InspirasiIni Alasan Mengapa Pemimpin Harus Menulis

Redaksi Pemimpin.IDNovember 25, 201966
https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2019/11/Tenun-Sumba-1280x1280.jpeg

Rasanya tidak perlu keliling dunia untuk mencari keindahan alam dan kenikmatan budaya. Indonesia punya banyak surga tersembunyi yang barangkali belum sempat kamu singgahi, apalagi kenali. Tak menutup kemungkinan juga kamu banyak mendengar tentang surga tersembunyi itu. Maklum, perkembangan media yang kian pesat membuat pesan juga cepat didapat. Tapi hati-hati, tidak semua pesan itu tepat, sehingga akan lebih baik jika kita bisa melihat surga yang tersembunyi itu dengan lebih dekat.

Itulah yang dilakukan oleh Qadr Jatsiah Elmir, sosok perempuan muda yang melakukan perjalanan ke beberapa daerah di Indonesia untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat di sana. Petualangannya ke daerah timur Indonesia menyisakan banyak cerita yang barangkali membuat kita semakin jatuh cinta pada Indonesia jika kita mendengar kisahnya.

JetC saat mewawancarai keluarga Bapa Raja Boti, suku asli di Timor Tengah Selatan yang masih menganut kepercayaan aslinya (Halaika), dan masih mempertahankan budaya tenun adatinya hingga kini.

Bagaimana tidak? Lewat cerita yang didokumentasikannya dalam buku Tenun Berkisah, perempuan yang akrab dipanggil JetC ini berhasil menghidupkan kembali khasanah Indonesia dengan mengenalkan kain tenun nusantara yang begitu eksotis serta kental dengan filosofi hidup masyarakat di sana.

Semua filosofi itu secara tidak langsung mengenalkan pada JetC tentang betapa harmonisnya kehidupan mereka tidak hanya dengan sesama manusia, namun juga dengan alam. Bahkan, keharmonisan itu meninggalkan kesan tersendiri bagi perempuan lulusan Magister di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB ini.

“Saya Muslim, tapi mereka tetap menerima saya dengan hangat. Saya sampai dipeluk-peluk!,” kata JetC menceritakan pengalamannya dengan antusias kepada PemimpinId belum lama ini.

Dia pun tak ingin melewatkan momen perjalanan itu begitu saja. Perempuan kelahiran 1986 ini juga mengumpulkan dan mendokumentasikan kerajinan tenun yang didapatnya dari setiap daerah yang dikunjunginya. Tujuannya jelas, dia ingin mengangkat harkat masyarakat setempat, utamanya para pengrajin tenun di sana.

Tak hanya itu, JetC juga ingin menghidupkan kembali “warna asli” kain tenun Indonesia. Dia ingin agar semua orang tahu bahwa kain tenun tradisional punya nilai filosofis dan budaya yang sangat tinggi, sehingga sudah selayaknya memperoleh apresiasi dan dukungan.

Salah satu konten dalam buku Tenun Berkisah. JetC ingin melihat sejauh mana pembaca bisa membedakan tenun asli tradisional adati NTT dengan tenun replika komoditi dari ATBM Jepara, dan tekstil printing pabrikan yang bermotif tenun.

JetC berusaha merealisasikan targetnya itu dengan menulis. Bagi anak ke – 2 dari 5 bersaudara ini, menulis menjadi salah satu cara untuk memperjuangkan idealisme. Sayangnya, cara-cara ini belum diperhitungkan oleh banyak orang.

Perempuan yang punya hobi mengoleksi tenun ini merasa, selama ini budaya yang dimiliki oleh Indonesia lebih banyak dituturkan, tetapi tidak dibukukan lantaran masyarakat Indonesia belum menjadikan menulis sebagai sebuah budaya yang harus selalu dilakukan.

Baca Juga : Cerita Peneliti Tenun, Masa Depan Kain Nusantara

“Waktu itu saya penelitian S2 tentang kain tenun. Banyak dari literaturnya itu berbahasa Inggris dan ditulis oleh orang asing. Mereka pada tahun 1960-an dan 1970-an itu sudah sampai ke Timur. Lama-lama karya kita bisa diambil sama mereka,” kata JetC.

Perjuangan JetC melalui buku tentu bukan tanpa harapan. Melalui buku, dia ingin menyuarakan idealismenya – sebuah idealisme yang ingin agar filosofi dan nilai budaya yang terkandung dalam kain tenun selalu terjaga. Tak berhenti di situ, dia juga berharap, buku Tenun Berkisah bisa menjadi sarana berkomunikasi bagi para pegiat tenun.

“Saya berharap dengan adanya buku ini, ada banyak komunitas yang bergerak, karena kalau gerak sendiri, secara individu, akan sangat lemah, tetapi kalau bersama kita kuat,” ungkapnya.

Tak hanya JetC, semua orang pun perlu menulis untuk mengabadikan hal- hal penting yang terjadi dalam hidupnya. Menulis bahkan mengajarkan kita untuk belajar dari kesalahan di masa lalu. Dengan begitu, seseorang bisa menyusun strategi untuk bisa melakukan cara yang lebih baik, ke depannya.

Jadi, bagaimana? Berani mencoba menulis?

PemimpinId memberikan wadah bagi kamu untuk menuangkan ide atau berbagi cerita yang berkaitan dengan kepemimpinan. Sila kunjungi : https://pemimpin.id/kirimgagasan/ untuk info lebih lanjut. Yuk, mulai menginspirasi dengan menulis!

Redaksi Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.

Deep Space | Jl. Melawai X No.9 Melawai, Kec. Kby. Baru, DKI Jakarta 12160

info@pemimpin.id

Pemimpin.ID 2019