JurnalLeaders StoryKunci Menjadi Mentor di Dunia Modern

Redaksi Pemimpin.IDJuly 14, 2020102
https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2020/07/photo-of-people-holding-each-other-s-hands-3184434-1280x854.jpg

Kita sudah mempelajari apa itu mentoring dan bagaimana penerapannya bisa membawa manfaat, baik bagi mentee maupun mentor. Mungkin kamu sendiri sudah siap untuk berterjun ke dunia mentoring dan ingin membantu seorang kolega atau teman sebagai mentor bagi mereka.

Sebelum kamu mulai, tanyakan dulu kepada diri sendiri: “Apa yang harus aku lakukan untuk menjadi mentor yang baik?”. Baru-baru ini, Pemimpin.id sudah pernah membahas mengenai peran penting yang dipegang seorang mentor dalam mengembangkan potensi mentee, serta cara melakukannya dengan efektif. Tetapi, ternyata ada hal lain yang harus dipertimbangkan ketika menjadi seorang mentor.

Dr. Roxanne Reeves mengatakan kalau konsep mentoring di abad ke-21 ini seharusnya berbeda dengan penerapan mentoring di beberapa dekade sebelumnya. Mengapa? Karena budaya sosial yang kita terapkan sehari-hari pun berbeda. Maka, agar bisa bermanfaat secara optimal, kegiatan mentoring sebaiknya mengakomodasi kebutuhan dan tuntutan zaman ini.

Lalu, apa saja yang harus dipertimbangkan atau diterapkan untuk menjadi mentor yang baik di dunia modern?

  1. Memimpin dengan contoh (lead by example)

Sebagai mentor, kamu adalah pemimpin. Kamu membimbing dan mendorong mentee untuk mengerahkan usaha terbaiknya demi mencapai keberhasilan. 

Cara kamu melakukannya bisa dengan membagi pengetahuan yang kamu dapatkan dari pengalaman hidupmu. Bagaimana caranya menyampaikan pengetahuan ini sebaik-baiknya supaya mentee dapat menerima dan menerapkannya dengan optimal?

Ada teknik yang sering digunakan dalam literatur yang berguna bagi penulis dalam membangun sebuah cerita. Teknik ini digunakan untuk memikat pembaca dan mendorong mereka untuk menginterpretasi cerita tersebut bagi diri mereka masing-masing. Tekniknya adalah “show, don’t tell”.

Maksud dari frase tersebut adalah pembaca akan mengalami sebuah cerita dengan lebih maksimal ketika penulis menyampaikan cerita tersebut melalui tindakan, kata-kata, pikiran, indera, dan perasaan yang dialami karakter dibandingkan dengan menjelaskan situasi tersebut melalui deskripsi penulis.

Leading by example — atau memimpin dengan memberi contoh — merupakan metode memimpin yang tidak jauh berbeda dengan konsep literatur tersebut.

Ketika kamu memimpin seorang individu atau sebuah kelompok dengan memberi contoh, yang kamu lakukan bukanlah hanya memerintahkan kepada mereka apa yang harus dilakukan. Tetapi, kamu sebagai mentor juga harus bertindak secara konsisten dengan apa yang kamu katakan dan percaya.

Dengan melakukan ini, kamu sebagai mentor didorong untuk melakukan introspeksi terhadap tindakan dan perkataanmu. Mentee kamu akan datang kepadamu untuk mendapatkan bimbingan dan dukungan. Dan yang seharusnya menjadi kewajiban bagimu adalah untuk mencontohkan perilaku dan sikap positif yang kamu ingin mereka terapkan juga di kehidupan mereka.

  1. Membangun rasa saling menghormati 

Menjadi pemimpin (mentor) bagi mentee bukan berarti kamu memegang kekuasaan penuh di atas mereka. Mentor yang baik akan memperlakukan mentee dengan rasa hormat (yang secara jelas juga berlaku bagi mentee kepada mentor).

Mentor yang baik menghargai bahwa mentee adalah seorang individu yang memiliki kemampuan dan kapasitas untuk berkembang. Dan kewajiban mentor adalah untuk mendukung perkembangan tersebut, bukan untuk menyediakan segala jawaban dan solusi pada mereka dengan mudah.

Dr. Reeves kembali mengatakan kalau di dunia modern, pusat dari mentoring adalah mentee. Maka, jangan takut untuk memberi kendali kepada mentee. Dorong mereka untuk menjadi agen perubahan di perjuangan hidup mereka sendiri.

Mentor harus mampu untuk mendengarkan umpan balik dan ide-ide mentee dengan tulus dan pikiran yang terbuka. Ketika kamu memberi kesempatan bagi mentee untuk mengekspresikan pendapatnya, membolehkannya untuk mengalami kegagalan, dan memberikan mereka umpan balik yang jujur, kamu bisa menjadi ruang yang aman dan dapat dipercayai oleh mereka.

  1. Bersikap inklusif

Menjadi mentor di dunia modern juga bisa menjadi kesempatan belajar bagi dirimu untuk menjadi lebih inklusif dan menghargai berbagai perbedaan: pendapat, kepercayaan, latar belakang, dan seterusnya.

Tidak semua orang memiliki pengalaman hidup yang sama denganmu, dan kamu tidak akan selalu bisa memilih mentee kamu. Siapapun yang datang kepadamu untuk meminta bantuan adalah individu yang menghargai dirimu dan kerja keras yang kamu kerahkan. Paling tidak yang bisa kamu lakukan adalah menghargai diri mereka kembali.

Maka, nilai yang harus kamu pegang erat adalah untuk mencoba mendengarkan dan memahami apa yang mereka ingin sampaikan dan apa yang mereka butuhkan dari dirimu, dan atur usaha serta sumber daya yang kamu miliki untuk memberikan dukungan yang optimal bagi mereka.

Redaksi Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.

Pemimpin.ID 2019 - 2020