Ensiklopedia PemimpinHeadlineCara Mudah Mengurai Masalah bagi Pemimpin: Fishbone Diagram

Redaksi Pemimpin.IDMarch 9, 2021149
pexels-skitterphoto-9365

Oleh : Shania Aulia (Intern di Research Team Pemimpin ID)

 

Saat mengerjakan sebuah proyek, tak jarang kita menemukan permasalahan yang bersifat kompleks. Terkadang kita pun sudah memakan waktu yang lama untuk memikirkan solusinya, tapi tidak tepat sasaran dan justru menambah permasalahan baru. Salah satu solusi yang dapat membantu memudahkan dalam pemecahan masalah ialah dengan membuat diagram fishbone.

Apa Itu Diagram Fishbone?

Diagram yang memiliki nama lain diagram ishikawa atau cause effect matrix ini merupakan salah satu alat bantu yang dapat digunakan dalam penyederhanaan dan penemuan solusi atas suatu masalah yang kompleks dalam pengelolaan proyek.

 

Diagram ini membantu menyelesaikan masalah dengan cara menguraikan permasalahan utama yang ada menjadi beberapa penyebab permasalahan hingga akhirnya dapat menemukan akar permasalahannya. Penyusunan diagram ini sangat mempertimbangkan aspek sebab dan akibat dari permasalahan yang sedang dihadapi.

 

Sejarah Singkat

Teori ini dianggap sudah ada sejak tahun 1920 namun dilakukan penyempurnaan dengan 7 faktor pada tahun 1960-an oleh seorang profesor asal Universitas Tokyo yaitu Kaoru Ishikawa. Itulah mengapa teori tulang ikan yang kita kenal hingga saat ini juga disebut sebagai teori Ishikawa 

Implementasi

Sumber: standarku.com

Berikut proses penggunaan diagram fishbone:

  1. Buatlah diagram persis dengan bentuk kepala dan tulang ikan seperti gambar di atas. Bagian kepala merupakan gambaran bagi akibat atau permasalahan yang sedang dihadapi, sedangkan badan atau tulang merupakan poin-poin dari penyebab permasalahan yang ada.
  2. Analisis penyebab permasalahan berdasarkan poin-poin yang penting dalam konteks yang berlaku. Misalnya, dalam konteks manufaktur, poin-poin pembentuk fishbone-nya ialah seperti ini:
    • Manpower (People)
    • Methods (Processes/Procedures)
    • Materials (Supplies/Vendors)
    • Machines (Equipment)
    • Measurement
    • Mother Nature (Environment)

Sementara itu, industri pemasaran akan dirasa lebih cocok menganalisis masalahnya menggunakan poin-poin berikut: 

  • Market
  • Message
  • Media
  • Money
  • Manage
  • Measurement

Untuk industri jasa, disarankan menggunakan 5S, yaitu

  • Suppliers
  • Surroundings
  • Systems
  • Scope of skills
  • Standard documentation
  1. Setelah semua penyebab permasalahan selesai dirinci, lakukan validasi terhadap poin-poin yang telah dibuat. Bisa jadi poin yang dituliskan memiliki ternyata kurang valid atau dianggap kurang berdampak atas permasalahan utama yang sedang terjadi. 

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:

  1. Setiap anggota tim dapat memberikan saran terkait penyebab permasalahan
  2. Dapat membantu memikirkan penyebab secara sistematis 
  3. Membantu menemukan penyebab permasalahan sampai ke akar sehingga dapat menghasilkan pemikiran baru

Kekurangan:

  1. Seringkali usaha sia-sia untuk mengidentifikasi penyebab efek yang tidak memiliki relevansi besar.
  2. Meskipun sudah menggunakan diagram tersebut, terkadang itu tidak menandakan beratnya masalah yang sebenarnya

 

Referensi

Coutinho, T. (2017, October 27). Ishikawa diagram: History, function, and components | think lean six sigma. Ishikawa Diagram: History, Function, and Components | Think Lean Six Sigma. https://www.thinkleansixsigma.com/article/ishikawa-diagram

Lynch, A. (2021, February 3). Cause & effect analysis – 6M. edrawsoft.com. https://www.edrawsoft.com/6m-method.html

Pearson, S. (2017, April 17). Definition – what is a fishbone diagram? Tallyfy. https://tallyfy.com/definition-fishbone-diagram/#:~:text=The%20fishbone%20diagram%20or%20Ishikawa

 

Photo by: Skitterphot

Redaksi Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.