Radical Candor: Menjadi Pemimpin yang Tegas tetapi Tidak Toxic

Bagikan ke

Sebagai pemimpin, kita sering dihadapkan pada dilema dimana kita harus bertindak tegas pada anggota kita, tetapi tidak ingin menjadi pemimpin yang toxic nan nyebelin yang gak disukai anggota. Lalu, gimana sih cara jadi pemimpin yang tegas tapi gak toxic? Mari menyelam lebih dalam pada konsep Radical Candor!

Ketika kita ingin menegur anggota kita, seringkali kita berpikir “Apakah dengan aku marah kepadanya, ia bisa berubah jadi lebih baik atau malah jadi baper dan tertekan?”. Sebelum kamu menegur, coba pertimbangkan beberapa hal ini.

Kalau seorang pemimpin hanya peduli tanpa berani menegur, itu adalah empati yang salah dan justru merusak tim. Anggotanya gak tahu apa yang salah dan merasa semua yang ia lakukan sudah bagus padahal tidak.

Tapi, kalau seorang pemimpin hanya bisa menegur tanpa rasa peduli, pasti cuma jadi perkataan yang gak menyenangkan bagi anggotanya. Karena anggota gak tau apa yang perlu diperbaiki untuk kedepannya. Apalagi kalau seorang pemimpin sudah tidak peduli dan tidak mau menegur pula, artinya pemimpin tersebut tidak sadar bahwa ia sudah menjadi pemimpin yang manipulatif.

Cara terbaik untuk menjadi tegas yang terukur dan tidak menjadi toxic adalah dengan radical candor, menegur dengan berterus terang tetapi dengan empati.

Radical Candor: Berterus Terang dengan Empati

Ketika anggota kita salah, tegurlah ia dengan menjelaskan apa kesalahannya dan mengapa kesalahan tersebut bisa berdampak negatif bagi organisasi. Jangan ragu untuk menjelaskan kesalahan tersebut secara langsung, karena bisa jadi anggota kita tidak menyadari bahwa ia salah atau tidak menyadari besarnya dampak dari kesalahan tersebut. Menegur dengan menjelaskan kesalahan dan dampaknya membantu mereka untuk memahami bahwa hal yang kamu sampaikan bersifat objektif dan gak mengada-ada.

Namun, kamu juga perlu cross-check dari perspektifnya. Jangan-jangan yang terjadi adalah sebaliknya, anggotamu bisa melihat dari sudut pandang yang tidak kamu lihat sehingga apa yang kamu anggap salah, sebenarnya adalah hal yang baik bagi organisasimu.

Nah, ketika kedua pihak sama-sama sepakat kalau hal yang dilakukan itu salah, maka saatnya kamu dan anggotamu bersama-sama mencari penyelesaiannya. Libatkan ia dalam menentukan solusi. Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban, hal tersebut juga membuatnya merasa dihargai dan penting bagi organisasi.

Jadilah Objektif dan Adil

Konsep Radical Candor bukan cuma tentang menegur ketika anggotamu salah, tetapi juga tentang memuji ketika anggotamu benar. Ketika anggotamu berhasil membuat suatu prestasi, pujilah ia dengan jelas. Kamu perlu menyampaikan bahwa hal yang ia lakukan itu benar dan berdampak sangat baik bagi organisasi. Dengan menyampaikan pujian dan teguran secara jujur dan terbuka kepada anggota kita akan membuat mereka menjadi lebih objektif dalam menerima keduanya.

Tentu, kita perlu memerhatikan keadaan juga ketika memberikan pujian dan kritikan. Baiknya kita memberikan pujian pada anggota kita di depan orang lain karena itu akan membesarkan hatinya dan memberikan kritik secara privat agar orang tersebut tidak merasa dipermalukan. Pastikan kita melakukannya dengan benar dan tidak terbalik, ya!

Referensi: 
Scott, K. (2017). Radical candor: be a kick-ass boss without losing your humanity. First edition. New York, St. Martin’s Press.

Tentang Pemimpin.id
Pemimpin.id adalah social startup yang percaya bahwa semua orang adalah pemimpin, dan kepemimpinan bisa dipelajari semua orang. Pemimpin.id hadir dalam 3 lini, yakni media, training, dan community. Dengan berbagai kegiatan baik offline maupun online, Pemimpin.id berharap dapat menciptakan ekosistem kepemimpinan yang inklusif, efektif, dan memberdayakan.  Teras Belajar adalah program bulanan Pemimpin.id dalam bentuk online talkshow untuk belajar, berbagi, dan berdiskusi mengenai topik-topik pemuda dan kepemimpinan.

Narahubung:
Astri (Strategic Partnership Pemimpin.id)
astri@pemimpin.id
+62 813-8629-5330 

Pemimpin.id
Author: Pemimpin.id

Follow us