Ensiklopedia PemimpinKarakter Pemimpin yang Berbakti bagi Sesama (Servant Leadership)

pexels-pixabay-260606

Apa Itu Servant Leadership?

Eva dkk (2019) merumuskan definisi servant leadership sebagai 3 poin berikut:

  • Pendekatan kepemimpinan yang berorientasi pada orang lain
  • Diwujudkan melalui memprioritaskan satu-satu kebutuhan dan minat anggota tim
  • Meninjau kembali yang tadinya perhatian mereka untuk diri sendiri menuju perhatian untuk orang lain dalam organisasi dan komunitas yang lebih besar

 

Sejarah Servant Leadership

Servant leadership sebenarnya adalah konsep yang sangat tua, dengan akar sejarah dari filosofi Konfusianisme. Versi modern dari servant leadership dikonseptualisasikan oleh Robert Greenleaf yang bekerja selama 40 tahun di AT&T. Greenleaf berpendapat bahwa seorang pemimpin wajib memprioritaskan kesejahteraan pengikut dan melayani pengikut dengan memenuhi kebutuhan mereka dan menanggapi kekhawatiran mereka. 

 

Aspek-Aspek Servant Leadership

  1. Motif 

Aspek penting dari servant leadership adalah motivasi pribadi yang mendasari untuk mengambil tanggung jawab kepemimpinan. Mereka memiliki orientasi terhadap orang lain yang mencerminkan tekad atau keyakinan pemimpin bahwa memimpin orang lain berarti menjauh dari orientasi diri.

  1. Mode

Memprioritaskan kebutuhan, minat, dan tujuan individu pengikut di atas pemimpin. Pemimpin yang menerapkan servant leadership tertarik untuk memahami latar belakang, nilai inti, keyakinan, asumsi, dan perilaku istimewa setiap pengikut. Dengan demikian, garis antara kehidupan profesional dan pribadi menjadi samar.

  • Mindset

Servant leadership menggerakkan pengikut dari orientasi melayani diri sendiri menuju melayani orang lain, memberdayakan mereka untuk menjadi produktif dan empati yang mampu membuat perbedaan positif dalam kehidupan orang lain dan mengubah struktur sosial yang rusak.

 

Kelebihan Servant Leadership

  • Meningkatkan empati
  • Pengambilan keputusan kolaboratif
  • Meningkatkan kepuasan anggota tim, meningkatkan semangat kerja

 

Kekurangan Servant Leadership

  • Butuh waktu lama untuk mengambil keputusan
  • Pemimpin harus selalu menuruti keinginan anggota tim
  • Pemimpin dipersepsikan sebagai pemimpin yang tidak tegas

 

Contoh Pemimpin yang Menerapkan Servant Leadership

Mohammad Hatta

Mohammad Hatta merupakan contoh pemimpin di Indonesia yang penuh dengan keteladanan. Ia selalu memperjuangkan hak-hak rakyat Indonesia. Selama menjabat sebagai wakil negara, ia memperjuangkan pendidikan rakyat dan berusaha memajukan ekonomi negara melalui pembentukan koperasi. Ia tidak pernah meminta sesuatu dari individu atau bahkan dari negara walaupun jasanya untuk negara sudah banyak. Mohammad Hatta termasuk pemimpin yang menerapkan servant leadership karena selalu mementingkan kebutuhan rakyat Indonesia.

 

Referensi: 

 

Eva, N., Robin, M., Sendjaya, S., van Dierendonck, D., & Liden, R. C. (2019). Servant leadership: A systematic review and call for future research. The Leadership Quarterly, 30(1), 111–132. https://doi.org/10.1016/j.leaqua.2018.07.004

Permana, A., Swastika, K., & Marjono. (2014). Gaya kepemimpinan Mohammad Hatta tahun 1945-1956. Diakses pada tanggal 18 Desember 2020 dari http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/63047/ALFANDARU%20GANDAR%20PERMANA.pdf?sequence=1&isAllowed=y

Sherman, F. (2019). The advantages of the servant leadership style. Diakses pada tanggal 18 Desember 2020 dari https://smallbusiness.chron.com/advantages-servant-leadership-style-11693.html

Avatar

Redaksi Pemimpin.ID