JurnalIngin Menghindari Keputusan Buruk? Ini Caranya!

Sumber : Neonbrand – unsplash.com

Di kehidupan, kita harus mengambil banyak keputusan, yang kecil maupun besar. Selanjutnya dari semua keputusan itu, pastinya ada beberapa yang buruk. Mungkin kamu membuat keputusan yang tidak membuahkan hasil yang positif, tetapi justru membuang uang atau sumber daya. Contoh lain adalah ketika kamu menjalankan rencana yang pada akhirnya tidak efektif dalam menyelesaikan masalah.

Walaupun sulit dalam menghadapinya, keputusan buruk tidak bisa kita hindari. kalau kamu membuat keputusan buruk bukan berarti pemikiran dan perencanaanmu sepenuhnya salah. 

Keputusan buruk bisa dibuat atas dasar argumen dan alasan yang kuat serta niat yang baik. Namun, keputusan tersebut bisa saja membuahkan hasil yang kurang memuaskan. Kalau hal tersebut pernah kamu alami, seringkali penyebabnya adalah kurangnya pertimbangan terhadap faktor-faktor lain yang mungkin baru terlihat setelah keputusan dibuat.

Dalam kata lain, membuat keputusan buruk adalah hal yang wajar dan tidak mencerminkan seutuhnya potensi dan kemampuanmu. Hal ini harus kamu simpan di otak, terutama jika kamu seorang pemimpin. Kenapa? Karena sebagai pemimpin, salah satu kewajiban kamu adalah mengambil keputusan. Jadi, secara teknis, kamu cenderung telah dan akan membuat lebih banyak keputusan buruk dibanding orang lain yang tidak berada dalam posisi kepemimpinan.

Lalu, apa yang kamu bisa lakukan ketika bertemu dengan keputusan buruk?

Langkah pertama adalah berhenti sebelum bertindak. Kemungkinan besar kamu merasa panik dan ingin memperbaiki situasi secepat mungkin. Tetapi, bertindak cepat belum tentu hal yang terbaik.

Kamu harus berhenti sejenak untuk mengakui bahwa keputusan yang kamu ambil memang salah. Kemudian, coba untuk memahaminya. Misalnya, pahami mengapa kamu membuat keputusan tersebut, apa kesalahan yang dilakukan, dan faktor-faktor apa yang tidak kamu pertimbangkan.

Waktu ini juga penting bagi kamu untuk pulih dari emosi yang dapat muncul ketika melakukan kesalahan, seperti kekecewaan, amarah, dan penyesalan. Langsung bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu tidak baik karena kamu belum berada dalam posisi untuk berpikir dengan jelas dan objektif. Tetapi, ini bukan berarti kamu harus menghindari perasaanmu. 

Menurut penulis Kathryn Schulz, harapan kita bukanlah untuk hidup tanpa penyesalan, melainkan untuk tidak membenci diri sendiri ketika merasakannya. Rasa penyesalan tidak berperan sebagai ingatan tentang kesalahan yang kita lakukan, tetapi untuk mengingatkan bahwa kita bisa berkembang menjadi lebih baik.

Jangan lupa untuk bersikap baik kepada diri sendiri. Mengakui dan menerima sebuah kesalahan adalah tanda pemimpin yang hebat. Kemudian, setelah kamu yakin sudah mampu berpikir dengan jelas dan yakin, kamu baru bisa mencari dan menjalankan solusi yang diperlukan.

Kemudian, dalam merancang solusi yang tepat, gunakan hal-hal yang sudah kamu pelajari dari kesalahan-kesalahan yang sebelumnya. Jangan lupakan atau abaikan pengalamanmu dengan keputusan buruk. Siapa tahu ada banyak pengetahuan tersembunyi yang bisa kamu pelajari darinya!

Sumber : Burst – unsplash

Selain itu, supaya kedepannya kamu bisa menjadi pengambil keputusan yang lebih bijak, buatlah rencana yang bisa kamu terapkan setiap kali harus mengambil keputusan. Psikolog Ana Jovanovic mengatakan bahwa proses untuk mengambil keputusan yang rumit itu penting. 

Jovanovic merekomendasikan proses pengambilan keputusan tujuh langkah yang biasa digunakan. Menurutnya, proses pengambilan keputusan diawali dengan identifikasi masalah dengan jelas. Ketika sudah mengetahui secara spesifik apa yang diperlukan dalam sebuah situasi, kamu bisa mengumpulkan informasi yang bisa membantu dalam mengambil keputusan. Informasi ini bisa yang mendukung maupun membantah.

Selanjutnya, kamu tidak harus langsung memiliki satu solusi. Sebaiknya kamu memiliki beberapa solusi yang bisa dipertimbangkan dengan cermat dan didasarkan bukti. Ketika kamu sudah yakin dengan bukti dan fakta yang ada, waktunya untuk membuat keputusan. 

Setelah menentukan keputusan yang terbaik, kamu bersama kelompok atau rekan kerja bisa lanjut untuk mengambil tindakan untuk merealisasikannya. Tetapi, selama dan setelah melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan, kamu harus tetap mengevaluasi dan meninjau keputusan yang diambil secara berkelanjutan. Selamat mencoba!

Redaksi Pemimpin.ID

Lokasi

Deep Space

Jl. Melawai X No.9 Melawai, Kec. Kby. Baru, DKI Jakarta 12160

Rumah Wijaya

Jl. Wijaya V, No. 6, Melawai, Kby. Baru, DKI Jakarta 12160

Pemimpin.ID 2019 - 2020