InspirasiIsmail Bachtiar, Politikus Muda yang Ajak Milenials Berani Bicara

Redaksi Pemimpin.IDNovember 4, 2019103
https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2019/11/00120.MTS_snapshot_00.05_2019.11.04_11.45.03-1280x720.jpg

Apa yang sebenarnya tengah diperjuangan oleh anak muda yang berkecimpung dalam dunia politik praktis?

Keterlibatan anak muda dalam politik praktis saat ini tengah menjadi topik yang hangat diperbincangkan. Padahal, persepsi soal anggota legislatif akhir-akhir ini kerap dipandang negatif.

Namun begitu, kedatangan anak muda di panggung perpolitikan Indonesia memberikan peluang akan adanya harapan baru. Mereka datang dengan membawa pemikiran idealis yang masih segar serta misi perubahan ke arah yang lebih baik.

Kemunculan banyak aktor muda sebenarnya juga ingin menunjukkan bahwa mereka peduli dan ingin berkontribusi bagi negeri. Oleh karena itu, sudah semestinya semangat mereka mendapat dukungan dari banyak pihak.

Tentunya masih hangat juga di ingatan kita tentang bagaimana para mahasiswa Indonesia turun ke lapangan untuk melakukan aksi solidaritas menuntut ditolaknya revisi Undang-undang KPK. Kepedulian dan semangat anak muda ini terwujud dalam cara mereka menyuarakan pemikirannya untuk Indonesia yang lebih baik.

Namun, sejauh mana suara mereka di dengar? Apakah turun ke jalan untuk melakukan aksi besar-besaran bisa dikatakan cukup?

Beberapa tokoh muda menjadikan pertanyaan – pertanyaan itu sebagai alasan bagi mereka untuk terjun ke dunia politik praktis. Ini tampak seperti yang dilakukan oleh Ismail Bachtiar, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (Sulsel) dari daerah pemilihan (dapil) VII Sulsel.

“Kita tidak akan bisa mengubah sistem, jika kita tidak masuk ke sistem tersebut,” begitulah pernyataan legislator muda ini yang hadir dalam kegiatan Pelatihan Nasional yang diadakan oleh PemimpinId dan Forum Indonesia Muda beberapa waktu lalu.

Ismail merasa bahwa politik adalah satu-satunya jalan untuk melakukan intervensi terhadap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Lagipula, lanjut dia, secara kuantitas, komposisi anak muda di Indonesia saat ini mencapai sekitar 70 juta-an dari total dua ratusan juta jumlah penduduk yang ada.

“Sehingga saya merasa bahwa untuk mengubah sesuatu, kita harus masuk ke dalam sistem yang dibuat oleh pemerintah. Mereka tidak mungkin mengetahui isi kepala 70 juta anak muda tanpa ada representatif dari kita,” ungkapnya.

Ismail sebenarnya memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Namun, pria kelahiran 1992 ini mulai akrab dengan perpolitikan sejak duduk di bangku kuliah. Ceritanya, Ismail pernah bergabung dengan sebuah organisasi yang merupakan bagian dari sayap partai di mana dia terlibat saat ini. Kala itu, alumni Universitas Hasanuddin ini kerap bertemu dengan orang-orang yang memang banyak fokus di kepartaian. Hal itulah yang kemudian membentuk pribadi Ismail dan semakin menumbuhkan ketertarikannya untuk membaca buku tentang politik, termasuk buku tentang sistem kaderisasi dari partainya saat ini.

Sudah sekitar 2 bulan, Ismail menjalani kewajibannya sebagai wakil rakyat sekaligus petugas partai. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, bagaimana anggota dewan dari kalangan senior pada akhirnya memandang anak muda ini? Ismail pun mengakui hal itu sebagai sebuah tantangan.

“Awal-awal distrust itu pasti banyak. Mereka menganggap pengalaman kita belum ada, tetapi buat saya inilah kesempatan untuk menciptakan pengalaman,” tutur Ismail.

Bagi Ismail, pengalaman bukan tentang sebuah durasi yang cukup lama, tetapi sebuah kondisi di mana kita merasa bahwa sesuatu yang dijalankan sudah tidak sesuai sehingga kita tergerak untuk ambil bagian untuk memperbaiki itu.

Pendiri Rektor Institute ini juga mengajak anak muda Indonesia untuk berani terlibat dalam politik praktis. Pasalnya, kata dia, keterlibatan anak muda di panggung politik praktis Indonesia belum sampai 10%. Padahal, banyak sekali anak muda di Indonesia yang sudah terbukti mampu memberikan dampak sosial bagi masyarakat. Semakin banyak yang mengisi kursi, secara perlahan namun pasti anak-anak muda punya peluang untuk mencontohkan hal – hal baik dan mendatangkan perubahan.

Redaksi Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.

Deep Space | Jl. Melawai X No.9 Melawai, Kec. Kby. Baru, DKI Jakarta 12160

info@pemimpin.id

Pemimpin.ID 2019