ArtikelHeadlineBingung dalam Memimpin Perubahan yang Solutif? Mari Coba Metode Design Thinking

Redaksi Pemimpin.IDFebruary 16, 2021107
pexels-startup-stock-photos-212286

Oleh: Nurul Aulia (Volunteer di Research and Development Team Pemimpin.id)

 

Dalam menjalankan suatu proyek, seringkali kita terlalu abstrak saat merencanakan, sehingga tidak memiliki pandangan yang jelas terhadap suatu tujuan. Dampaknya, yang terjadi malah proyek tidak berhasil. Lebih parah lagi, proyek kita mungkin berhasil, tetapi malah tidak bermanfaat karena tidak berhasil menjawab permasalahan yang terjadi di lapangan. Salah satu metode yang dapat digunakan akan setiap proyek mampu menjawab kebutuhan sasaran adalah dengan menggunakan design thinking.

 

Apa itu Design Thinking?

Design thinking adalah proses pemecahan masalah yang inovatif dan dijalankan dengan keterampilan tertentu. Pendekatan ini sebenarnya sudah ada selama beberapa dekade, tetapi mulai ramai diperbincangkan pada tahun 2008 karena tulisan berjudul “Design Thinking” karya Tim Brown, CEO dan presiden perusahaan desain IDEO. Proses design thinking ini digunakan tim untuk memahami pengguna, menantang asumsi, mendefinisikan ulang masalah, membuat solusi inovatif untuk membuat prototipe dan menguji kelayakan dari produk yang telah dihasilkan. 

 

Lima Tahapan Design Thinking

Sumber: interaction design.org

  • Empathize

Empati sangat penting untuk design thinking yang berpusat pada manusia, karena kita akan mengesampingkan asumsi pribadi dan fokus pada kebutuhan sesuai sasaran. Empathize biasanya dilakukan dalam bentuk melakukan riset.

 

Contohnya, di awal proyek tentunya kita membutuhkan pandangan dari pihak sasaran. Maka, kita melaksanakan wawancara, menyebar kuesioner, dan melakukan observasi pada pihak-pihak terkait.  Melalui proses ini, kita akan mendapatkan bank data permasalahan sekaligus kondisi ideal yang diharapkan.

  • Define

Setelah melakukan riset, tentunya kita harus menganalisis hasil dan mensintesiskannya untuk menentukan masalah inti yang telah kita identifikasi. Proses define ini juga berarti kita membuat fokus pembahasan yang menjadi topik utama.

 

Contoh yang terjadi di lapangan adalah, setelah kita melakukan wawancara dan menyebar kuesioner, hasil yang didapatkan akan diuraikan dan dipilih prioritasnya sebagai fokus yang akan dilaksanakan dalam pelaksanaan proyek terkait.

  • Ideate

Tahapan ini adalah waktu untuk memberikan solusi inovatif dari masalah yang akan diselesaikan. Biasanya dalam tahap ini salah satu teknik yang dilakukan ialah brainstorming.

 

Contohnya adalah setelah memiliki prioritas pembahasan yang akan menjadi fokus dari proyek tertentu, kita dapat mengajak diskusi para pakar, mencari solusi dengan belajar dari pengalaman sejenis terdahulu sehingga mampu menghasilkan inovasi terbaik

  • Prototype

Tahapan ini adalah proses percobaan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi solusi terbaik untuk setiap masalah yang ditemukan. Kita akan membuat beberapa versi produk yang murah dan disederhanakan seminim mungkin.

 

Contoh yang terjadi di lapangan adalah ketika hendak menciptakan suatu produk, misalnya aplikasi, maka kita harus membuat replikanya sebagai bentuk visualisasi yang akan memudahkan kita maupun orang lain dalam memberi masukan dan mengidentifikasi kekurangan maupun kelebihannya.

 

  • Test

Pengujian adalah tahap paling penting dalam design thinking, karena bukan menjadi tahapan terakhir, melainkan merupakan tahapan yang memungkinkan iterasi, perubahan, dan penyempurnaan lebih lanjut ke depannya. Pada tahap ini, contoh yang terjadi adalah setiap produk yang telah melalui tahap prototype akan mulai dijalankan dan menjadi tahap pengujian bagi kelayakan sekaligus proses evaluasi kekurangan produk agar dapat dikembangkan lebih baik

 

Kelima tahapan ini dijalankan secara berkelanjutan dan berulang hingga mampu menyelesaikan masalah dan menciptakan produk yang paling sesuai dengan kebutuhan pengguna.

 

Kelebihan dan Kekurangan dalam Design Thinking

 

Kelebihan

  • Merupakan metode yang berfokus kepada kebutuhan manusia sehingga menjamin solusi yang tepat sasaran
  • Mengurangi risiko kesalahan perencanaan karena setiap ide sudah melalui proses pengujian
  • Mampu memberdayakan anggota tim karena cara kerja yang kompleks di setiap tahap

 

Kelemahan 

  • Memerlukan intensitas kerja tim yang padat karena metode pendekatan yang kompleks
  • Kurang cocok diterapkan dalam tim yang belum berpengalaman 

 

Referensi:

Liedtka, J. (2018, August 28). Why design thinking works. Harvard Business Review. https://hbr.org/2018/09/why-design-thinking-works

Linke, R. (2017, September 14). Design thinking, explained. MIT Sloan. https://mitsloan.mit.edu/ideas-made-to-matter/design-thinking-explained

The Fine Folks at Worthwhile. (2019). The basics and benefits of design thinking. Worthwhile.com. https://worthwhile.com/insights/2018/11/21/design-thinking/

What is design thinking? (2017). IDEO U. https://www.ideou.com/blogs/inspiration/what-is-design-thinking

Yu Siang, T. (2009). What is design thinking? The Interaction Design Foundation; UX Courses. https://www.interaction-design.org/literature/topics/design-thinking

 

Photo by: Startup Photo Stock

Redaksi Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.