InspirasiMasa Depan Yang Dihadirkan Oleh Masa Lalu

Julius DeliawanJuly 15, 2020438
https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2020/06/alex-knight-2EJCSULRwC8-unsplash-1280x853.jpg

Di kelas, saya pernah menyampaikan jika kita mengerti apa yang sebenarnya terjadi, ketika itu semua telah menjadi masa lalu. Bahkan, kita bisa mengerti pembicaraan orang lain, ketika dia sudah berhenti berbicara. Artinya, segala hal dalam kehidupan ini dapat dipahami ketika telah menjadi masa lalu.

Masa kini, itu terus berproses. Bergulir dengan kecepatan yang relatif. Tergantung bagaimana kita mengukur kecepatannya. Sementara masa depan, masih merupakan ide. Gagasan yang masih menjadi bagian dari gambar-gambar yang ada di kepala. Ketika itu tercapai, pun akan lantas kemudian segera menjadi masa lalu. Jadi kekayaan sesungguhnya dari kehidupan manusia adalah masa lalu. Jadi jangan pernah mengecilkan keberadaannya.

Pepatah bilang, pengalaman adalah guru terbaik. Meski semua juga paham, kedatangannya selalu terlambat. Hasil dari proses reflektif terhadap peristiwa masa lalu. Cerdas melihat apa yang telah terjadi. Jujur mencermati keberadaannya, sehingga menemukan beragam hikmat bagi perjalanan hidup selanjutnya. Kira-kira begitulah pepatah itu dapat dijabarkan. Artinya pepatah itu tidak berlaku otomatis. Karena banyak juga yang berkubang dalam pesona masa lalu, baik dalam keterpurukan ataupun bayang-bayang kejayaan.

Belakangan, revolusi 4.0 meneguhkan bagaimana masa lalu menjadi bagian terpenting dari proses manusia masa kini dan masa depan membangun peradaban. Kok bisa? Ini kedengarannya aneh, tetapi sebenarnya sangat logis. Karena memang demikianlah faktanya.

Oxford University memperkirakan 47 persen pekerjaan yang ada saat ini akan lenyap dalam waktu kurang dari 25 tahun mendatang. Lantas pekerjaan apa yang akan mewarnai pembangunan peradaban manusia ke depan? Penelitian mereka menyatakan bahwa mereka yang menguasai teknologi digital akan menjadi orang-orang yang sangat dibutuhkan. Diantaranya adalah mereka yang menguasai Coding dan data science.

Coding dalam  istilah sederhana disebut juga computer programming. Aktifitas yang dilakukan untuk memberitahu komputer apa yang harus dikerjakan melalui penggunaan kode-kode tertentu. Kode tersebut akan membantu komputer mengetahui dan mengerti apa yang ingin Anda lakukan. Komputer akan menerima instruksi ini dan mengikuti apa yang tertulis. Jadi sebuah kumpulan instruksi kode dalam membuat sebuah program.

Sedangkan data science adalah kemampuan mengolah dan menganalisis data dalam jumlah besar menjadi rekomendasi yang dapat diandalkan untuk mengambil keputusan. Tergantung keputusan tersebut terkait dengan kepentingan apa. Bisa bisnis, politik, hukum atau apapun. Namun terkait revolusi industry, pembahasannya lebih untuk kepentingan bisnis.

Saya tidak akan membahas dua profesi tersebut. Tetapi terkait dengan tulisan di awal, bagaimana masa lalu diperlakukan.  Salah satu profesi yang akan eksis tersebut adalah sesuatu yang terkait erat dengan masa lalu. Data science.

Sebagai guru lama, yang dalam proses belajar mengajar masih bertumpu pada perangkat konvensional, saya tidak terlalu memahami seluk beluk dunia digital dengan sistemnya yang rumit. Tetapi saya paham proses alur berpikirnya. Secara sederhana saya memahami data science adalah jejak-jejak digital. Segala prilaku mereka yang memanfaatkan perangkat teknologi tersebut. Lazimnya prilaku mereka akan membentuk pola kecenderungan. Inilah yang kemudian dapat dijadikan sebagai pertimbangan penting dalam mengambil keputusan. Baik bagi kepentingan bisnis atau yang lainnya.

Dulu, cara demikian juga telah dikenal. Tetapi prosesnya rumit, membutuhkan banyak penelitian yang mendalam. Tidak praktis, apalagi efisien. Itupun data yang diolah jumlahnya sangat terbatas. Tetapi kini, semuanya menjadi lebih praktis dan efisien. Berkat kecerdasan buatan. Namun itu semua tetap tidak dapat dilepaskan dari era berpikir konvensional. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Cerdas melihat masa lalu, yang merupakan ragam peristiwa hasil dari prilaku manusia. Menilai apa yang telah terjadi dalam kehidupan dengan bijak.

Masa depan tidak pernah dilahirkan dari dirinya sendiri. Masa kini, buruk atau baik adalah hasil dari keputusan-keputusan penting masa lalu. Pola dan kecenderungan manusia, mengajarkan bagaimana masa depan bisa diarahkan. Begitulah data diperoleh, dibaca dan dimanfaatkan. Baik dengan cara konvensional atau kemajuan teknologi masa kini. Sehingga, menurut saya, masa lalu manusia adalah bagian terpenting manusia dalam menentukan masa depan. Jika perspektifnya adalah pemanfaatan data.

Julius Deliawan

Lokasi

Deep Space

Jl. Melawai X No.9 Melawai, Kec. Kby. Baru, DKI Jakarta 12160

Rumah Wijaya

Jl. Wijaya V, No. 6, Melawai, Kby. Baru, DKI Jakarta 12160

Pemimpin.ID 2019 - 2020