seringkali dianggap kreatif 

Kekurangan: 

  • Ketegasan dalam berbicara atau berekspresi mereka terkadang membuat mereka menjadi pendengar yang buruk.
  • Saat mengalami stres mungkin mereka menjadi sarkastik
  • Terkadang mereka juga terkesan bertele-tele, tidak sabaran, dan mudah mengabaikan atau menolak

 

  • Amiable

Gaya ini identik dengan sikap yang responsif, tetapi kurang asertif. Artinya, orang-orang yang bergaya ini memiliki kepedulian terhadap orang-orang di atas segalanya. Orang dengan gaya ini dianggap mudah bergaul dapat diandalkan dalam bekerja. Namun, mereka cenderung menghindari konflik dan terkadang menjadi sedikit pasif dan ceroboh. Orang dengan gaya ini hanya perlu diberi kepercayaan atau dipantik untuk berinisiatif.

 

Kelebihan:

  • Dapat menaikkan mood dan semangat orang-orang dalam organisasi
  • Meminimalisasi konflik dalam internal organisasi

Kekurangan:

  • Kemauan untuk memulai perubahan dan pengambilan tindakan rendah karena memiliki ketakutan terhadap ketidakpastian 
  • Lebih suka diberitahu apa yang harus dilakukan daripada memimpin, sehingga cenderung lamban
  • Saat stres bisa menjadi bimbang dan tak berdaya

 

  • Analytical

Orang dengan gaya sosial ini dinilai kurang memiliki sikap asertif dan responsif terhadap orang lain. Mereka biasanya pendiam, logis, dan terkadang berhati-hati. Mereka cenderung tampak jauh dari orang lain dan mungkin tidak berkomunikasi, kecuali ada kebutuhan khusus untuk melakukannya. Biasanya, mereka akan lebih nyaman bekerja sendiri. Orang dengan gaya ini hanya perlu diakui atas kebenaran analisis mereka.

 

Kelebihan :

  • Mereka mungkin bijaksana dan sistematis, membuat mereka pandai dalam pekerjaan analitik.
  • Orang dengan gaya ini dianggap memiliki tingkat kedetailan yang baik
  • Memiliki objektivitas yang tinggi

Kekurangan :

  • Sangat menghindari kerja kelompok karena lebih suka bekerja sendiri dan sangat berhati-hati, sehingga terkadang membuat orang lain menunggu kabar yang lama
  • Bisa menjadi sangat kritis dan tidak responsif pada saat berbeda pendapat
  • Saat stres bisa menarik diri atau menjadi keras kepala

 

Referensi

Clayton, M. (2017, April 18). David Merrill & Roger Reid: Social styles. Management Pocketbooks. https://www.pocketbook.co.uk/blog/2017/04/18/david-merrill-roger-reid-social-styles/

Social style. (n.d.). Psychology Wiki. Retrieved February 3, 2021, from https://psychology.wikia.org/wiki/Social_style#Historical_Development

Social style model. (n.d.). TRACOM Group. Retrieved February 3, 2021, from https://tracom.com/social-style-training/model#:~:text=The%20Expressive%20Style

 

Photo by: Alexandar

Avatar

Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.