Ensiklopedia PemimpinButuh Sosok Pemimpin yang Tegas? Kepemimpinan Transaksional Jawabannya (Transactional Leadership)

pexels-magda-ehlers-3966337

Oleh: Shania Aulia (Intern di Research Team Pemimpin ID)

 

Apa itu Kepemimpinan Transaksional?

Kepemimpinan transaksional merupakan gaya kepemimpinan yang menggunakan kekuatan disipliner dan serangkaian insentif untuk memotivasi karyawan agar bekerja sebaik mungkin. Istilah “transaksional” mengacu pada fakta bahwa tipe pemimpin ini pada dasarnya memotivasi bawahan dengan menukar hadiah untuk kinerja. Gaya kepemimpinan ini didasarkan pada penetapan tujuan dan sasaran yang jelas bagi pengikut dan penggunaan penghargaan dan hukuman untuk mendorong kepatuhan. 

 

Sejarah Singkat

Gaya kepemimpinan transaksional pertama kali dijelaskan oleh Max Weber pada tahun 1947 dan kemudian oleh Bernard Bass pada tahun 1981. Gaya ini paling sering digunakan oleh para manajer. Teori ini berfokus pada proses manajemen dasar dari pengendalian, pengorganisasian, dan perencanaan jangka pendek. Seorang pemimpin transaksional tidak melihat ke depan untuk secara strategis membimbing organisasi ke posisi market leader. Sebaliknya, para manajer ini hanya mementingkan memastikan semuanya berjalan lancar hari ini.

 

Dimensi Kepemimpinan Transaksional

Terdapat empat dimensi dalam gaya kepemimpinan ini menurut Bass, yaitu 

 

  • Imbalan yang Mengiringi (Kemungkinan yang tinggi dalam pemberian imbalan)

Pemimpin akan menetapkan tujuan SMART yang disepakati bersama dan mengaitkannya dengan skema kompensasi. Mereka menetapkan ekspektasi dengan jelas dan menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan.

  • Manajemen Aktif

Pemimpin transaksional secara aktif memantau pekerjaan bawahan mereka, mengawasi penyimpangan dari aturan dan standar, dan mengambil tindakan korektif untuk mencegah kesalahan.

  • Manajemen Pasif

Pemimpin transaksional melakukan intervensi hanya ketika standar tidak terpenuhi atau ketika kinerja tidak sesuai harapan. Mereka bahkan mungkin menggunakan hukuman sebagai tanggapan atas kinerja yang tidak dapat diterima.

  • Laissez-faire

Pemimpin menyediakan lingkungan di mana bawahan mendapatkan banyak kesempatan untuk membuat keputusan. Pemimpin sendiri melepaskan tanggung jawab dan menghindari pengambilan keputusan dan oleh karena itu bawahan sering kekurangan arahan.

 

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan

  1. Para pemimpin dengan gaya ini dinilai cukup efektif dalam memandu keputusan efisiensi yang bertujuan untuk memotong biaya dan meningkatkan produktivitas.
  2. Memberikan struktur yang tidak ambigu untuk organisasi besar, sistem yang membutuhkan tugas berulang..
  3. Mencapai tujuan jangka pendek dengan cepat.
  4. Imbalan dan hukuman ditentukan oleh pekerja dan pemimpin, sehingga tercapai win-win solution.

 

Kekurangan

  1. Para pemimpin transaksional terlalu menekankan pada tujuan rinci dan jangka pendek, serta aturan dan prosedur standar
  2. Terkadang kreativitas dibatasi karena tujuan dan sasaran sudah ditetapkan.
  3. Bawahan tidak merasa terlibat dalam arahan pekerjaan jangka panjang.
  4. Pemimpin dengan gaya ini cenderung tidak menghargai atau mengabaikan ide-ide yang tidak sesuai dengan rencana dan tujuan yang ada.

 

Contoh

Pemimpin bercorak transaksional adalah mereka yang memimpin lewat pertukaran sosial. Misalnya, politisi memimpin dengan cara “menukar satu hal dengan hal lain: pekerjaan dengan suara, atau subsidi dengan kontribusi kampanye. Pemimpin bisnis bercorak transaksional menawarkan financial reward bagi produktivitas atau tidak memberi reward atas kurangnya produktivitas.

Contohnya adalah yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta mengenai pembasmian tikus di ibukota pada 2016 lalu. Wakil Gubernur DKI Jakarta  saat itu meminta seluruh lurah di Ibu Kota mengampanyekan gerakan itu. Wagub mengatakan lebih baik mengumpulkan tikus liar kemudian memberikan imbalan kepada si penangkap dibandingkan dengan menghambur-hamburkan uang untuk memasang spanduk untuk berkampanye. Pemprov berencana untuk memberikan upah Rp 20.000 untuk satu tikus yang ditangkap. Imbalan itu ia berikan dari uang operasionalnya sendiri. Bahkan tidak ada batasan jumlah tikus yang harus ditangkap.

Contoh lain dari kepemimpinan transaksional adalah mantan Senator AS dari Wisconsin, Joseph McCarthy, dengan gayanya yang kejam dalam menuduh orang-orang sebagai mata-mata Soviet selama Perang Dingin. Ia menghukum orang-orang yang menyimpang dari aturan dan memberi penghargaan kepada pengikutnya yang berhasil membawa tertuduh penyusup komunis, McCarthy berhasil menunjukkan kepemimpinannya pada pengikutnya. 

 

Referensi

Aprilita, B., & Andriyani, A. (2012). Dimensi-dimensi gaya kepemimpinan Bass dan Avolio menurut persepsi karyawan dalam membangun gaya kepemimpinan yang efektif (Studi pada Bank BRI Cabang Wates). Universitas Diponegoro. http://eprints.undip.ac.id/36152/

Juneja, P. (2019). Transactional leadership theory – meaning, its assumptions and implications. Managementstudyguide.com.https://managementstudyguide.com/transactional-leadership.htm

Redaksi Pemimpin.ID