Memimpin Dari Belakang, Menciptakan Sebuah Dampak

Bagikan ke

Oleh: Hsien Piao Khoo

Gagasan konvensional tentang kepemimpinan biasanya adalah seseorang yang berada di depan memberikan instruksi dan menarik anggota kelompok lain bersamanya. Memimpin dari belakang, itu seperti membisikkan pilihan kata-kata bijak pada telinga satu atau dua “pembuat perubahan”, dan membiarkan mereka keluar dan melakukan perbuatan heroik untuk menyelesaikan tugasnya. Untuk mengilustrasikannya, mari melihat bagaimana prinsip itu digambarkan dalam film.

“Orang tua bijak dalam berbagai film” memimpin dari belakang, menginspirasi jalannya peristiwa daripada benar-benar terlibat di dalamnya. Tetapi, apakah hal ini benar-benar terjadi di dunia nyata? Apakah kamu perlu “orang tua bijak” dan apakah kamu perlu mempertimbangkan diri kamu sendiri untuk menjadi “orang tua bijak”?

Ada sejumlah alasan kuat untuk melakukannya, berikut beberapa alasannya:

1. Bagi beberapa dari kita, sudah lewat dari waktu dan musimnya untuk menjadi partisipan yang aktif

Setiap pekerjaan ada waktu kehidupannya. Presiden, CEO, direktur atau manajer, bahkan orang tua, mereka mengetahui bahwa cepat atau lambat, umur akan bertambah, dan orang-orang yang kamu pimpin harus naik untuk mengambil tantangan itu.

2. Kamu tidak bisa melakukan segalanya

Memikul beban dunia pada bahumu? Meskipun terdengar egois, terutama jika dunia hancur karenamu? Kamu bisa dan seharusnya berbagi pekerjaan jika hal itu membantu memperkuat bahu orang lain.

3. Kamu tidak bisa melakukan segalanya

Mengambil semua tempat di garis depan? Generasi selanjutnya hanya bisa naik dan mencapai potensi penuh jika Kamu keluar dari jalur mereka dan berhenti mencoba melakukan segalanya sendiri.

4. Kamu tidak bisa melakukan segalanya

Daripada membiarkan mereka melakukan kesalahan yang sama yang pernah kamu perbuat, mengapa tidak membantu mereka belajar dari pengalaman menyakitkan kamu agar mereka bisa menghindar dari waktu yang akan mereka buang? Tetapi, bagaimana kamu melakukannya dengan cara yang praktis? Bagaimana seseorang bisa tetap “diluar gambaran utama” tetapi mempengaruhi apa yang terjadi dan hasil akhirnya?

  1. Yang pertama… apakah kamu memenuhi syarat? Pernyataan kualifikasi – beberapa orang jangan pernah mencoba untuk menjadi “orang tua bijak” kecuali mereka mempunyai pengalaman hidup! Jika tidak Kamu mungkin bisa memberikan saran yang terdengar bagus tetapi salah kepada orang lain. Tiga contoh di film, Yoda, Gandalf dan Nick Fury mewakili orang-orang yang pernah melakukan pekerjaan itu sebelumnya, dan telah berada di garis depan. Dunia sudah mempunyai cukup prajurit dan asumsi teoritis.
  2. Mendengar sebelum memulai; Kamu perlu tau bahwa jika kata-kata bijak kamu bisa digunakan pada situasi pahlawan pilihan kamu. Dengarkan mereka baik-baik akan membantu kamu untuk membantu mereka mengenali masalahnya. Seringkali, hanya dengan mendengarkan orang-orang untuk bertukar pikiran adalah cara yang baik untuk membantu mereka mencari jalannya sendiri.
  3. Mulai dari yang kecil; Memimpin dari belakang melibatkan menanam gagasan pada pikiran orang-orang. Sebuah kata-kata dukungan, observasi yang membantu, saran pada pendekatan suatu hal – ini adalah hal kecil yang dapat membantu seseorang melalui situasi sulit atau memperbaiki cara mereka berpikir. Ingat, Obi Wan menghabiskan kurang dari seminggu dengan Luke Skywalker – lihatlah hasilnya!
  4. Pemilihan waktu; Terkadang “yang terpilih” itu belum siap untuk sebuah saran. Seperti isyarat pepatah lama “Ketika murid itu siap, sang guru muncul”. Contoh dari yang disebutkan barusan dari ‘The Empire Strikes Back’ adalah contoh yang terkenal – Yoda mungkin adalah seorang Master Jedi memberikan saran tingkat Master Jedi, tetapi Luke mendengarkannya dengan penuh kedewasaan seorang remaja. Kenali beberapa orang tidak siap untuk menerima konseling, sebaik mungkin, dan biarkan kehidupan dan sekolah untuk melakukan pengajarannya.
  5. Dorongan; Terimalah bahwa kamu hanya bisa mendorong atau mengarahkan seseorang pada jalur yang tepat, tetapi kamu tidak bisa memaksa mereka kesana. Melakukan hal itu akan membuat misi dan tujuan kamu, bukan mereka. Hal ini bisa menakutkan. Dalam contoh diatas, setelah saran itu diberikan dan sang pahlawan lari, maka sang pemberi saran tidak akan tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Gandalf tidak melihat Frodo sampai setelah Ring dihancurkan, Yoda meninggal setelah saran terakhirnya, dan Nick Fury hanya bisa melihat dari helikopter ketika Avenger berperang dengan Chitauri.

Mungkinkah pahlawan gagal dalam misi mereka? Mungkinkah dunia itu berakhir? Secara teoritis, ya. Namun, agar mereka tetap semangat ketika situasi menjadi sulit atau ketika kamu sudah pergi, mereka perlu untuk diyakinkan bahwa apa yang mereka lakukan itu layak untuk diperjuangkan. Setiap hari, dimanapun kamu berada, kamu dapat menyediakan telinga untuk mendengarkan atau kata-kata saran yang mungkin membantu membangkitkan pengubah dunia selanjutnya. Siapa yang bisa kamu berikan inspirasi dalam kehidupan petualangan mereka hari ini?

 

Sumber artikel:

Memimpin Dari Belakang, Menciptakan Sebuah Dampak

Pemimpin.id
Author: Pemimpin.id

Follow us