GagasanHeadlineBaru Naik Jabatan? Intip Yuk Tips Jadi Agile Leader di Masa Krisis

Avatar Pemimpin.IDSeptember 6, 202187
austin-distel-rxpThOwuVgE-unsplash

Oleh: Tini Suciati Juara 10 Besar Artikel Pemenang Pemimpin.id Content Creator Contest

ABSTRAK | Siapa yang lahir tahun 2000, 1997, atau 2010? Menurut bbc.com orang yang lahir dalam rentang 1990 – 2010 memiliki panggilan generasi Z, dalam istilah lain disebut zoomer. Survei menunjukkan total generasi Z (Zoomer) sebanyak 32% populasi dunia. World Bank menyatakan bahwa angkatan kerja dunia saat ini dipenuhi zoomer sebanyak 41%. BPS Indonesia merilis sensus penduduk pada 2020, tercatat jumlah penduduk Indonesia ada 270,20 juta jiwa. Generasi Z menduduki 27,94% dari total penduduk 2020.

Sejak 2015 dunia sudah mengalami gelombang 4.0 yang terkenal dengan cloud computing, big data, dan artificial intelligence. Pasti generasi Z ini paling update masalah teknologi. Apakah fakta itu berlaku saat covid-19?

Gelombang pasang teknologi membuat era ini disebut VUCA. Dulunya VUCA ini digunakan oleh US Army War College untuk melukiskan rapuhnya keadaan Afghanistan setelah Perang Dingin. Lalu apa sih hubungan VUCA dengan kepemimpinan generasi Zoomer saat ini?

Studi berjudul “The Work Trend Index” yang dipublikasikan oleh Microsoft menunjukkan hasil mencengangkan. Microsoft melaporkan pekerja Gen-Z mengalami stres saat WFH (Work From Home) dibanding generasi milenial (Generasi Y). Dilansir dari Manajer pemasaran produk Microsoft sekaligus Gen-Z Hannah McConnaughey, ada 2 sebab sulitnya Gen-Z survive di masa pandemi, yaitu sulit membangun network dengan partner kerja dan tidak bisa menciptakan lingkungan kerja positif di rumah. Gimana, sudah merasa kaget? Bumi sudah krisis sekarang, dan kamu jangan ikutan tren krisis juga ya. Mau tahu penangkalnya? a piece of cake, temukan trik nya sampai akhir ya

Tahukah Kamu Era VUCA dan Kaitannya Dengan 4.0?

Istilah ini diartikan melihat sudut pandang orang dalam mengambil keputusan, merancang perencanaan, mengelola AHTG (ancaman, hambatan, tantangan, gangguan), dan mengambil peluang pada masa krisis. Kenapa saat ini dibilang era VUCA juga era 4.0? Sebab terjadinya transformasi konvensional ke arah digital. VUCA menjadi alarm yang

menyadarkan perusahaan dan organisasi untuk siap berubah (dinamis), dan survive dalam perubahan se-ekstrim apapun.

Perusahaan harus mengelola volatility (perubahan sangat cepat) contohnya pandemi covid yang mendadak meluluhlantakan sistem ekonomi dunia. Era disruptif ini harus dilihat peluang bagi perusahaan dengan tindakan proaktif. Tertinggal kecepatan arus perubahan disebut uncertainty,perusahaan harus cepat adaptasi dengan dikuasainya Big Data sebagai raja teknologi saat ini. Di tengah proses adaptasi muncul masalah complexity, perusahaan harus gesit mencari akar masalah dan putuskan akar masalah itu yaitu dengan solusi inovatif. Kecepatan internet hanya sepersekian detik mengubah realitas nyata jadi kabur, ketidakpastian informasi bisa jadi pemicu ambiguitas. Dilakukan langkah eksperimen, uji hipotesis agar membuat prototipe yang akurat. Berabad lalu Darwin pernah mengatakan bahwa hanya mereka yang paling adaptif terhadap perubahan-lah yang akan survive. Kita harus mengelola perubahan dalam organisasi bukan dipaksa jadi berubah karena situasi.

Seorang Agile Leader Menjadi Pengendali Era VUCA

Agile leadership yaitu pemimpin yang mengajak korporasi ke arah lebih maju. Berkat ketangkasan seorang agile leader yang fleksibel tetapi tetap fokus pada teamwork yang solid akan jadi kunci ketahanan perusahaan. Tentunya seorang agile leader harus memiliki agile thinking, karena dari mindset itu yang menjadi tindakan nyatanya. Cek apa kamu sudah bersikap seperti ini:

  1. Humble (ramah)
    Pemimpin harus tegar, tetapi jangan seperti macan, senggol dikit langsung mengaum. Pastikan kamu humble ya agar anggota divisimu betah bekerja denganmu.

  2. Adaptable  (adaptasi)
    Agile Leader itu tahan banting dan mental baja. Ada masalah langsung hadapi dan cari celah memenangkan masalah itu. Jangan langsung resign ya kalau kamu udah ga tahan sama anggotamu.

  3. Visioner (punya tujuan yang jelas)
    Agile leader itu bukan seperti air mengalir tanpa tujuan. Sang agile leader ibaratnya seperti anak panah yang punya target mau di angka berapa dan dicapai dalam waktu berapa lama.

  4. Engaged (kesediaan untuk berinteraksi, mendengar dan komunikasi dengan pihak lain)
    Egois, sifat itu engga banget dimiliki agile leader. Ada pepatah mengatakan mendengar orang lain, kamu adalah orang bijak.

Yakin Udah Jadi Agile Leader?

Cek ciri-ciri di bawah ini.

  1. Kemampuan komunikasi mendalam & terfokus
  2. Efektif dan efisien dalam mengelola SDM
  3. Kemampuan Identifikasi peluang
  4. Pemimpin harus kreatif dan inovatif
  5. Bisa membangun progres kerja secara akuntabel
  6. Kemampuan mendorong kebiasaan baru
Tokoh Agile Leader

Ridwan Kamil, Walikota milenial Bandung yang sukses membuat daerahnya maju. Beberapa kebijakan yang dibuat Kang Emil yaitu Selasa Tanpa Rokok, Taman tematik, dan konsep Smart City. Berkat ketangkasan beliau yang berani beda, Kang Emil mendapatkan penghargaan dari KPK, Anugerah Parahita Ekapraya Tahun 2013, Penghargaan Best IT Innovation Mayor, dsb.

Smart fellow satu lagi nih ilmu baru yang kamu tau. Siapa fansnya Kang Emil? Gaya kepemimpinan Kang Emil bisa kamu tiru loh. Agile Leader itu action speaks louder than words. Agile Leader itu kamu siap merangkul anggotamu dan hasil dari kepemimpinan nya bukan one-self greater atau hanya kelihatan pemimpinnya saja yang hebat tetapi menjadi seluruh kesatuan tim yang hebat.

Referensi:

Arnani, M 2021, Mendominasi Penduduk Indonesia Mari Mengenal Generasi Z dan Milenial, Kompas.com.

BBC.Com 2020, Zoomer alias Generasi Z: Siapa Merea dan Mengapa Mereka Membuat Donald Trump Sakit Kepala.

Iorio, J, & Taylor, J, E 2015, ‟Precursorsto engage leaders in virtual project teams‟.

Ispir, Ö, Elibol, E, & Sönmez, B 2019, „The relationship of personality traits and entrepreneurship tendencies with career adaptability of nursing students‟, Nurse Education Today, vol 79, hh. 41–47, doi.org/10.1016/j.nedt.2019.05.017.

Kearney, E, Shemla, M, Knippenberg, D, Van, & Scholz, F, A 2019, „A paradox perspective on the interactive effects of visionary and empowering leadership‟ Organizational Behavior and Human Decision Processes, hh. 1–11, https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.obhdp.2019.01.001.

Maldonado, T, Vera, D, & Ramos, N 2018, How humble is your company culture And why does it matter Business Horizons, doi.org/10.1016/j.bushor.2018.05.005

Microsoft.com, The Next Great Disruption Is Hybrid Work – Are We Ready.

Morrison, E, et al, 2019, Strategic Doing ten skills For Agile Leadership, New Jersey John Wiley & Sons, Inc, Hoboken.

Neubauer, R, Wade, M, & Tarling, A 2017, Redefining Leadership for a Digital Age, Global Center for Digital Business Transformation.

Rahmah, D, A 2018, Menata Kota Bandung Menjadi Indah dan Membahagiakan, Kumparan.com, dilihat 13 Juni 2021, www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp/ayu-rahmah/prestasi-ridwan-kamil- menata-kota-bandung-menjadi-indah-dan-membahagiakan

Warwa.ekonomi.co.id

Photo by: Austin Distel

Avatar

Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.