Ensiklopedia PemimpinCara Memotivasi Bawahan Menurut Teori Motivasi X dan Y

Redaksi Pemimpin.IDFebruary 22, 202143
pexels-andrea-piacquadio-3756042

Oleh : Shania Aulia (Intern di Research Team Pemimpin ID)

 

Pernahkah kamu menemui perbedaan perilaku kepemimpinan yang diberikan oleh atasan kepada rekan kerjamu? Hal tersebut dapat disebabkan adanya perbedaan asumsi motivasi dan karakteristik di mata atasan kepada bawahannya. Menurut McGregor terdapat dua tipe perilaku yang dapat dilakukan oleh atasan, yaitu perilaku positif (Y) dan negatif (X).

 

Apa Itu Teori Motivasi X dan Y?

Teori ini berpendapat mengenai bagaimana cara memotivasi karyawan untuk mau bertindak sesuai yang diharapkan organisasi. Menurut McGregor, gaya kepemimpinan yang identik digunakan pemimpin dalam teori ini adalah gaya otoriter atau partisipatif. Teori ini memiliki penekanan pada dua aspek, yaitu perilaku positif (Y) dan negatif (X) seorang karyawan di dalam lingkungan kerjanya. 

  • Teori X

Pemimpin yang menganut teori X berasumsi bahwa karyawan mereka cenderung pemalas, kurang motivasi dan ambisi, tidak memiliki tanggung jawab, lebih suka dipimpin, serta tak acuh terhadap organisasi. Sistem pemberian hadiah dan hukuman adalah satu-satunya cara yang dianggap berhasil untuk menghadapi karyawan dengan sifat tersebut. Maka, gaya kepemimpinan yang biasanya digunakan dalam teori ini adalah gaya otoriter.

  • Teori Y

Sebaliknya, pemimpin yang menganut teori Y mengasumsikan karyawannya memiliki sifat yang rajin, dapat dipercaya, mandiri, proaktif untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Pemberian pujian atau hadiah juga tetap diberikan, tetapi dalam konteks untuk melakukan komunikasi yang lebih baik dengan karyawannya. Gaya kepemimpinan yang biasa digunakan dalam teori ini adalah partisipatif atau demokratis.

 

Sejarah Singkat

Teori ini dicetuskan oleh Douglas McGregor sekitar tahun 1950 saat bekerja di Sloan School of Management MIT dan dikembangkan pada tahun 1960-an melalui bukunya yang berjudul “The Human Side of Enterprise”. Teori ini berangkat dari teori hierarki kebutuhan milik Maslow. Sama seperti teori Maslow, aktualisasi diri dianggap berada pada level yang tertinggi pada teori McGregor sehingga organisasi perlu memfasilitasi pencapaian aktualisasi tersebut.

 

Dari pendekatan teori Y, pemberian motivasi dan kepercayaan serta pemberian tanggung jawab kepada karyawan dianggap dapat menjadi cara untuk membantu pemenuhan aktualisasi diri tersebut. Sedangkan, dari sisi teori X, perlu adanya dorongan berupa pemberian hadiah atau ancaman untuk dapat memacu anggotanya berada pada titik yang aktual.

 

Contoh

Teori X

Beberapa petani di daerah pedesaan dianggap kurang memiliki semangat untuk berinovasi dan cenderung takut keluar dari zona nyaman karena berpikir bahwa lingkungan mereka sudah dapat memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari tanpa harus bersusah payah. Mereka tinggal melakukan sedikit perawatan pada tanaman yang ada di kebun kemudian tinggal menunggu hasil panen dan menjualnya. Misalnya, di daerah Sumatera dan Kalimantan yang kaya akan sawitnya, atau kayu sengon di Magelang dan Temanggung. 

 

Pemimpin yang berada pada daerah ini biasanya akan memberikan iming-iming berupa hadiah atau harga panen yang tinggi apabila musim panen telah tiba sehingga petani akan lebih bersemangat dalam bekerja.

 

Teori Y

Saling berlomba dalam menciptakan produk yang unggul merupakan suatu hal yang umum dilakukan saat ini, tak terkecuali dalam dunia kerja seperti startup. Banyak startup yang muncul dan saling berlomba memenangkan hati konsumen. Mereka akan dengan senang hati untuk bekerja bahkan lebih dari 8 jam untuk menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan mereka. Kemudian, ketika sudah berhasil menciptakan suatu produk, mereka akan cenderung untuk berinovasi menciptakan produk lain dengan standar yang lebih tinggi. 

 

Menghadapi pola kebiasaan seperti ini, pemimpin akan cenderung memberi penghargaan atau pengakuan, bukan sebatas gaji.

 

Pro dan Kontra

Teori X

Pro: 

  1. Pekerjaan akan selesai lebih cepat karena para manajer akan mengaturnya secara mikro dan membuat mereka tetap bekerja. 
  2. Pekerjaan akan dilakukan dengan sedikit ruang untuk kesalahan karena diberikan batasan waktu dan kualitas bagi pekerja.

Kontra: 

  1. Tingkat kepuasan kerja dianggap buruk karena manajer tidak mempercayai karyawan untuk melakukan pekerjaan yang sesuai sendiri.
  2. Karyawan terkesan bersifat seperti robot dalam menjalankan tugasnya karena mereka selalu membutuhkan masukan untuk menghasilkan output
  3. Selain itu, karyawan lebih cenderung menghindari pekerjaan ketika ada peluang untuk tidak mengerjakannya

 

Teori Y

Pro:

  1. Ide-ide baru dapat mengalir lebih mudah karena lingkungan yang santai. 
  2. Pekerja didorong untuk berpikir out of the box, menciptakan peluang baru bagi perusahaan untuk meningkatkan pendapatan melalui inovasi kreatif. 

Kontra:

  1. Manajer berpotensi menjadi malas karena dapat mendelegasikan semua pekerjaannya kepada karyawan dan bersantai di kantor
  2. Kurangnya pengawasan terhadap pekerja dan terlalu banyak kepercayaan pada mereka dapat membuat mereka membuang waktu perusahaan untuk melakukan aktivitas yang hanya menguntungkan diri mereka sendiri.

 

Referensi:

Fisher, E. A. (2009). Motivation and leadership in social work management : A review of theories and related studies. Administration in Social Work, 33(4), 347–367. https://doi.org/10.1080/03643100902769160

Maidment, Dr. F. H. (1997). The human side of enterprise. In D. F. H. Maidment (Ed.), Management 97/98. Brown & Benchmark Pub.

Pros and Cons of Theory Y. (2019, March 30). Pros an Cons. https://prosancons.com/education/pros-and-cons-of-theory-y/

Wikipedia Contributors. (2019, February 10). Theory X and theory Y. Wikipedia; Wikimedia Foundation. https://en.wikipedia.org/wiki/Theory_X_and_Theory_Y

Photo by: Andrea

Redaksi Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.