hari
jam
menit

9 bulan menuju 

Lead The Fest 2023

Lebih Mengenal Diri Sendiri dengan Johari Window

Bagikan ke

Oleh Fatah Akbar (Website Content Writer Volunteer)

ABSTRAK | Remaja merupakan fase dimana kamu mulai mencari jati diri untuk bisa mengenali siapa kamu sebenarnya, potensi apa yang dimiliki, dan apa yang menjadi pembeda kamu dengan orang lain supaya diterima dalam kelompok.

Tidak menutup kemungkinan ketika dewasa, kamu masih sulit mengenal diri sendiri karena terlalu mengikuti orang lain. Terasa sulit memahami diri sendiri, kamu butuh metode yang tepat supaya bisa mengembangkan potensi yang ada.

Johari window bisa kamu terapkan dan pahami untuk mengenal diri sendiri dalam membuka pintu gerbang kepribadian, etos kerja, dan kemampuan. Bukan sekadar jendela biasa, dengan Johari Window kamu dan orang lain memiliki konteks yang bisa diketahui antara kedua belah pihak, salah satu saja, atau keduanya memang tidak mengetahui.

Perubahan Harus Dimulai dari Diri Sendiri

Mengenal Diri Sendiri dengan Johari Window – Akan ada masa di mana kamu akan mulai mencari jati diri yang sebenarnya ketika memasuki fase remaja. Kemudian terlintas di benak pikiranmu beberapa pertanyaan mengenai diri sendiri. Lantaran selama ini kamu hanya mengikuti orang lain supaya bisa diterima dalam kelompok, namun apakah kamu sudah mengenal diri sendiri?

Kamu tidak perlu mengikuti orang lain untuk bisa diterima dalam kelompok pertemanan. Jika selalu seperti itu, kamu dapat kehilangan jati diri yang sebenarnya. Alhasil kamu tidak bisa berpegang teguh pada pendirian diri sendiri.

Disinilah kamu perlu melakukan perubahan, karena sejatinya untuk bisa mengubah keadaan harus dimulai dari diri sendiri. Salah satunya membuat dua ruang antara diri dengan orang lain.

Melalui ruang tersebut, kamu bisa menyediakan waktu untuk mengenal diri sendiri untuk mengembangkan potensi sebagai langkah utama dalam membuka pintu gerbang keberhasilan. Ini sangatlah penting demi menunjang karir kamu di masa depan.

Mengapa kamu harus bisa mengenal diri sendiri? Bukankah cukup dengan merenung saja?

Tentu tidak, ternyata dengan mengenal diri sendiri kamu bisa menentukan tujuan hidup secara jelas. Kamu mulai mengetahui bakat apa saja yang bisa terus diasah. Apakah ada metode yang tepat untuk bisa mengenal diri sendiri? Tak perlu bingung, yuk simak konsep johari window yangbisa kamu terapkan.

Apa itu johari window?

Johari window adalah jendela komunikasi yang digunakan untuk memahami diri sendiri, hubungan dengan orang lain, memaksimalkan komunikasi, dan mengatur kinerja kelompok. Metode dalam ranah psikologis yang dikemukakan oleh Psikolog asal Amerika yaitu Luft dan Harry Ingham pada tahun 1955.

Terdapat empat kuadran yang ada pada johari window, namun setiap dimensi terbagi menjadi dua yakni “konsep diri” dan “orang lain”. Berawal dari situlah kamu mempunyai empat kuadran dalam metode ini.

Pada “konsep diri”, kamu lebih memahami tentang diri sendiri. Bagaimana kamu mendalami setiap hal yang diketahui dan tidak. Sedangkan dalam “orang lain”, mereka mengetahui apa yang menjadi ciri-ciri kamu atau tidak sama sekali.

Semua yang ada dalam diri kamu merupakan potensi yang perlu dikembangkan. Potensi diri itu meliputi kemampuan, kekuatan, hal baik yang bisa direalisasikan, dan keunikan yang dimiliki dari orang lain namun masih belum kamu pahami.

Potensi diri diklasifikasikan menjadi tiga hal berikut ini, yakni:

  1. Kemampuan dasar layaknya logika, daya tangkap, intelegensi, dan abstraksi
  2. Etos kerja seperti kegigihan, ketahanan dalam tekanan, teliti, dan efisiensi memanfaatkan waktu.
  3. Kepribadian, yaitu acuan secara keseluruhan yang mencakup keahlian, tindakan, kebiasaan, jasmani, rohani, dan kecerdasan emosional terhadap ruang sosial.

Mengenal Empat Kuadran Dalam Johari Window

Photo source: communicationtheory.org

Kuadran pertama: konsep pertama ini menekankan konsep antara kedua belah pihak yang saling mengetahui, “saya tahu, anda juga tahu”. Hal ini adalah ruang terbuka terhadap ciri-ciri kepribadian kamu seperti emosi, sikap dan perilaku yang hanya bisa diketahui oleh kamu dan orang lain.

Contohnya, kamu sangat suka travelling di beberapa tempat wisata Indonesia dan membicarakan kepada teman atau saudara dengan semangat, alhasil orang-orang yang berada dekat dengan kamu memahami jika kamu adalah orang yang suka travelling.

Kuadran kedua: Bisa dibilang pada kuadran kedua layaknya jendela, “saya tahu, tetapi anda tidak tahu”. Ada pembatas yang hanya kamu bisa mengetahuinya mengenai aspirasi, tujuan hidup, impian yang ingin dicapai, ketakutan terhadap suatu hal belum pasti, kekhawatiran, dan segala yang kamu sembunyikan.

Contohnya, kamu merasa gugup untuk berbicara di depan publik atau suka menutupi nilai ujian yang kurang bagus.

Kuadran ketiga: sama seperti jendela pada kuadran dua, namun yang membedakan yaitu “saya tidak tahu, namun anda tahu”. Kuadran ketiga ini menjelaskan tentang bagaimana seseorang mempersepsikan tentang kamu. Bagaimana sikap kamu saat mendapat kritik dan saran dari orang lain? Sikap kedewasaan dibutuhkan dalam hal ini, apabila kamu bisa menerima kritik dan saran tersebut, itu cukup berguna untuk mengembangkan diri kamu, tetapi kamu harus bijak menyikapinya.

Contohnya, Ketika sedang berlangsung rapat organisasi, kamu diberi tanggapan mengenai kinerja selama ini. Ada yang baik, di satu sisi ada juga yang kurang. Memahami apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan kamu, untuk selanjutnya kamu bisa memperbaiki dan meningkatkan kembali.

Kuadran empat: konsep terakhir yaitu “saya tidak tahu, anda juga tidak tahu”. Dimana keduanya sama-sama tidak mengetahui bakat, potensi tersembunyi, kemampuan, dan sebagainya. Kamu perlu menggali dan mencari tahu hal unik apa yang dimiliki secara berbeda dengan orang lain. Apabila tidak bisa sendiri, kamu bisa meminta bantuan pada profesional, teman, atau keluarga.

Contohnya, kamu tidak bisa berenang karena takut tenggelam. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, kamu meminta bantuan kepada pelatih atau teman untuk mengajari kamu cara berenang yang baik.

Melalui johari window, bukan sekadar teori yang dibaca saja. Melainkan kamu mulai memahami ternyata diri sendiri itu bisa menjadi sekat antara orang-orang sekitar. Kamu mengetahui apa yang orang tidak ketahui atau justru sebaliknya, bahkan bisa saja kedua pihak tidak mengetahui.

Sehingga dengan mengenal diri sendiri menggunakan konsep johari window akan membantu kamu dalam mengembangkan kemampuan bekerja sama dengan tim dan meningkatkan kemampuan dalam memecahkan masalah secara kompleks.

Referensi:

Sinha, Ruchi. (2020). Know thyself & improve your personality through the Johari window. Medium.com.

https://medium.com/@ruchi.rmg/know-thyself-improve-your-personality                                                through the-johari-window-6e7565f7061f

Tirtawinata, Christofora Megawati. (2013). Mengenal dan Menemukan Diri Melalui Kebersamaan Dengan Orang Lain. Humaniora, Vol. 4. No. 2. Halaman 1310 – 1311.

https://journal.binus.ac.id/index.php/Humaniora/article/view/3575

Pemimpin.id
Author: Pemimpin.id

Follow us