HeadlineLeadership ReviewMemimpin dengan Love Language, Bagaimana Caranya?

Avatar Pemimpin.IDMay 20, 2021433
pexels-thirdman-5961127

ABSTRAK. Memahami anggota dalam organisasi merupakan salah satu kunci berkembangnya suatu organisasi. Menjadi tugas seorang pemimpin mengenali karakter anggota yang ada dibawahnya, dan mengetahui bagaimana anggotanya diperlakukan. Dalam mempelajari dan memahami karakteristik anggota sebuah organisasi, pemimpin dapat mendalami love language  atau bahasa kasih agar mengetahui bagaimana anggotanya ingin diperlakukan. 

Mencintai dan dicintai telah menjadi kebutuhan dasar seorang manusia. Cinta hadir dalam berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali di antara keluarga, teman, pasangan hingga rekan organisasi. setiap orang memiliki cara tersendiri dalam memberikan arti cintanya, begitupun setiap orang memiliki cara tersendiri dan berbeda untuk dapat merasakan cinta dan kasih sayang dari orang lain. Dalam menjaga hubungan dengan orang lain, kita perlu memahami love language atau bahasa cinta masing-masing secara tepat dan benar agar dapat mencintai mereka dengan lebih baik dan dengan cara yang mereka inginkan. Love language ternyata tidak hanya sebatas dipraktekan pada pasangan semata, namun bisa juga diterapkan oleh seorang pemimpin kepada anggotanya agar merasakan kepedulian dan cinta dari pemimpin mereka. 

Sebuah ironi dalam dinamika sebuah organisasi, ketika sang pemimpin merasa telah merangkul seluruh  anggota dan anggota  juga telah melaksanakan pekerjaan dengan optimal,  namun masih memiliki perasaan kurang dihargai dan diapresiasi. . Alhasil yang akan terjadi adalah tim akan kehilangan semangat dalam bekerja, pemimpin akan kehilangan kepercayaan dari anggota dan berujung pada hilangnya motivasi kerja dalam sebuah organisasi. Tentu ini adalah mimpi buruk bagi sebuah organisasi dan cerminan gagalnya pemimpin dalam menahkodai anggotanya. Hal tersebut merupakan sebuah contoh ketika seorang pemimpin tidak memahami love language dari anggotanya. 

Apa Itu Love Language?

Love language atau bahasa cinta adalah suatu konsep yang dikemukakan seorang penulis bernama Gary Chapman yang menjelaskan bahwasanya setiap individu memiliki cara tersendiri untuk dapat merasakan cinta dan kasih sayang. hal ini terbagi menjadi 5 bahasa kasih yang berbeda:

Words Of Affirmation (Kata-Kata Afirmasi)

Orang-orang yang memiliki bahasa kasih ini memerlukan penegasan serta ungkapan cinta secara verbal dari pasangan ataupun orang lain. Diantaranya kalimat seperti “Aku Sayang Kamu”, “Kamu adalah hidupku”, “Terimakasih atas segala yang engkau berikan selama ini”. Ungkapan yang disampaikan adalah bukti apresiasi yang dikatakan secara tulus sebagai bukti penghargaan atas apa yang telah dikerjakan. 

Dalam konteks organisasi atau bagaimana kita memperlakukan bahasa kasih ini kepada anggota kita adalah dengan memberikan komentar penghargaan dan pujian atas apapun yang telah anggota kita kerjakan dan selesaikan. Hal ini akan menumbuhkan rasa hormat dan kebanggan dalam diri anggota kita.  

Love language atau bahasa cinta adalah suatu konsep yang dikemukakan seorang penulis bernama Gary Chapman yang menjelaskan bahwasanya setiap individu memiliki cara tersendiri untuk dapat merasakan cinta dan kasih sayang.

Quality Time (Waktu yang berkualitas)

Quality time atau waktu yang berkualitas dalam bahasa kasih memiliki makna memberikan perhatian seluruhnya kepada orang atau pasangan tanpa ada gangguan dari apapun. Seringkali banyak yang memiliki pemahaman yang keliru terkait Quality time ini, banyak yang mengartikan bahwa quality time adalah sebatas waktu berdua saja. namun pemaknaan sebenarnya adalah memberikan perhatian seluruhnya kepada orang atau pasangan kita.  

Dalam organisasi cara kita dalam mengimplementasikan bahasa kasih ini adalah dengan memberikan perhatian sepenuhnya kepada anggota kita yang sedang menyampaikan ide atau gagasannya di dalam forum, lebih dari itu buatlah momen yang menyenangkan dengan anggota kita agar tercipta bonding dan ikatan  yang kuat antara kita sebagai pimpinan dengan anggota kita

Acts Of Service ( Memberikan Pelayanan)

Act Of Service adalah bahasa kasih yang diberikan dan dirasakan lewat tindakan yang secara langsung kita lakukan. Kita memberikan pelayanan berupa hal-hal sederhana yang membantu meringankan pekerjaan atau tugas orang lain atau pasangan kita. Jadi bahasa kasih yang diberikan itu langsung berupa aksi tanpa diungkapkan dengan kata-kata. 

Dalam memimpin bahasa kasih ini dapat kita lakukan dengan cara membantu pekerjaan-pekerjaan anggota kita, tujuannya bukan untuk menghilangkan tanggung jawab mereka melainkan untuk meringankan tugas dan pekerjaan mereka. Sikap kita dalam membantu mereka dalam meringankan tugas akan sangat membekas dan secara tidak langsung akan meningkatkan rasa hormat anggota kepada kita sebagai pimpinan. 

Receiving Gifts ( Menerima Hadiah)

Orang yang memiliki bahasa cinta ini akan merasa dicintai dan diperhatikan apabila diberikan hadiah, atau dengan kata lain orang dengan bahasa kasih seperti ini memerlukan tindakan nyata daripada sekadar kata-kata. Tindakan memberi hadiah ini dapat memberi tahu pasangan atau orang lain bahwa peduli dan telah berusaha menyenangkan mereka. 

Dalam organisasi atau memimpin hal ini bisa dilakukan dengan cara mengenal tim dan anggota kita secara lebih mendalam dan personal. Tujuannya adalah mencari tau apa hal yang anggota kita sukai dan dengan informasi tersebut akan memperbesar kemungkinan untuk dapat memberikan hadiah yang akan lebih diapresiasi oleh anggota kita. 

Physical Touch (Sentuhan Fisik)

Orang yang memiliki bahasa kasih sentuhan fisik seperti ini sangat senang apabila diperhatikan dan diapresiasi dengan cara ditepuk pundaknya, dipegang tangannya hingga dipeluk badannya. Semua jenis sentuhan fisik yang dilakukan kepada orang dengan bahasa kasih ini menggambarkan seberapa besar perhatian dan kepedulian kita terhadap mereka. 

Dalam konteks organisasi, kita sebagai pemimpin dapat memberikan bentuk sentuhan fisik yang menggambarkan apresiasi kita kepada kinerja anggota kita berupa tepukan ke pundak, jabatan tangan erat dan meletakan tangan di bahu mereka sebagai bukti penghargaan atas kinerja yang telah mereka berikan selama ini. 

 

Setelah memahami perbedaan dan jenis love language, bagaimana kita sebagai pemimpin bisa menerapkan hal tersebut dalam organisasi yang kita pimpin. Penting sekali bagi seorang pemimpin untuk memahami bahasa kasih anggota atau bawahan kita. Hal ini sangat membantu kita untuk lebih efektif dan efisien dalam memberikan apresiasi yang bermakna kepada seseorang terutama anggota kita karena sejatinya setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk merasakan cinta dan kepedulian dari kita sebagai pemimpin. 

 

 

Referensi

the muse.(2011)  the 5 love languages : Office Edition. forbes. https://www.forbes.com/sites/dailymuse/2011/12/28/the-5-love-languages-office-edition/?sh=6e0d92b1bad8

McConnell, A (2017) How To Make The Five Love Languages Work For Your Startup. Forbes.

https://www.forbes.com/sites/theyec/2017/06/06/how-to-make-the-five-love-languages-work-for-your-startup/?sh=677628d77b08 

Rubin, G (2011) Which “Love Language” Suits You?. Forbes 

https://www.forbes.com/sites/gretchenrubin/2011/12/13/which-love-language-suits-you/?sh=6faad72f2352 

 

Photo by: Thirdman

Avatar

Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.