Ensiklopedia PemimpinLima Bentuk Kekuasaan Menurut French dan Raven

https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2021/01/marc-a-sporys-1Y7CkiW8Q9s-unsplash-2-1280x853.jpg

Oleh: Nurul Aulia (Volunteer Research and Development Team Pemimpin ID)

Kekuasaan itu baik atau buruk sih? Buat kamu yang sering bertanya-tanya sebenarnya menggunakan kekuasaan sebagai pemimpin itu harus didasarkan pada apa ya? Yuk, kita kenali lima tipe kekuasaan yang bisa coba kamu aplikasikan dalam tim-mu!

Apa itu French and Raven’s Five Form Power?

Seperti yang kita ketahui, kekuasaan dan kepemimpinan berkaitan erat. Konsep French and Raven’s Five Form Power atau yang lebih sering dikenal dengan 5 bentuk kekuasaan menurut French dan Raven menunjukkan bagaimana berbagai bentuk kekuasaan memengaruhi kepemimpinan seseorang. Konsep ini dikenalkan oleh psikolog sosial bernama John R. P. French dan Bertram H. Raven yang melakukan penelitian mengenai kekuasaan pada tahun 1959. Mereka menyatakan bahwa kekuasaan dibagi menjadi lima bentuk yang terpisah dan berbeda. Konsep ini kemudian sering digunakan dalam komunikasi di seluruh organisasi. 

Lima bentuk kekuasaan menurut French dan Raven

French dan Raven membagi 5 bentuk kekuasaan sesuai dengan pendekatan melalui pengamatan, dan sejauh mana kekuasaan tersebut berdampak, akan bergantung pada kondisi struktural. Ketergantungan mengacu pada tingkat internalisasi yang terjadi di antara individu yang tunduk pada kontrol sosial. Lima bentuk kekuasaan ini adalah

  • Coercive Power

Bentuk kekuasaan ini adalah bersumber dari tindakan pemaksaan. Artinya, pemimpin memiliki kekuatan untuk memaksa seseorang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginannya. Tujuan utama pemaksaan adalah kepatuhan dan kekuasaan dengan mengandalkan ancaman dalam gaya manajemennya. Seringkali bentuk kekuasaan ini menimbulkan tanggapan negatif dan cenderung disalahgunakan. Contoh pemimpin yang menggunakan coercive power adalah Adolf Hitler, pemimpin partai Nazi yang terkenal otoriter.

  • Reward Power

Bentuk kekuatan ini didasarkan pada gagasan bahwa sebagai masyarakat, kita lebih cenderung melakukan sesuatu dengan baik ketika kita mendapatkan balasan yang kita sukai. Bentuk paling populer dari kekuatan ini adalah menaikkan gaji, memberi promosi, atau memberi pujian. Namun, kekuasaan tipe ini akan melemah apabila reward yang diberikan tidak memiliki nilai kepuasan yang cukup bagi orang lain. Contoh pemimpin yang menerapkan reward power  adalah Sundar Pichai yang memberikan banyak reward bagi karyawan google.

  • Legitimate Power

Bentuk kekuasaan ini adalah membuat anggota merasa bertanggung jawab dan menghormati posisi tertentu. Pemimpin yang menggunakan legitimate power akan dipatuhi oleh anggotanya. Kekuasaan ini biasanya didasarkan pada suatu peran, sehingga dapat dengan mudah diatasi segera setelah seseorang kehilangan posisi. Contoh pemimpin yang menerapkan legitimate power adalah Steve Jobs, mantan CEO Apple yang terkenal dengan gaya memimpin otokratis. 

  • Referent Power

Bentuk kekuasaan ini adalah tentang manajemen yang didasarkan pada kemampuan untuk memberikan rasa penerimaan kepada seseorang. Pemimpin yang memiliki kekuasaan ini sering dilihat sebagai panutan yang dikagumi, sering memberikan apresiasi, dan berpengaruh kuat dalam kelompok karena kepribadiannya. Contoh pemimpin yang menggunakan referent power adalah Mark Zuckerberg, pendiri Facebook yang karismatik.

  • Expert Power

Bentuk kekuasaan ini didasarkan pada pengetahuan yang mendalam. Para pemimpin ini seringkali sangat cerdas dan percaya pada kekuatan keahlian untuk memenuhi peran dan tanggung jawab organisasi. Anggota menghargai pemimpin karena kecakapannya dalam suatu hal tertentu. Contoh pemimpin yang menggunakan expert power adalah Bill Gates, pendiri Microsoft yang terkenal dengan kecerdasannya.

Lima bentuk kekuasaan ini mungkin saja dimiliki pemimpin dalam situasi formal dan nonformal sesuai dengan situasi yang sedang terjadi. Namun, kembali lagi bahwa kekuatan setiap bentuk kekuasaan ini sangat dipengaruhi oleh kondisi yang terjadi dalam masing-masing kelompok.

 

Referensi

Ambur, O. (2000). Reconsidering the higher-order legitimacy of french and raven’s bases of social power in the information age. University of Maryland University College. http://www.communicationcache.com/uploads/1/0/8/8/10887248/reconsidering_the_higher-order_legitimacy_of_french_and_ravens_bases_of_social_power_in_the_information_age.pdf Diakses pada 17 Desember 2020

Kovach, M. (2020). Leader influence: a research review of french & raven’s (1959) power dynamics. Journal of Values-Based Leadership, 13(2). https://doi.org/10.22543/0733.132.1312 Diakses pada 17 Desember 2020

Vliet. (2019, January 17). Five forms of power by french & raven, a leadership theory | toolshero. ToolsHero. https://www.toolshero.com/leadership/five-forms-of-power-french-raven/ Diakses pada 17 Desember 2020

Avatar

Redaksi Pemimpin.ID