HeadlineLeadership ReviewKamu Deadliner? Sekarang Saatnya Terapkan Parkinson’s Law

Avatar Pemimpin.IDOctober 5, 2021140
pexels-rodnae-productions-7580856

Oleh: Fithriyah Saiidah (Volunteer Content Writer)

ABSTRAK | Semenjak pandemi, semua aktivitas berubah menjadi online. Terkadang tanpa disadari kamu bekerja melebihi 12 jam. Tidak seperti saat offline, kamu punya perbedaan waktu beraktivitas kapan harus pergi-pulang kerja atau kuliah, mengecek email, mengerjakan pekerjaan rumah, kampus, kantor maupun organisasi. Bagi kamu yang kesulitan membagi waktu, bisa jadi hanya membuat deadline sesuai kemampuanmu menyelesaikan pekerjaan. Ternyata hal tersebut malah membuatmu menunda pekerjaan dan akhirnya pusing saat sudah mendekati deadline. Kamu tidak mau jadi deadliner terus kan? Kalau begitu ubah yuk kebiasaanmu dengan menerapkan Parkinson’s Law!

Jika boleh memilih, kamu lebih menginginkan tugas dengan deadline satu minggu atau tiga hari? Tentunya seringkali kamu memilih deadline tugas yang lebih panjang karena kamu berpikir dengan waktu yang lama, kamu dapat mempersiapkan apa saja yang diperlukan dan mungkin bisa melakukan kegiatan lain sampai waktu mendekati deadline. Alhasil, kamu tetap mengerjakan tugas di akhir waktu.

Bagaimana kalau kamu ganti kebiasaan mengerjakan tugas di akhir deadline dengan mempersingkat waktu deadline? Itu akan jauh membuatmu efektif karena usaha dan fokusmu tertuju pada satu tugas, sehingga kamu punya waktu lebih untuk mengerjakan aktivitas lainnya. Kaidah tersebut dicetuskan oleh Dr. Northcote Parkinson, yang saat ini dikenal dengan Parkinson’s Law atau Hukum Parkinson. 

Awal mula Parkinson’s Law ketika Dr. Northcote Parkinson, seorang sejarawan Inggris, menulis  esai di The Economist pada tahun 1955 berdasarkan pengalamannya dalam pelayanan sipil di Inggris. Ia mengatakan bahwa “Penyelesain pekerjaan menyesuaikan dengan waktu yang tersedia”. Dalam tulisannya, Parkinson memberikan contoh tentang seorang nenek yang tidak memiliki pekerjaan selain menulis kartu pos untuk keponakannya. Karena tidak aktivitas lain, nenek tersebut menghabiskan sepanjang hari dengan hanya menulis kartu pos yang bisa diselesaikan dalam beberapa menit saja.

Apa itu Parkinson’s Law?

Parkinson’s Law adalah hukum yang berkaitan dengan manajemen waktu, yang mengatakan “Pekerjaan berkembang sesuai waktu yang tersedia untuk menyelesaikannya”. Maksudnya ketika kamu mengalokasikan waktu satu minggu untuk menyelesaikan pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu tiga hari, pekerjaan tersebut akan tetap selesai dalam waktu satu minggu. Hal tersebut karena seseorang cenderung mengada-ngadakan pekerjaan untuk mengisi waktu, yang sebenarnya tidak ada kaitan dengan pekerjaan. Pada akhirnya suatu pekerjaan terasa lebih sulit saat mendekati deadline.

Dalam diagramnya, Parkinson’s Law juga menggambarkan bahwa banyaknya waktu yang tersedia membutuhkan usaha lebih sedikit, sedangkan singkatnya waktu yang tersedia membutuhkan usaha lebih banyak. Dari sini, Parkinson’s Law mengutarakan agar efektif dalam menentukan deadline suatu pekerjaan. Mengubah pola pikir dari “Berapa waktu yang aku punya untuk mengerjakan suatu pekerjaan?” menjadi “Berapa waktu yang aku butuhkan untuk mengerjakan suatu pekerjaan?”.  

Insighttycoon.com

Dengan mengetahui waktu yang kamu butuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, kamu dapat menentukan deadline yang efektif sehingga bisa meninggalkan apa saja yang kurang penting dan tidak ada kaitannya dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Selain itu, setelah kamu paham kaidah Parkinson’s Law, kamu bisa mulai menerapkannya dengan cara:

  1. Saatnya Tentukan Deadline Lebih Rinci
    Kamu tidak boleh asal dalam menentukan deadline semampumu. Apalagi sengaja membuat tenggat waktu yang panjang, namun tetap mengerjakan di akhir waktu. Sekarang cobalah rinci setiap pekerjaan yang akan kamu jalani, berapa menit, jam atau hari yang kamu butuhkan untuk menyelesaikannya. Usahakan waktu yang kamu tentukan pas dan realistis, sehingga membuatmu efektif dalam mengerjakan suatu pekerjaan.

  2. Tinggalkan Hal yang Kurang Penting
    Setelah membuat deadline lebih rinci, tinggalkan aktivitas tidak penting yang tidak ada kaitannya dalam upaya menyelesaikan tugas ke arah lebih baik, seperti scroll media sosial ataupun menonton. Dengan itu, kamu bisa berlatih fokus dan tidak terganggu hal lain yang memperlambat pekerjaanmu.

  3. Komitmen dengan Tenggat Waktu yang Sudah Ditentukan
    Ketika kamu sudah menentukan tenggat waktu, artinya kamu harus komitmen menyelesaikan suatu pekerjaan tepat waktu. Jangan menunda-nunda melebihi tenggat waktu karena hal itu akan membuat pekerjaanmu menumpuk dan tidak terkendali.

Bagaimana, tidak terlalu sulit kan? Memang pada awalnya kamu harus beradaptasi mengubah kebiasaanmu, namun yakinlah setiap perubahan baik walaupun kecil tetap akan berdampak di kemudian hari. Mudah-mudahan dengan mengetahui Parkinson’s Law, dapat membantumu lebih efektif dalam menyelesaikan pekerjaan ya! 

 

Referensi

Effectiviology (2021). Parkinson’s Law: Get More Done by Giving Yourself Less Time to Do Things. https://effectiviology.com/parkinsons-law/

Sketsa Unmul (2021). Parkinson’s Law: Dilema Menunda dan Menyelesaikan Tugas. https://www.sketsaunmul.co/life-style/parkinsons-law-dilema-menunda-dan-menyelesaikan-tugas/baca

Photo by: Rodnae

Avatar

Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.

Dapatkan E-Book Memimpin oleh Pempimpin Indonesia GRATIS!