JurnalBelajar Memimpin dengan Musik

https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2020/09/spencer-imbrock-JAHdPHMoaEA-unsplash-1280x853.jpg

Musik selalu menarik untuk saya, selain untuk berelaksasi, mengaktifkan otak kanan atau sekedar buat bermalas-malasan. Tapi ternyata kita bisa melatih ilmu kepemimpinan dengan musik. Konsep ini saya dengar pertama kali dari manager luar biasa saya waktu saya magang di Jerman. Dia adalah Head of Strategy dari business unit Steam Turbine. Dia bertanggung jawab atas strategy penjualan Steam Turbine di dunia. Banyak ilmu kepemimpinan dan strategi yang saya pelajari dari dia tapi tulisan ini akan fokus kepada musik yang digelutinya.

Suatu ketika dia pulang lebih awal dari kantor karena dia harus tampil di pasar natal. Dia Bersama-sama teman-temannya membentuk grup orkestra. Ketika saya tanya kenapa dia bergabung ke dalam orkestra dia menjawab, “menjadi pemimpin itu harus bisa mengatur ritme tim nya. Tergabung dalam orkestra melatih saya untuk mendengar nada orang lain dan mengajarkan saya untuk mampu menahan suara musik saya yang terlalu tinggi demi menjaga ritme tim.”

Dalam kesempatan lain saat kami makan siang bareng kembali dia menceritakan tentang hobi musiknya. Dia bermain banyak alat musik tapi orkestra dia geluti hanya karena alasan dia ingin belajar kepemimpinan. Dia berkata “Ketika kamu memiliki jabatan yang tinggi di dalam suatu tim, terkadang kamu lupa bagaimana rasanya jadi anggota tim. Kamu terlalu lama memimpin. Oleh karena itu, sekali-kali kamu harus menjadi anggota untuk kembali merasakan rasanya jadi pengikut.”

“Di dalam orkestra saya berusaha menjadi follower yang baik. Saya mengasah rasa saya sebagai anggota tim. Saya merasakan saat adanya nada yang tidak sesuai dan saya akan berusaha untuk menutupnya dengan suara alat musik saya. Itulah yang dilakukan anggota tim yang baik. Dia tidak boleh egois supaya didengar paling kencang. Dia tidak boleh juga terlalu pelan. Semuanya harus pas dan seharmoni.”

Foto bos saya berjibaku dengan alat musiknya

Bagi Ulrich hal ini sangat penting untuk dimiliki seorang pemimpin. Kita harus cukup sensitif mendengarkan tim yang mana sedang bersuara sumbang dan kita akan tutupi dengan suara yang lain supaya suara orkestranya tetap terdengar indah. Dan ilmu mendengar adalah salah satu kemampuan utama yang harus dimiliki seorang leader.

Setelah sekarang saya menjadi pemimpin tim, baru lah saya menyadari kata-kata itu. Sebagai pemimpin, harus lah yang bicaranya paling sedikit karena tugas utama seorang pemimpin adalah mendengar. Dia harus tau seperti apa ritme tim nya. Dia seperti dirigen dalam orkestra, dia harus mampu merendahkan suara tim yang terlalu tinggi dan meninggikan suara anggota tim nya yang terlalu rendah sehingga musik nya enak di dengar.

Dalam buku Leadership: Theory and Practice karangan Peter G. Northouse, seorang pemimpin harus bisa menyeimbangkan Leadership Decisionnya. Leadership decision itu meliputi:

  • Apakah saya tetap memonitor atau saya harus mengambil aksi?
  • Jika saya harus mengambil aksi, apakah saya berfokus pada penyelesaian tugas atau menjaga hubungan? Atau keduanya?
  • Jika saya harus mengambil aksi, apakah saya berfokus pada internal ataukah diperlukan intervensi dari pihak eksternal?

Semua keputusan itu harus seimbang. Jika tidak tepat, maka suara sumbang yang akan keluar. Dan tugas pemimpin lah untuk mengatur keharmonisannya. Pemimpin harus cukup jauh untuk mendengar suara semua tim tapi harus cukup dekat untuk merasakan dimana letak kesumbangannya. Pemimpin juga harus sadar tidak semua suara sumbang karena anggota timnya yang salah. Mungkin hanya alat musiknya falls.

Ditulis oleh Aji Suradhika (CEO Pemimpin.id)

Redaksi Pemimpin.ID

Lokasi

Deep Space

Jl. Melawai X No.9 Melawai, Kec. Kby. Baru, DKI Jakarta 12160

Rumah Wijaya

Jl. Wijaya V, No. 6, Melawai, Kby. Baru, DKI Jakarta 12160

Pemimpin.ID 2019 - 2020