Ensiklopedia PemimpinKepemimpinan Partisipatif, Dorong Anggota Tim untuk Pengambilan Keputusan

https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2021/01/zainul-yasni-QiIxg_q2vh0-unsplash-1280x719.jpg

Oleh: Nurul Aulia (Volunteer Research and Development Team Pemimpin.id)

 

Apa itu kepemimpinan partisipatif?

Kepemimpinan partisipatif didefinisikan sebagai perilaku nonotoritatif yang memberikan kesempatan kepada anggota kelompok untuk mengambil bagian dalam proses pengambilan keputusan. Pemimpin yang partisipatif juga menerima masukan dari anggota kelompok untuk membuat keputusan yang berkualitas. Dalam pengambilan keputusan partisipatif, pemimpin mendorong anggota kelompok untuk mengekspresikan ide dan saran mereka. Seorang pemimpin partisipatif bertindak sebagai coach yang memfasilitasi semua anggota untuk secara terbuka menunjukkan ide-ide mereka dan memanfaatkan informasi berharga ini dalam pengambilan keputusan. Seorang pemimpin partisipatif memberdayakan anggota dan memberantas semua penghalang untuk mencapai hasil.

 

Enam dimensi kepemimpinan partisipatif

Sistem partisipatif yang dimaksud dapat dilihat dari enam dimensi yang akan diperkenalkan di bawah ini. Enam dimensi tipe kepemimpinan ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1988, sebagai hasil penelitian John L. Cotton dan rekan-rekannya:

  1. Partisipasi dalam pengambilan keputusan kerja
    Partisipasi dalam keputusan kerja dapat mencakup konsultasi atau peralihan kekuasaan dari pemimpin kepada bawahan dalam memutuskan sesuatu, sehingga anggota dapat menentukan keputusan, tergantung pada sistem yang lebih luas yang berlaku.
  2. Partisipasi konsultatif
    Mencakup partisipasi yang lebih mendalam, yakni anggota kelompok dapat memberikan pendapat mereka tentang alternatif ide-ide mereka dalam penerapannya. Setelah konsultasi, pemimpin akan membuat keputusan dan melaporkan alasannya kembali kepada anggota, yang mungkin dapat menanggapi keputusan tersebut sebelum diselesaikan.
  3. Partisipasi jarak pendek
    Dalam dimensi ini, bawahan hanya diikutsertakan dalam proses pengambilan keputusan untuk sementara. Meskipun jangka waktunya terbatas, partisipasi sering kali memiliki dampak yang lebih tinggi pada hasil aktual.
  4. Partisipasi informal
    Di bawah partisipasi informal, tidak ada saluran operasional untuk partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan, tetapi mungkin ada situasi khusus yang memungkinkan jenis partisipasi ini terjadi. Kerangka kerja partisipasi informal yang khas tidak memiliki aturan atau prosedur yang ditetapkan.
  5. Partisipasi sesuai posisi anggota
    Anggota akan dapat berpartisipasi dalam beberapa pengambilan keputusan, tetapi aktivitas tersebut tergantung pada peran karyawan. Karyawan di posisi yang lebih rendah cenderung memiliki lebih sedikit pilihan untuk berpartisipasi dibandingkan dengan rekan mereka yang diposisikan lebih tinggi.
  6. Partisipasi perwakilan
    Model ini melihat kerangka partisipasi tiga tingkat. Ada pemimpin, perwakilan, dan karyawan. Perwakilan memiliki kekuatan konsultatif dan pengaruh tertentu dalam pengambilan keputusan, mewakili keinginan karyawan. Mereka bertindak sebagai mediator antara pemimpin dan bawahan.

 

Empat jenis pengambilan keputusan dalam kepemimpinan partisipatif

Sebagai sebuah gaya kepemimpinan yang melibatkan anggota kelompok, kepemimpinan partisipatif membagi jenis pengambilan keputusan ke dalam 4 jenis, yakni

  • Konsensus

pemimpin tidak memiliki kekuasaan tambahan atas anggota kelompok lainnya dan bekerja secara eksklusif sebagai fasilitator. Untuk mencapai keputusan, semua anggota organisasi harus setuju. Artinya, tujuan atau keputusan dapat diubah hingga semua pihak setuju.

  • Kolektif

semua tanggung jawab berada pada kelompok yang sama. Pemimpin akan membantu memfasilitasi, tetapi semua anggota kelompok bertanggung jawab atas proses dan hasilnya. Mayoritas kelompok harus setuju untuk melanjutkan pengambilan keputusan.

  • Demokratis

pemimpin memiliki kekuatan lebih daripada kelompok secara keseluruhan. Ide dan saran disediakan oleh kelompok, dan pemungutan suara dapat terjadi pada hasilnya, tetapi pemimpin memiliki keputusan akhir tentang tindakan apa yang harus diambil

  • Otokratis

pemimpin memegang kekuasaan lebih. Ada sedikit prioritas yang diberikan pada ide-ide kelompok dan lebih banyak pada pemimpin

 

Pro kontra kepemimpinan partisipatif

Pro

  • Pemimpin mendapatkan hasil pemikiran bersama yang lebih kreatif dan inovatif
  • Pemimpin memperoleh loyalitas dari anggota kelompok karena melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan
  • Pemimpin mengarahkan anggota kelompok bekerja menuju tujuan yang sama

Kontra

  • Kinerja kelompok menjadi lebih lambat
  • Tidak efisien digunakan dalam keadaan mendesak

 

Contoh Tokoh dengan gaya kepemimpinan partisipatif

Berbagai tokoh petinggi perusahaan maupun pemerintahan di Indonesia maupun dunia memiliki gaya partisipatif dalam kepemimpinan. Beberapa tokoh yang menggunakan gaya partisipatif dalam kepemimpinannya adalah:

  • Bill Gates

Sebagai pendiri Microsoft, Bill Gates sering mendengar usulan dari karyawannya untuk mengembangkan perusahaan. Hal ini membuat Microsoft mampu beradaptasi dengan segala perubahan dan tetap mencapai tujuan untuk kesuksesan perusahaan

  • Ridwan Kamil

Sebagai salah satu kepala daerah di Indonesia, yakni Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengambil banyak masukan dari berbagai pihak dalam kebijakan yang harus segera diambil. Dalam realisasinya Ridwan Kamil berorientasi pada kegiatan timbal balik dan hasil keputusan yang telah disepakati.

 

Referensi

Apriyani, T. (2020, June 17). Kebijakan Ridwan Kamil atas Covid-19, hingga Adaptasi Kebiasaan Baru. Diakses pada 16 Desember 2020, melalui https://yoursay.suara.com/news/2020/06/17/184224/kebijakan-ridwan-kamil-atas-covid-19-hingga-adaptasi-kebiasaan-baru?page=all

Belyh, A. (2020, July 25). Participative leadership guide: Definition, qualities, pros & cons, examples. Diakses pada 13 Desember 2020, melalui https://www.cleverism.com/participative-leadership-guide/

Bhatti, M. H. (2019). Impact of participative leadership on organizational citizenship behavior: mediating role of trust and moderating role of continuance commitment: evidence from the pakistan hotel industry. Sustainability, 11(1170), 1–20. Diakses pada 13 Desember 2020, melalui https://www.mdpi.com/2071-1050/11/4/1170

CekAja. (2017, December 5). 4 Tipe Kepemimpinan Para Bos Teknologi yang Sukses. Diakses pada 16 Desember 2020, melalui https://www.cekaja.com/info/tipe-kepemimpianan-teknologi-sukses

Indeed. (2020). What is participative leadership? Diakses pada 13 Desember 2020, melalui https://www.indeed.com/career-advice/career-development/participative-leadership#:%7E:text=Participative%20leadership%20is%20a%20style,everyone%20is%20encouraged%20to%20participate.

Lythreatis, S. (2019). Participative leadership and organizational identification in SMEs in the MENA region: testing the roles of CSR perceptions and pride in membership. Journal of Business Ethics, 156(13), 635–650. Diakses pada 13 Desember 2020 melalui  https://research-information.bris.ac.uk/ws/portalfiles/portal/110695647/JBE_SCR_Participative_Leadership.pdf

Psycologia. (2020). Participative leadership theory and decision-making style. Diakses pada 13 Desember 2020, melalui https://psychologia.co/participative-leadership/

Redaksi Pemimpin.ID