ArtikelHeadlineKetahui Karakter Rekan Kerja melalui Big Five Personality!

Redaksi Pemimpin.IDMarch 1, 2021273
pexels-anete-lusina-4792286

Oleh: Shania Aulia (Intern di Research Team Pemimpin.id)

 

Pendelegasian tugas membutuhkan ketepatan dalam membaca manusia. Orang dengan karakteristik pemalu, misalnya, sebaiknya tidak diberikan tanggung jawab untuk tampil di depan banyak orang. Meski manusia memiliki kapasitas untuk belajar, peran kepribadian pun tidak bisa diabaikan. Justru, mengetahui kepribadian bawahannya dapat membimbing pemimpin mengoptimalkan kapasitas belajar masing-masing. Salah satu klasifikasi kepribadian yang dapat digunakan oleh seorang pemimpin adalah Big Five Personality atau biasa dikenal dengan OCEAN. Tes untuk mengukurnya di sini.

 

Apa itu Big Five Personality?

Big Five Personality merupakan salah satu alat ukur kepribadian diri seseorang. Teori ini biasa dikenal dengan istilah OCEAN, sebagai akronim dari Openness, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, Neuroticism. 

 

Dimensi Big Five Personality

  • Openness (Keterbukaan)

Merupakan dimensi yang mengelompokkan individu berdasarkan ketertarikannya terhadap hal yang baru. Keingintahuannya yang tinggi membuat seseorang dengan karakter ini senang membandingkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki dengan lingkungannya dengan tujuan ingin belajar lebih banyak lagi. Biasanya, dimensi ini akan mudah dilihat dari apakah seseorang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi atau cenderung berhati-hati dan konsisten.

Karakter skor tinggi:

  1. Memiliki tingkat kreativitas yang tinggi dan terbuka untuk mencoba hal baru
  2. Memiliki fokus yang baik dalam menghadapi tantangan baru
  3. Menyukai pemikiran atau konsep yang bersifat abstrak

Karakter skor rendah:

  1. Tidak menyukai perubahan atau hal-hal yang bersifat baru, serta dengan mudah akan menolak ide-ide baru
  2. Tidak terlalu imajinatif sehingga kurang menyukai konsep abstrak atau teoritis

 

  • Conscientiousness (Kedisiplinan)

Dimensi ini merupakan dimensi dari orang-orang yang memiliki karakter disiplin yang tinggi, terorganisasi, patuh, dan selalu berusaha berprestasi. Rata-rata orang yang berada pada dimensi ini merupakan usia dewasa muda, tapi seiring bertambahnya usia akan semakin berkurang. Untuk mengetahuinya, biasanya akan mudah terlihat apakah seseorang lebih cenderung terorganisasi atau malas dan ceroboh.

Karakter skor tinggi:

  1. Memiliki tujuan yang kuat, utamanya dalam hal prestasi, sehingga selalu terarah dalam melakukan segala sesuatu
  2. Disiplin dan  memiliki jadwal yang terstruktur 
  3. Bertanggung jawab sehingga dianggap mampu menyelesaikan tugas penting dengan segera
  4. Rela meluangkan waktu lebih untuk mempersiapkan segala sesuatunya dan dapat melakukannya dengan detail

Karakter skor rendah:

  1. Kurang menyukai sesuatu yang bersifat terstruktur dan terorganisasi seperti pembuatan jadwal
  2. Memiliki sifat yang ceroboh dan lalai dalam melakukan pekerjaan
  3. Senang menunda dan cenderung mudah menyerah pada tugas yang baru atau sulit

 

  • Extraversion (Kenyamanan dalam bergaul)

Dimensi ini berfokus pada tingkat kemampuan seseorang dalam berinteraksi baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Orang yang memiliki kepribadian ekstrover akan lebih mudah untuk berinteraksi dengan lingkungannya dan memiliki komunikasi yang baik dibandingkan dengan orang yang berkepribadian introver. Dimensi ini berfokus pada kemampuan seseorang untuk membaur dengan lingkungan atau hanya memilih diam dan menyendiri.

Karakter skor tinggi:

  1. Mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru bahkan senang menjadi pusat perhatian
  2. Merasa berenergi saat berada di sekitar orang lain
  3. Sering mengatakan sesuatu sebelum memikirkannya
  4. Memiliki lingkaran sosial yang luas dari teman dan kenalan; tak jarang memulai percakapan terlebih dahulu

Karakter skor rendah:

  1. Lebih cenderung pendiam dan suka menyendiri bahkan tak jarang mereka merasa lelah jika banyak bersosialisasi
  2. Berfokus pada tugas daripada hubungan sosial sehingga cenderung tidak banyak berkomunikasi selain menyangkut pekerjaan atau organisasi 
  3. Merasa sulit untuk memulai percakapan dan tidak suka berbasa-basi 
  4. Memikirkan dengan hati-hati perkataan mereka sebelum berbicara

 

  • Agreeableness (Keramahan)

Dimensi ini berfokus pada kemauan seseorang untuk bersepakat dengan aturan yang ada. Orang yang memiliki skor tinggi pada dimensi ini memiliki kecenderungan untuk lebih patuh dengan dan mudah bersepakat dengan lingkungan karena ingin menciptakan keharmonisan dan menghindari konflik. Biasanya, sifat yang dimiliki oleh orang yang agreeable ialah cenderung ramah dan penyayang.

Karakter skor tinggi:

  1. Memiliki empati dan perhatian yang tinggi pada lingkungan sekitar
  2. Bersifat penuh percaya diri terutama dalam hal berkontribusi dan memberi kebahagiaan pada masyarakat
  3. Siap menjadi garda terdepan jika ada orang yang membutuhkan bantuan

Karakter skor rendah:

  1. Tidak memiliki ketertarikan pada perasaan dan permasalahan orang lain
  2. Mudah meremehkan dan menghina orang lain 
  3. Bersikap pelit bahkan tega memanipulasi orang lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan

 

  • Neuroticism (Kecemasan)

Dimensi kepribadian yang berfokus pada kestabilan emosi seseorang dari bagaimana dia merespons ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan. Orang yang neurotik cenderung menyukai kestabilan dan memastikan semua hal ada di bawah kendali. Sementara itu, orang yang rendah neuroticism-nya cenderung lebih luwes dalam menghadapi kejutan-kejutan yang tak terencana dalam hidup.

Karakter skor tinggi: 

  1. Cenderung mudah cemas dan khawatir mengenai hal yang sedikit berbeda
  2. Mudah marah, emosional, serta mudah stres jika dihadapkan dengan situasi yang tidak diharapkan 
  3. Mudah mengalami perubahan suasana hati. Bisa saja membingungkan anggota timnya
  4. Memerlukan perjuangan untuk bangkit dari peristiwa yang membuatnya stres atau cemas

Karakter skor rendah: 

  1. Memiliki sikap yang tenang dan dapat menerima segala kelebihan dan kelemahan diri dengan baik
  2. Mudah mengontrol emosi ketika tidak sesuai dengan kenyataan yang diharapkan.
  3. Dapat menangani stres dengan baik
  4. Tidak mudah terbawa tekanan dalam bekerja atau memimpin

 

Referensi

 

Cherry, K. (2019). What are the Big 5 Personality traits? Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/the-big-five-personality-dimensions-2795422#what-are-the-big-five-dimensions-of-personality

Guci, Y. (2016, January 28). Teori kepribadian model lima besar (Big Five Personality). IPQI. https://ipqi.org/teori-kepribadian-model-lima-besar-big-five-personality/#:~:text=Teori%20Sifat%20Kepribadian%20Model%20Lima

Wulandari, A., & Rehulina, M. (2013). Hubungan antara lima faktor kepribadian (The Big Five Personality) dengan makna hidup pada orang dengan human immunodeficiency virus. Surabaya Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 2(1), 4–6. http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-jpkka4884a0d14full.pdf

 

Photo by: Anete

Redaksi Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.