ArtikelHeadlineBuruknya Literasi Indonesia Memperburuk Intoleransi di Ruang Maya

Avatar Pemimpin.IDMay 11, 2021214
pexels-marta-wave-6437497

Oleh Alkorni Yusuf

Secara Etimologi, literasi berasal dari bahasa latin literatus yang artinya orang belajar. Literasi merupakan kata serapan dari bahasa inggris yakni literacy. Menurut KBBI Daring, literasi memiliki arti kemampuan menulis dan membaca, pengetahuan dan keterampilan dalam bidang dan aktivitas tertentu, kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Sedangkan menurut UNESCO, literasi adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menafsirkan, membuat, berkomunikasi dan menghitung, mengunakan media cetak dan bahan tertulis yang terkait dengan konteks yang berbeda-beda. 

Bicara mengenai literasi, sebuah studi tahun 2016 yang dilakukan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) di 61 negara di dunia menunjukkan bahwa kebiasaan membaca di Indonesia tergolong sangat rendah. Sebuah studi yang diterbitkan dengan judul “The World’s Most Literate Nations” menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-60, hanya satu peringkat di atas Bostwana. Akibat dari buruknya tingkat literasi tersebut, tidak sedikit persoalan dan masalah yang muncul ditengah masyarakat Indonesia. 

Beberapa dampak di antaranya seperti yang diutarakan oleh Syarifudin Yunus, seorang Pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka dalam kumparan.com, yakni  kebodohan, rendahnya produktivitas individu, tidak berkualitasnya pendidikan, tingginya angka putus sekolah, meluasnya kemiskinan dan rendahnya sikap bijak dalam menerima informasi serta perilaku komunikasi yang rawan konflik. 

Rendahnya sikap bijak dalam menerima informasi serta perilaku komunikasi yang rawan konflik inilah yang kini menjadi salah satu sorotan banyak pihak terkait dampak buruk rendahnya literasi. Dengan cepatnya informasi yang beredar diinternet yang tidak dibarengi oleh kemampuan literasi yang mumpuni,  sebuah konflik intoleransi dengan mudahnya tercipta diruang maya. Intoleransi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti ketiadaan tenggang rasa.  

Dalam survei yang dilakukan  oleh Wahid Foundation mengenai tren intoleransi dan radikalisme, sikap intoleransi Indonesia meningkat menjadi 54% dari persentase sebelumnya yakni 46%. masalah sosial terkait intoleransi yang mengakibatkan radikalisme, dianggap sebagai fenomena baru dalam masyarakat kita. 

Dalam menghadapi meluasnya sikap intoleransi, menurut Guru Besar Ilmu Filsafat dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung, seseorang perlu belajar untuk berpikiran terbuka dlaam menyikapi komentar yang berbeda dari berbagai pihak di sosial media, memperdalam kemampuan untuk merenung atau reflektif diri dengan membaca esai atau tulisan yang baik sehingga bisa mengasah daya kritis yang nantinya bisa membentengi diri dari provokasi suatu kelompok tertentu.  Lalu, Menurut Elga Sarapung ( dalam kompas, 2021) cara menghndari sikap intoleransi bisa dilakukan dengan tidak memaksakan kehendak diri sendiri pada orang lain, peduli kepada lingkungan sekitar, tidak menonjolkan suku, agama, ras golongan maupun budaya tertentu, tidak melanggar norma hanya untuk tujuan tertentu, tidak mencari keuntungan atas kesejahteraan orang lain. 

Yuk lawan intoleransi dengan cara meningkatkan literasi seperti membaca buku dan sumber bacaan lainnya. Jadikan sosial media menjadi ruang yang inklusif bagi semua kelompok suku, agama dan ras. Mari bergandengan tangan dalam bingkai persatuan bangsa.

 

 

Referensi 

Zaenudin H.N., Suwatno. 2019. Information Literacy for the Net Generation to Anticipate the Danger

of Intolerance. Jurnal ASPIKOM, Volume 4 Nomor 1, Juli 2019, hlm 86.

https://www.literasipublik.com/pengertian-literasi   ( Diakses 17 April 2021)

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Literasi ( Diakses 17 April 2021)

https://edukasi.kompas.com/read/2019/06/23/07015701/literasi-baca-indonesia-rendah-akses-baca-diduga-jadi-penyebab ( Diakses 17 April 2021)

https://kumparan.com/syarif-yunus/7-persoalan-masyarakat-akibat-tingkat-literasi-rendah-1rTjXYC5fad/full ( Diakses 17 April 2021)

https://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum/284269/survei-wahid-institute-intoleransi-radikalisme-cenderung-naik ( Diakses 17 April 2021)

https://www.kompas.com/skola/read/2021/02/22/165337469/dampak-negatif-intoleransi-dan-cara-menghindarinya#:~:text=Berdasarkan%20Kamus%20besar%20Bahasa%20Indonesia,tenggang%20rasa%20atau%20tidak%20toleran. ( Diakses 17 April 2021) 

 

Photo by: Marta Wave

 

 

Profil Penulis

Alkorni Yusuf, mahasiswa semester 6 di salah satu kampus swasta di Jakarta Selatan. Memiliki minat di bidang fotografi, sosial-politik dan kerelawanan.

Avatar

Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.