HeadlineLeadership ReviewIni Tanda Organisasimu Tidak Bernyawa

Avatar Pemimpin.IDJune 23, 2021168
pexels-harrison-haines-3089390

Oleh: Noviana Janet

 

ABSTRAK│Pernahkah kamu merasa organisasimu mengalami penurunan aktivitas? Ketika masa pandemi dengan sistem serba daring (dalam jaringan), mulai banyak anggota yang menghindari pertemuan-pertemuan organisasi atau sering disebut ghosting. Ketika semakin banyak anggota yang menghilang dan menyebabkan kegiatan organisasi tidak berjalan, lebih jauh hal ini akan menyebabkan organisasi menjadi kehilangan nyawanya. 

 

Apa Makna Organisasi yang Tidak Bernyawa?

Sebenarnya tidak ada makna khusus untuk mengartikan organisasi tidak bernyawa. Bila dilihat dari konteks biologis, organisasi yang tidak bernyawa adalah ketika organisasi tidak memiliki legalitasnya. Namun, bila dilihat dari aktivitas kegiatan, organisasi tidak bernyawa artinya ketika organisasi ada tapi aktivitas di dalamnya tidak ada. Pengertian ini pun masih harus dipertimbangkan berapa lama organisasinya tidak aktif maupun aktivitasnya hanya dilakukan oleh Badan Pengurus Harian atau BPH. 

Hal ini juga berlaku di Perusahaan. Perusahaan adalah organisasi yang tujuannya mencari keuntungan dan sebuah perusahaan juga bisa menjadi organisasi yang mati atau tidak bernyawa. Sebuah perusahaan akan dikatakan organisasi yang tidak bernyawa bila tidak kunjung mengalami keuntungan atau malah mengalami kebangkrutan. 

Tanda-tanda awal organisasi tidak bernyawa adalah adanya penurunan aktivitas organisasi. Hal ini dapat dilihat dengan berkurangnya jumlah partisipan. Penurunan aktivitas ini menunjukkan minat pengurus maupun anggota terhadap organisasi menurun. Pengurus maupun anggota mungkin merasakan kehilangan arah dan tujuan di organisasi yang sedang dijalani. Sehingga sedikit demi sedikit partisipasinya dalam kegiatan organisasi berkurang.

Ketika semakin banyak anggota yang menghilang dan menyebabkan kegiatan organisasi tidak berjalan, lebih jauhnya akan menyebabkan organisasi menjadi kehilangan nyawanya. Tanda-tanda awal organisasi tidak bernyawa adalah adanya penurunan aktivitas organisasi. Hal ini dapat dilihat dengan berkurangnya jumlah partisipan. Penurunan aktivitas ini menunjukkan minat pengurus maupun anggota terhadap organisasi menurun.

 

Apa yang Menyebabkan Organisasi Tidak Bernyawa?

Pemimpin Indonesia telah melakukan wawancara dengan Erbi Setiawan, Ketua Mata Garuda LPDP. Kak Erbi, sapaan akrabnya, melalui wawancara menjelaskan penyebab sebuah organisasi bisa tidak bernyawa. Beberapa diantaranya, adalah

  • Lihat bagaimana fundamentalnya. Apakah punya goals besar, apakah punya legalitas, apakah tujuan dari organisasi dibentuk, dan lain-lain.
  • Bagaimana sistem organisasinya. Organisasi yang ideal itu running by system, bukan running by person. Seharusnya siapapun pengurusnya, organisasi harus tetap berjalan. Ketika organisasi menjadi tidak bernyawa, bisa kembali dievaluasi apakah sistemnya yang rusak atau sudah tidak relevan dengan organisasi dan anggota. Agar sistem bisa terus relevan dan efektif, pemimpin organisasi harus melakukan inovasi. Cepat atau lambat, kita harus berinovasi mengingat kita telah memasuki era digital.

 

Bagaimana Ciri-Ciri Awal Organisasi Tidak Bernyawa dan Pencegahannya?

Ada beberapa hal yang perlu dijadikan bahan evaluasi agar hal tersebut tidak terjadi:

  • Pastikan Bahwa Organisasi Sudah Memiliki Fundamental yang Jelas.
    Apa tujuan organisasi dibentuk, apa yang akan dicapai lima tahun ke depan, dan lain-lain. (tambahin urgensinya sama kayak di carousel)
  • Evaluasi Sistem.
    Berkurangnya jumlah partisipan dalam kegiatan organisasi bisa disebabkan oleh sistem yang berjalan mulai tidak relevan dan efektif. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam sistem organisasi. Inovasi dalam organisasi yang tepat akan mencegah terjadinya berkurangnya jumlah partisipan. Ide-ide baru dibutuhkan agar organisasi dapat terus relevan dan mengikuti tren yang ada.
  • Menciptakan Working Environment yang Sehat
    Working environment yang sehat dan suportif sangat penting agar pengurus, anggota, dan setiap bagian organisasi dapat terus produktif. Bila working environment-nya tidak sehat dan suportif maka harus mulai diperbaiki agar tidak menyesal kemudian.

 

Kak Erbi berpesan kepada pemimpin muda agar kita sebagai anak-anak muda yang kaya akan ide, gagasan, inovasi, dan kreativitas jangan sampai hal-hal itu malah menjadikan kita tidak terukur. Harus tetap realistis, apakah akan berdampak positif? Ketika memutuskan menjadi pemimpin, memulai untuk masuk ke ranah organisasi haruslah memikirkan hal-hal mendasar dan fundamentalnya. Jangan sampai pemimpin muda dengan segala kelebihannya salah melangkah.

Ketika semakin banyak anggota yang menghilang dan menyebabkan kegiatan organisasi tidak berjalan, lebih jauh akan menyebabkan organisasi menjadi kehilangan nyawanya. Organisasi tidak bernyawa artinya ketika organisasi ada tapi aktivitas di dalamnya tidak ada. Tanda-tanda awal organisasi tidak bernyawa adalah adanya penurunan aktivitas organisasi. Hal ini dapat dilihat dengan berkurangnya jumlah partisipan. Perlu dilakukan evaluasi terhadap fundamental organisasi, sistem yang digunakan, dan working environment agar nyawa organisasi tidak menghilang.

 

 

Referensi:

Ramainya Fenomena Ghosting: Bisa Terjadi di Organisasi Juga – Pemimpin.ID. (2021). Retrieved 11 June 2021, from https://pemimpin.id/ramainya-fenomena-ghosting-bisa-terjadi-di-organisasi-juga/

Ghosting in the Workplace: Why it Happens and What to Do About It. (2018). Retrieved 11 June 2021, from https://www.peoplescout.com/insights/ghosting-in-the-workplace/

 

Photo by: Harrison

Avatar

Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.