https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2020/07/allie-TB3rTVlML2A-unsplash-1280x823.jpg

Pemimpin dan kepemimpinan adalah dua hal yang berbeda. Walaupun semua pemimpin harus memiliki kepemimpinan, sayangnya tidak semua pemimpin memilikinya. Agar bisa menguasai kepemimpinan dan menggunakannya dengan baik, seorang pemimpin memerlukan banyak keterampilan, mulai dari judgement yang baik sampai kemampuan mengambil keputusan. Namun, ada kunci tersembunyi yang juga dibutuhkan seorang pemimpin, yaitu kemampuan literasi.

Literasi yang dimaksud bukan hanya melek aksara, atau kemampuan dalam membaca dan menulis. Melainkan, literasi itu mengandung banyak arti, antara lain melek teknologi, melek informasi, mampu berpikir kritis, dan peka terhadap lingkungan (Demina & Fitria, 2018).

Literasi informasi bisa didefinisikan sebagai “kemampuan untuk mengenal informasi untuk memecahkan masalah, mengembangkan gagasan, mengajukan pertanyaan penting, menggunakan berbagai strategi pengumpulan informasi, dan menetapkan informasi yang cocok, relevan, dan otentik” (Demina & Fitria, 2018). 

Addison dan Meyers (2013) memiliki tiga perspektif terhadap literasi informasi. Pertama, literasi informasi sebagai pengembangan keterampilan untuk menghadapi era informasi. Individu yang melek informasi adalah seseorang yang dapat mengetahui kapan informasi dibutuhkan dan memiliki kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, dan menggunakan informasi tersebut secara efektif (American Library Association, 1989).

Perspektif kedua menyatakan bahwa literasi informasi berperan untuk menanamkan kebiasaan dalam memproses informasi. Dalam perspektif ini, literasi informasi dapat mempromosikan pemikiran yang reflektif dan penuh kesadaran yang tinggi pada tugas atau masalah yang diberikan (Wolf, 2003 dalam Addison & Meyers, 2013).

Kemudian, perspektif terakhir dari Addison dan Meyers (2013) menyebutkan kalau literasi informasi merupakan bentuk keterlibatan dalam praktik sosial yang kaya informasi. Maksudnya, literasi informasi dipandang sebagai kemampuan yang dimiliki individu untuk hidup, belajar, dan bekerja dalam masyarakat yang penuh dengan informasi dan teknologi yang selalu berubah.

Maka, jika bercermin dari ketiga perspektif tersebut, pemimpin yang memiliki kemampuan literasi informasi adalah yang sadar akan kebutuhan informasi, kemudian bersikap bijak terhadap informasi yang ia terima, mampu menafsirkannya dengan teliti, dan menggunakannya dengan cermat.

Dalam kata lain, pemimpin yang melek informasi adalah pemimpin yang mampu berpikir kritis (critical thinking). Shawn Doyle dari majalah Entrepreneur menyebutkan critical thinking sebagai “thinking about what you think”. 

Berpikir kritis memang melibatkan kepekaan terhadap alur pemikiran dan perspektif yang kamu pegang dalam memandang sebuah isu. Tetapi, berpikir kritis juga merupakan kesadaran terhadap faktor-faktor internal — seperti kepercayaan, pengalaman, dan informasi yang dimiliki  diri sendiri— maupun eksternal yang bisa mempengaruhi hal-hal tersebut.

Hal utama yang bisa dipelajari dari peran literasi dalam kepemimpinan adalah pentingnya mengolah dan mencerna informasi, bukan hanya menerimanya. Demina dan Fitria (2018) menganjurkan pemimpin untuk mengembangkan kemampuan literasi mereka, karena literasi dapat membantu mengembangkan keterampilan kepemimpinan yang lain: berinovasi, berpikir kreatif, mengambil keputusan, dan memecahkan masalah.

Pemimpin yang memiliki kepemimpinan adalah yang secara aktif dan kritis mampu mempelajari ide-ide baru, berani bertindak berdasarkan ide-ide tersebut, dan menantang pemikiran konvensional.

 

Referensi

Addison, C., & Meyers, E. (2013). Perspectives on information literacy: A framework for conceptual understanding. Information Research: An International Electronic Journal, 18(3), n3.

American Library Association. (1989, January 10). Presidential Committee on Information Literacy: Final report. Washington, DC. http://www.ala.org/acrl/publications/whitepapers/presidential

Demina, D., & Fitria, R. (2019). Literasi dan inovasi dalam meningkatkan kompetensi kepemimpinan pendidikan. Proceeding IAIN Batusangkar, 3(1), 55-60. 

Doyle, S. (2017, August 9). Critical Thinking Is the Skill Many Leaders Lack. Entrepreneur. https://www.entrepreneur.com/article/337563

Redaksi Pemimpin.ID

Lokasi

Deep Space

Jl. Melawai X No.9 Melawai, Kec. Kby. Baru, DKI Jakarta 12160

Rumah Wijaya

Jl. Wijaya V, No. 6, Melawai, Kby. Baru, DKI Jakarta 12160

Pemimpin.ID 2019 - 2020