Ensiklopedia PemimpinMemaksimalkan Sumber Daya Kognitif dalam Memimpin (Cognitive Resource Theory)

Redaksi Pemimpin.IDFebruary 9, 202196
pexels-rodnae-productions-5922543

Oleh: Nurul Aulia (Volunteer di Research Team Pemimpin ID)

 

Pengenalan Teori Sumber Daya Kognitif

Teori ini adalah salah satu teori yang berkaitan erat dengan dunia psikologi yang mulai diperkenalkan oleh Fred Fiedler dan Joe Garcia pada tahun 1987. Teori ini mengaitkan kecerdasan dan pengalaman pemimpin dengan reaksinya terhadap situasi stres. Dalam situasi yang lebih stres, seseorang dapat bereaksi tanpa berpikir secara logis. Teori ini berusaha menjelaskan bagaimana kecerdasan dan pengalaman seorang pemimpin memengaruhi cara bereaksi terhadap stres. Teori ini dapat digunakan oleh siapapun, baik pemimpin di level paling tinggi maupun staf di level dasar, sesuai kebutuhan.

 

Asumsi dalam Teori Sumber Daya Kognitif

Teori ini mengasumsikan 3 hal utama, yakni

  1. Pemimpin yang cerdas dan kompeten membuat rencana, keputusan, dan strategi yang lebih efektif dibandingkan dengan pemimpin dengan kecerdasan yang lebih rendah
  2. Stres merupakan faktor yang tidak menguntungkan dalam pemikiran logis dan analitis seorang pemimpin. Stres menurunkan rasionalitas, tetapi efek stres bisa diatasi dengan pengalaman dan kecerdasan seorang pemimpin. 
  3. Perilaku direktif adalah kepemimpinan yang paling baik. Meskipun seorang pemimpin cerdas mampu mengembangkan strategi dan membuat keputusan yang lebih baik, mereka tidak akan menerima manfaat dari kecerdasan ini kecuali dengan menjalankan kepemimpinan direktif (kepemimpinan yang mampu mengarahkan dan mengomunikasikan kepada anggota kelompok apa yang harus mereka kerjakan)

 

Empat Faktor Utama Sumber Daya Kognitif

  • Kecerdasan dan perilaku direktif 

Seorang pemimpin bertugas membuat rencana dan menyusun strategi untuk mencapai tujuan kelompok. Hal ini tentunya membutuhkan kecerdasan. Selain itu, diperlukan pula komunikasi yang baik dalam mengarahkan setiap anggota kelompok, sehingga mampu memahami arah gerak yang diinginkan.

  • Pengalaman

Memiliki banyak pengalaman adalah salah satu keuntungan bagi pemimpin dalam menghadapi segala sesuatu, sebab kemungkinan untuk menghadapi situasi serupa akan lebih besar. Jadi, pemimpin yang memiliki pengalaman akan diasumsikan dapat mengambil keputusan yang lebih baik dibandingkan dengan pemimpin yang hanya mengandalkan kecerdasan.

  • Pengetahuan mengenai tugas terkait

Pada beberapa kesempatan, tugas yang sederhana tidak membutuhkan kecerdasan khusus dan tidak membutuhkan pengalaman sebelumnya. Dalam kondisi ini, kapabilitas anggota mengenai tugas ini sudah cukup untuk menyelesaikan suatu pekerjaan

  • Kondisi stres

Stres akan mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Apabila pemimpin telah memiliki kecerdasan, kondisi stres akan mampu diatasi lebih baik dibandingkan dengan pemimpin dengan kompetensi yang kurang dan pengalaman yang minim.

 

Pro dan Kontra dalam Teori Sumber Daya Kognitif

 

Pro

  • Bagi pemimpin tingkat atas, teori ini dapat digunakan untuk membantu pemimpin dalam memprediksi siapa saja orang dibawahnya yang dapat mengelola kelompok dalam situasi yang penuh tekanan
  • Bagi pemimpin secara umum, teori ini dapat menjadi alat bantu analisis dalam  penempatan seseorang pada posisi kepemimpinan tertentu dengan uji kecerdasan dan kemampuan untuk mengelola stres
  • Bisa digunakan sebagai alat analisis untuk membedakan kemampuan anggota kelompok yang baru bergabung dengan anggota yang lebih berpengalaman, khususnya dalam mengambil keputusan 
  • Bisa digunakan sebagai alat bantu memahami peran kemampuan intelektual dan kinerja organisasi dalam menyelesaikan tugas

 

Kontra

  • Tidak secara detail membahas tentang para pemimpin yang memiliki keduanya, misalnya pemimpin yang punya kecerdasan yang baik dan mumpuni pengalaman kerjanya
  • Tidak mendetailkan definisi kecerdasan yang dimaksud. Padahal, ada banyak jenis dan tingkat kecerdasan di dunia ini
  • Tidak menjelaskan dengan rinci kondisi stres yang dimaksud. Padahal, orang tidak bisa begitu saja mengatakan “stres”. Misalnya, ada stres psikologis dan fisik dan masing-masing memiliki efek penghambatan yang belum diperhitungkan oleh teori ini.

 

Pada akhirnya meskipun terdapat beberapa pro dan kontra terhadap teori ini, Teori Sumber Daya kognitif telah memegang posisi yang menonjol dalam mendefinisikan kepemimpinan. Teori ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan teori kepemimpinan selanjutnya.

 

Referensi

Cognitive Resource Theory. (2002). Changingminds.org.  Diakses pada 6 Januari 2021 melalui http://changingminds.org/disciplines/leadership/theories/cognitive_resource.htm

Judge, T. A., Colbert, A. E., & Ilies, R. (2004). Intelligence and leadership: A quantitative review and test of theoretical propositions. Journal of Applied Psychology, 89(3), 542–552. Diakses pada 6 Januari 2021 melalui https://doi.org/10.1037/0021-9010.89.3.542

Larbi, A. O. (n.d.). Cognitive resource theory. www.academia.edu. Diakses pada 6 Januari 2021 melalui  https://www.academia.edu/21468939/COGNITIVE_RESOURCE_THEORY

Scholz, C. (1988). Book reviews: Fred E. Fiedler, Joseph E. Garcia: New approaches to effective leadership. cognitive resources and organizational performance. Organization Studies, 9(2), 275–277. Diakses pada 6 Januari 2021 melalui https://doi.org/10.1177/017084068800900215

Susan, M. (1995). Cognitive resource theory and the utilization of the leader’s and group members’ technical competence. United States Army Research Institute for the Behavioral and Social Sciences. Diakses pada 6 Januari 2021 melalui https://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.870.7181&rep=rep1&type=pdf

Photo by: Rodnae Production

Redaksi Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.