HeadlineLeadership ReviewKenali Mental Block, Kelelahan Mental yang Dapat Menurunkan Produktivitasmu

Avatar Pemimpin.IDSeptember 7, 202194
steve-johnson-Kr8Tc8Rugdk-unsplash (1)

Oleh: Fithriyah Saiidah, Volunteer Content Writer

ABSTRAK | Memiliki pikiran jernih dan perasaan tenang, sangat membantu kamu agar lebih produktif dalam menyelesaikan pekerjaan. Sayangnya, pikiran jernih dan perasaan tenang tidak selalu ada dalam dirimu. Terkadang dalam suatu kondisi kamu kesulitan untuk berpikir dan merasa tidak ingin melakukan apapun, itu saatnya kamu perlu mengetahui mental block yang mungkin menjadi penyebab turunnya produktivitas.    

Pernahkah kamu merasa tidak sanggup mencapai sesuatu yang diinginkan padahal belum berusaha? Atau merasa secara tiba-tiba, tidak bisa berpikir untuk menyelesaikan pekerjaan? Jika pernah, mungkin saat ini kamu sedang mengalami mental block. 

Di masa pandemi tentunya banyak perubahan yang mengharuskan kamu untuk beradaptasi. Mulai dari sisi ekonomi, sosial, hingga pendidikan yang terkadang berdampak pada psikologi dirimu seperti mental block ini. Terjebak dalam mental block menjadikan pemikiran terbatas, sehingga dapat menghambat kreativitas, dan mempengaruhi motivasi yang mengakibatkan penurunan produktivitas.

Apa itu mental block? 

Mental block disebut juga kelelahan mental yang digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi yang disebabkan oleh aktivitas kognitif. Sederhananya, Tony Robbins menjelaskan  mental block merupakan hambatan psikologis yang ditandai dengan ketidakmampuan seseorang dalam berkonsentrasi atau berpikir dengan jelas yang mengakibatkan kurangnya motivasi. Hal ini dapat terjadi kapan saja. 

Fenomena mental block terkadang dianggap biasa saja, namun ternyata, jika intensitasnya sering, maka dapat membebani psikis dan fisik seseorang Umumnya mental block ditandai ketika seseorang merasa kehilangan gairah hidup, mudah tersinggung, selalu tegang, emosi berlebihan dan merasa tertekan secara psikis. 

Penyebab mental block pada setiap orang berbeda dan beragam. Ada yang disebabkan oleh ketakutan kecil, kegagalan di masa lalu, kelelahan, sering menunda pekerjaan, bahkan mental block juga dapat terjadi karena kamu  harus mengambil banyak keputusan di waktu yang cepat.

Di antara penyebab mental block lainnya menurut Steve Parker pada Productivity Land:

  1. Memikirkan hal-hal kecil secara berlebihan
  2. Ragu untuk memulai
  3. Ketakutan yang menguasai diri
  4. Tidak fokus 

Selain dari penyebab internal, kamu perlu mengetahui penyebab mental block secara eksternal seperti kondisi fisik tidak baik karena terlalu lelah bekerja, lingkungan yang kurang kondusif, atau hubungan sosial. Setelah tahu penyebab mental block yang sedang dialami, kamu bisa mengatasinya dengan cara:

  • Saatnya Menata Ulang Ruang Kerjamu
    Banyaknya tumpukan barang di meja atau tempatmu bekerja dapat menghambat motivasi dan kreativitas. Cobalah sesekali rapikan dan tata ulang ruangan serta tampilannya, agar lebih segar dan membawa energi semangat untuk bekerja. Selain itu menata ulang ruangan bisa menjadi sarana refreshing dari pekerjaan sehari-hari.
  • Uraikan Pekerjaanmu
    Ketika kamu memiliki banyak pekerjaan, sebaiknya kamu dapat menyusun tugas mana yang harus dikerjakan terlebih dulu dan uraikan pekerjaan tersebut menjadi pekerjaan-pekerjaan kecil yang mudah dikelola mengenai langkah-langkah apa yang harus dilakukan. Dengan itu, kamu lebih mudah untuk memulainya.
  • Kerjakan dari yang Paling Mudah
    Jika kamu merasa terjebak pada pekerjaan besar yang sulit dilakukan, cobalah melakukan pekerjaan yang lebih mudah terlebih dulu. Dengan itu, pikiranmu dapat beristirahat. Selain itu, menyelesaikan banyaknya pekerjaan walaupun kecil menjadi kebahagiaan tersendiri ketika menceklis daftar pekerjaan yang kamu miliki.
  • Beri Dirimu Istirahat
    Apa jadinya jika kita terus menerus menyelesaikan suatu pekerjaan, namun pikiran kita tidak berfokus pada pekerjaan tersebut? Jelas hal itu menghambat dan tidak akan selesai dalam waktu dekat. Ketika kamu sudah merasakannya, tandanya kamu butuh istirahat.
    Istirahat tidak selalu harus tidur, ada 5 macam bentuk istirahat menurut Dr. Saundra Dalton Smith di antaranya, physical rest (istirahat fisik) seperti tidur dan relaksasi tubuh, mental rest (istirahat mental) dengan mengistirahatkan pikiran seperti sekadar menulis jurnal, sensory rest dengan mengistirahatkan panca indera seperti menutup mata sejenak atau berjalan-jalan mencari suasana baru untuk melepas penat, emotional rest dengan cara meluangkan waktu untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan seperti menggambar atau bercerita kepada teman, dan social rest dengan mengistirahatkan kehidupan sosial seperti menyediakan waktu untuk diri sendiri.
  • Keluar dari Zona Nyaman
    Terkadang mental block disebabkan karena kamu terus melakukan siklus yang sama berulang kali dan memikirkan hambatan tanpa jalan keluar. Maka dari itu, sesekali cobalah hal baru. Lakukan kegiatan yang belum pernah kamu lakukan. Seperti membaca buku baru, pergi ke tempat yang belum pernah dikunjungi atau sekadar memulai pertemanan baru.
    Dengan mencoba hal baru, kamu dapat belajar menemukan sudut pandang baru sehingga lebih mudah menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi.
  • Jaga Keseimbangan Dirimu
    Seperti tubuh, pikiran dan perasaanmu juga butuh istirahat. Tenangkan pikiran dan buatlah perasaanmu menjadi bahagia. Deloitte’s 2017 Global Human Capital Trends menyatakan rasa bahagia dapat meningkatkan produktivitas pada seseorang.
    Kamu bisa memulainya dengan menjaga keseimbangan dirimu dengan cara:
    • Tidur cukup
    • Makan teratur dan tepat waktu
    • Belajar fokus dan mengelola stres
    • Tanya perasaan dan kabar pada diri sendiri
    • Kenali kemampuan dan batasan diri

Dengan menjaga keseimbangan dirimu, dapat dipastikan kamu mampu membagi pekerjaan dengan baik dalam waktu yang efisien. Yuk, mulai dari sekarang lebih peduli dengan diri sendiri. Kenali hal apa yang menghambat pekerjaanmu dan apa yang membuatmu semangat.

Tips di atas merupakan beberapa cara untuk menghilangkan mental block atau hambatan psikologis yang ditandai dengan ketidakmampuan seseorang dalam berkonsentrasi dan berpikir dengan jelas yang mengakibatkan kurangnya motivasi. Semoga setelah membaca artikel ini, kamu bisa lebih mengenali diri dan terhindar dari mental block ya!

Referensi:

Moore, Kaleigh (2019, November 17). How to Overcome A Mental Block. https://monday.com/blog/productivity/5-helpful-tips-overcoming-mental-blocks/

Parker, Steve (2020, August 17). The Best Tips for Overcoming Mental Blocks. https://productivityland.com/overcoming-mental-blocks/

Robbins, Tony. How to Get Over A Mental Block. https://www.tonyrobbins.com/mental-health/getting-over-a-mental-block/

Photo by: Steve Johnson

Avatar

Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.